Sukses

5 Tips untuk Mengatasi Homesick Saat Kembali ke Perantauan Usai Libur Lebaran

Libur Lebaran usai. Saat ini sudah kembali ke perantauan tapi homesick. Harus bagaimana?

Liputan6.com, Jakarta - Pernahkah kamu merasakan perasaan rindu kampung halaman yang begitu kuat saat berada di tempat baru? Rasa kangen yang mendalam terhadap rumah, keluarga, dan teman-teman di kampung halaman memang dapat menjadi hal yang sulit untuk dihadapi.

Homesick, atau rasa kangen kampung halaman, adalah hal yang wajar dirasakan oleh setiap orang yang jauh dari rumah untuk jangka waktu tertentu. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perubahan lingkungan, budaya, dan kebiasaan.

Homesick muncul akibat kesedihan emosional yang dirasakan saat kamu berada di lingkungan baru yang tidak familiar.

Sebuah studi yang dilansir dari Better Up menunjukkan bahwa 50 persen sampai 70 persen orang dewasa pernah mengalami perasaan merindukan kampung halaman dalam hidupnya. 

Berada jauh dari rumah untuk pertama kalinya biasanya akan membuat kamu merasa terkejut, terlebih apabila kamu tidak memiliki kenalan dilingkungan baru tersebut. 

Namun, jangan terlalu khawatir. Perasaan ini akan berangsur-angsur menghilang seiring waktu. Penelitian pada para mahasiswa menyebutkan bahwa perasaan homesick akan menghilang dengan sendirinya setelah 1-6 minggu dilingkungan baru.

Tapi, pada sebagian orang, perasaan merindukan kampung halaman ini dapat bertahan lebih lama dan bahkan sampai menggangu kegiatan sehari-hari hingga menjadi tidak produktif

Jika kamu menjadi salah satu yang mengalami homesick yang berkepanjangan, penting untuk menemui seseorang dan membiacarakan masalah ini untuk memahami penyebab dan langkah-langkah yang harus dijalani.

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 5 halaman

Ciri-Ciri Kamu Mengalami Homesick

Perasaan merindukan kampung halaman atau homesick dapat timbul dalam gejala fisik dan mental. Gejala ini pun dapat timbul tanpa kamu sadari. 

Secara emosional atau mental, berikut merupakan ciri-ciri dari homesick:

  1. Merasa sedih dan sering menangis.
  2. Kecemasan.
  3. Marah dan mudah tersinggung.
  4. Kehilangan arah atau merasa bingung.
  5. Kesulitan dalam berkonsentrasi.
  6. Kurangnya motivasi.

Sedangkan, secara fisik, berikut merupakan ciri-ciri dari homesick:

  1. Sakit kepala.
  2. Merasa tidak nyaman secara fisik.
  3. Mual atau masalah pencernaan lainnya.
  4. Terlalu banyak tidur atau sebaliknya.
  5. Kurang berenergi.

Jika kamu merasakan beberapa gejela di atas setelah pindah ke lingkungan yang baru, maka kamu kemungkinan sedang merasakan homesick. 

3 dari 5 halaman

Tips Menangani Perasaan Homesick

Terus meratapi perasaan kesedihan dan kerinduan akan kampung halaman tidak akan membantu kamu dalam mengatasi homesick. 

Kamu harus fokus dan mengerahkan lebih banyak usaha dalam berdaptasi dan membangun kehidupan di tempat yang baru kamu tempati. Disamping itu, berikut beberapa tips dalam menangani perasaan homesick:

1. Menyadari Bahwa Merasa Homesick Merupakan Hal yang Normal

Biarkan diri kamu merasakan emosi-emosi yang ada selama beberapa waktu. Kamu dapat menangis, menelpon orang tua atau teman dan meresapi rasa kerinduan. 

Hal tersebut normal untuk dirasakan karena kamu sedang berada dalam masa adaptasi. Hanya saja, pastikan bahwa kamu tidak menyangkal dan jadi membenci lingkungan yang baru. Kamu harus tetap berusaha menerima dan terbiasa dengan lingkungan yang baru.

2. Ubah Perspektif Kamu

Daripada memikirkan kampung halaman terus menerus, lebih baik kamu fokus mencari peluang dan berkembang di lingkungan yang baru kamu tempati.

Cari komunitas atau teman yang menarik perhatian kamu. Mulai untuk mencetak perjalanan baru di lingkungan yang baru.

4 dari 5 halaman

3. Temukan Teman untuk Curhat

Teman sekamar, teman sekelas, atau pun rekan kerja kamu yang juga datang dari kampung halamannya kemungkinan besar juga mengalami homesick. 

Bicaralah dengan orang-orang tersebut dan berbagai cerita. Dengan begitu, kamu dapat menjadi support system untuk satu sama lain.

4. Temukan Distraksi

Jika kamu merasa tenggelam dalam perasaan negatif terlalu lama, temukan kegiatan yang dapat mendistraksi kamu, bahkan jika hanya untuk beberapa jam.

Kamu bisa membersihkan kamar, jalan-jalan, mengunjungi taman ataupun makan di luar mungkin akan membantu. Hal ini akan mengalihkan perhatian dan pikiran kamu dari kampung halaman dan mencoba fokus pada lingkungan yang baru.

5. Bergabung dengan Komunitas atau Grup Baru

Bergabung dengan komunitas atau grup akan membuat kamu bertemu dengan orang-orang baru. Hal ini biasanya juga akn dilandasi oleh minat dan kesukaan yang sama sehingga kamu bisa merasa lebih terhubung dengan mereka. 

Pilihlan komunitas atau grup yang memang benar-benar cocok untuk kamu. Jangan memaksaka diri agar kamu tidak merasa lelah sendiri.

5 dari 5 halaman

Hindari Beberapa Hal Ini Saat Sedang Merasa Homesick

Selain beberapa tips di atas, kamu juga harus menghindari beberapa hal di bawah ini saat sedang merasa homesick.

  • Terlalu Banyak Beraktivitas

Walaupun mencari distraksi dengan beraktivitas memang dianjurkan, terlalu banyak beraktivitas juga tidak berdampak baik. Jika kamu terlalu mengambil banyak kegiatan, kamu tidak memberikan kesempatan pada diri sendiri untuk memproses perasaan dan emosi yang ada. 

  • Memutus Hubungan dengan Keluarga dan Teman

Kamu mungkin berpikir bahwa perasaan homesick akan hilang jika memutus hubungan dengan kelaurga dan teman di kampung halaman. Namun, hal tersebut ternyata tidak memberikan dampak yang baik. 

Sebaliknya, kamu akan membutuhkan dukungan dari mereka untuk menjalani kehidupan di lingkungan yang baru. 

  • Mengisolasi Diri

Kehilangan motivasi saat homesick dapat membuat kamu mengisolasi diri dari lingkungan sekitar. Padahal hubungan sosial merupakan bagian yang penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental kamu. 

Kamu dapat pergi keluar dan berkenalan dengan orang baru atau hanya sekedar menyapa tetangga. Dengan interaksi kecil seperti itu, kamu akan merasa lebih terhubung dan seiring berjalannya waktu, interaksi tersebut akan berkembang menjadi lebih bermakna. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini