Sukses

Upaya Tekan Kasus Diare Lewat Kampanye Sentuhan Sehat

Diare merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan angka kematian yang tinggi pada balita di Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta Diare merupakan salah satu penyakit yang menyebabkan angka kematian yang tinggi pada balita di Indonesia.

Data Profil Kesehatan Indonesia pada 2020 menunjukkan diare penyebab kematian kedua tertinggi pada bayi usia 29 hari hingga 11 bulan sebesar 9,8% dan pada kelompok balita usia 12-59 bulan, yang mencapai 4,5% dari total kematian.

Diare adalah peningkatan frekuensi buang air besar dengan feses yang cair atau encer. Salah satu tanda yang muncul pada saat anak diare adalah demam atau suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celsius.

Selain demam dan feses encer, berikut gejala lain bila anak mengalami diare:

  • Kram atau nyeri perut
  • Urgensi untuk buang air besar
  • Mual atau muntah
  • Lethargy atau kelelahan

Ketika mendapati gejala di atas maka penting untuk penanganan dan arahan dari tenaga kesehatan untuk mencegah anak mengalami keparahan akibat diare.

Berkaca dari hal itu, Lifebuoy menjalankan kampanye Sentuhan Sehat dengan membagikan sabun batang berisi termometer reusable disertai kode QR untuk bisa mendapatkan telekonsultasi gratis dengan dokter di Halodoc.

Sekitar enam ribu orang di berbagai lokasi di Jawa Barat seperti Cibiru, Sukajadi, Kiaracondong, Batununggal, Kasomalang dan Cibeunying sudah mendapatkan sabun batang edisi Sentuhan Sehat itu.

"Kami ingin mengedukasi orang tua agar semakin peduli terhadap kesehatan anak dan keluarga, dan tidak ragu berkonsultasi dengan dokter. Kemudahan layanan telehealth dipercaya mampu menjawab kecemasan orang tua yang tinggi terkait kesehatan anak, yang akhirnya mendorong perilaku swamedikasi," kata Head of Skin Cleansing Unilever Indonesia Erfan Hidayat.

 

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Anak Demam, Ortu Bisa Konsultasi Jarak Jauh

Kehadiran QR yang terhubung dengan Halodoc juga diharapkan agar orangtua lebih sigap bila anak mengalami demam. Orangtua bisa langsung berkonsultasi jarak jauh bila anak jatuh sakit.

“Melalui penyediaan layanan konsultasi dokter di Halodoc secara gratis, kami harap orang tuamenjadi lebih sigap apabila si kecil mengalami demam. Terlebih, demam merupakansalah satu penyakit yang sering dikeluhkan dan menjadi gejala awal dari berbagaipenyakit seperti demam berdarah ataupun infeksi lainnya," kata Veronica Utami selaku Chief Operating Officer Halodoc.

3 dari 3 halaman

Cara Mencegah Diare

Mengutip laman Kementerian Kesehatan RI, disebutkan bahwa mencegah diare lebih mudah dan efektif daripada mengobati. Berikut beberapa langkah pencegahan diare:

1. Kebersihan Pribadi. Mencuci tangan secara teratur dengan sabun, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan, adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah diare.

2. Keamanan Makanan. Memastikan bahwa makanan disiapkan dan disimpan dengan cara yang higienis. Hindari makanan yang tidak dimasak dengan baik, terutama daging dan seafood.

3.  Konsumsi Air yang Aman: Minum air yang bersih dan aman. Jika Anda tidak yakin tentang kualitas air, lebih baik meminum air kemasan atau mendidihkan air sebelum minum.  

4. Hindari Faktor Pemicu: Jikamemiliki intoleransi terhadap makanan tertentu, seperti susu, hindari konsumsi makanan tersebut.

5. Vaksinasi: Ada vaksin yang tersedia untuk beberapa penyebab diare, seperti rotavirus. Pastikan Anda dan anggota keluarga Anda mendapatkan vaksinasi yang diperlukan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.