Sukses

Pentingnya Membangun Bonding Antara Ibu dan Bayi di 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Selain pemenuhan gizi, membangun kedekatan antara ibu dan bayi ternyata juga penting untuk dilakukan di 1.000 hari pertama kehidupan anak.

Liputan6.com, Jakarta - Seribu hari pertama kehidupan, yang dimulai dari konsepsi hingga usia dua tahun, merupakan periode kritis dalam perkembangan anak. Pada masa ini, otak dan sistem saraf bayi berkembang pesat.

Pengalaman awal mereka memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan mental, fisik, dan emosional mereka di masa depan.

Salah satu faktor terpenting dalam perkembangan anak selama periode ini adalah bonding atau kedekatan antara ibu dan bayi. Kedekatan antara ibu dan bayi akan menghasilkan sebuah attachment atau kelekatan.

Lieke Puspasari, seorang psikolog dan konselor menyatakan bahwa attachment antara ibu dan anak merupakan yang paling penting dibandingkan attachment anak dengan anggota keluarga lainnya.

"Attachment ini hati-hati. Usia nol sampai 2 tahun itu anak butuh attachment. Ketika anak sering ditinggal dan lebih banyak dengan pengasuh, pasti pada suatu hari dia akan mencari pengasuh bukan ibunya," jelas Lieke dalam Diskusi Media pada Selasa, 2 April 2024 di Jakarta.

Kelekatan seorang anak usia nol hingga dua tahun akan terbangun dengan orang yang biasa dia dengar, sentuh dan lihat. Oleh karena itu, bonding dilakukan agar anak memiliki kelekatan dengan orang tuanya.

"Apabila bonding dilakukan dengan optimal, akan terbentuk hubungan kelekatan dan rasa aman pada sang anak."

Lieke menjelaskan bahwa hal ini akan sangat berpengaruh sampai anak beranjak dewasa. Anak yang cenderung dekat dengan sang ibu, dapat bercerita dengan leluasa dan mudah mendengarkan nasihat ibunya, maka kelekatan yang terjadi pada anak tersebut berusia 0 sampai 2 tahun dapat dikatakan berhasil.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Dampak Pada Anak yang Tidak Memiliki Kelekatan dengan Ibunya

Kedekatan antara ibu dan anak merupakan hal yang sangat penting bagi perkembangan anak. Kelekatan ini memberikan rasa aman, nyaman, dan dicintai yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Anak yang tidak memiliki kelekatan dengan ibunya dapat mengalami berbagai dampak negatif. Dampak ini dapat terlihat pada aspek emosional, sosial, dan kognitifnya.

"Ketika anak kok dikasih tau susah, ketika dinasihati kok ngelawan terus, nah ini 0 sampai 2 tahunnya kita koreksi. Apa yang terjadi ketika 0 sampai 2 tahun masa bonding itu. Apakah kelekatan itu betul-betul terbentuk antara ibu dan anak?"

Anak yang tidak memiliki bonding yang baik dengan ibu atau ayahnya akan cenderung mengalami kesulitan untuk berkeluh kesah dengan nyaman. Sang anak tidak dapat menceritakan tentang kehidupannya dengan baik pada orang tua.

"Bahkan kalau curhat akan cenderung ke temennya, ke kakeknya, neneknya gitu ya," ucap Lieke.

Selain itu, dampak lainnya adalah membuat anak merasa stres dan berpotensi menyebabkan depresi dikemudian hari. 

3 dari 3 halaman

Bentuk Bonding Ibu dan Anak Pada 1000 Hari Kehidupan

Seribu hari pertama kehidupan adalah periode emas yang terhitung sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun, merupakan jendela kesempatan luar biasa untuk membangun fondasi yang kokoh bagi tumbuh kembang anak.

Bonding dan kelekatan antara ibu dan anak tidak terbentuk secara instan. Namun dipupuk melalui berbagai interaksi dan pengalaman bersama. Tahapan bonding sendiri dibagi menjadi 3:

  • Pre-Attachment (0-6 minggu)

Masa ini dimulai dari 0 bulan masa kehamilan sampai anak berumur 6 minggu. Lieke menyarankan untuk sering mengajak ngobrol dan membacakan cerita pada bayi yang masih di dalam kandungan.

"Ternyata dia itu merasakan. Merasakan dan mendengarkan tapi tidak melihat, karena ya masih di perut, belum keliatan."

Sedangkan untuk bonding yang dapat dilakukan setelah anak lahir salah satunya adalah dengan inisiasi menyusu dini yang biasanya dilakukan selama 1 jam setelah anak lahir.

  • Attachment in the making (6 minggu - 6 bulan)

Pada masa ini, bonding dan kelekatan akan sangat sering terjadi pada saat ibu menyusui bayi. Lieke menyebutkan bahwa ibu terkadang melewatkan waktu-waktu yang berharga saat menyusui karena terlalu asik bermain handphone.

"Diajak ngomong engga (bayinya)? Engga. Ada bonding engga? Engga. Bondingnya sama siapa? Handphone," jelasnya.

Padahal pada saat menyusui itulah waktu yang penting untuk bonding dengan menatap wajah anak dan mengajak ngobrol si buah hati.

"Itu untuk stimulasi dia mendengar, stimulasi juga da belajar bahasa, stimulasi juga dia menatap tekstur wajah ibunya."

  • Clear-Cut Attachment (6 bulan - 2 tahun)

Intensnya interaksi yang dibangun sejak dalam kandungan, membuat si kecil telah memiliki secure attachment atau kedekatan emosi dengan ibu yang dipercayanya.

Selanjutnya, ibu bisa terus membangun kelekatan tersebut dengan menemani anak bermain dan melibatkan anak dalam beberapa seperti saat memasak.  Namun, penting untuk tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.