Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

18 Tahun

LanjutkanStop di Sini

Tidak Lagi Tabu, Tren Perawatan Mempercantik Vagina Kian Digemari

Liputan6.com, Jakarta - Tren melakukan perawatan vagina di klinik kecantikan sedang tinggi-tingginya. Bahkan, hal itu dilakukan Kaum Hawa dengan penuh kesadaran tanpa malu-malu, seperti diungkap Spesialis Kandungan dan Kebidanan, dr Arini Firmansyah SpOG MKes FICS.

Menurut dokter yang berpraktik di DERMAVers Gading Serpong, Tangerang, Banten, karena para perempuan sadar bahwa merawat area intim juga berguna bagi kelangsungan hubungan suami istri.

"Terutama wanita sekarang, mereka sudah mementingkan quality of life. Dan, sekarang wanita sudah enggak malu dan sudah enggak tabu lagi soal kondisi vagina yang kendur atau 'kurang cantik'. Sudah banyak yang aware akan hal itu," katanya dalam diskusi media 'The Importance of Maintaining Sexual Life with Your Partner' pada Jumat, 9 Februari 2024.

"Toh kalau vagina cantik yang senang kita juga," tambahnya.

Di tempat praktiknya, terdapat berbagai macam solusi terkait masalah kewanitaan yang berhubungan dengan estetika. "Ada juga yang berhubungan dengan medis tertentu, seperti kalau batuk lahiran jadi suka pipis, kita bisa lakukan (tapi) minimal invasif," ujarnya.

Namun, jika dilihat ternyata kondisinya lebih membutuhkan semacam operasi, Arini akan menyarankan pasiennya untuk ke rumah sakit. Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa kasus yang banyak ditanganinya belakangan ini berkaitan dengan vagina kendur alias kurang kencang.

"Ada juga yang datang sebenarnya enggak ada masalah apa-apa, tapi pengin aja dibuat lebih baik vagina-nya," katanya.

Arini lalu memaparkan beberapa perawatan populer untuk organ intim wanita yang diklaim efektif meningkatkan keintiman seksual dengan pasangan:

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Jenis Perawatan Vagina Tingkatkan Keintiman Seks

  • Derma Exilis Ultra Femme Therapy: Ini merupakan perawatan untuk mengencangkan area vagina, khususnya bagi wanita yang telah melahirkan dan merasa otot-otot di daerah tersebut tidak lagi kencang. Menurut Arini, melalui alat Exilis Ultra 360, akan merangsang produksi kolagen guna meningkatkan kekencangan. Hanya saja sebelum menjalani treatment, Arini menekankan pentingnya untuk memastikan kondisi kesehatan rahim dengan tes Pap Smear dan memastikan tidak sedang menstruasi.
  • Microneedle Labia: Mengatasi vagina yang terlihat kurang kencang atau berisi, treatment ini bekerja dengan menggunakan mikrojarum untuk mengisi daerah yang kurang berisi sehingga labia tampak lebih kencang dan muda.
  • Suntik Orgasme & G-Spot: Untuk wanita yang kesulitan mencapai orgasme, perawatan ini menyediakan suntikan pada titik orgasme atau G-spot untuk meningkatkan sensasi seksual dan memfasilitasi orgasme yang lebih mudah.
  • Derma Femme Botox Injection: Melibatkan penyuntikan botox pada vagina untuk mengatasi masalah vaginismus atau mengencangkan otot-otot vagina yang sering mengalami kekakuan. Dengan botox, otot menjadi lebih rileks, memfasilitasi penetrasi dan mengurangi rasa sakit selama hubungan seksual.
  • Treatment Benang Labia & Benang Vagina: Cocok bagi wanita dengan penurunan jaringan kolagen karena menopause atau melahirkan, treatment ini melibatkan penggunaan benang pada labia atau vagina untuk mengencangkan daerah yang kendur. Dengan menyematkan benang di titik-titik tertentu, labia menjadi lebih kencang dan penuh, meningkatkan kepuasan seksual.
  • PRP/Exosome Vagina: Perawatan ini ditujukan bagi wanita yang mengalami keringat vagina. Melalui penyuntikan plasma kaya trombosit (PRP) atau exosome pada dinding vagina, perawatan ini bertujuan meremajakan vagina, meningkatkan kelembapan, dan mengurangi rasa sakit selama hubungan seksual.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini