Sukses

Cara Membuka Bungkus Kue Keranjang yang Sering Tersaji Saat Imlek

Melepaskan kue keranjang yang biasa tersaji saat Imlek dari lapisan plastik yang melindunginya kerap jadi tantangan tersendiri.

Liputan6.com, Jakarta - Kue keranjang jadi salah satu sajian khas perayaan Tahun Baru China atau Imlek. Meski dinamai demikian, kue ini memiliki tekstur kenyal dan lengket. Umumnya, kue keranjang dikemas dengan bungkus plastik.

Melepaskan kue dari lapisan plastik yang melindunginya kerap jadi tantangan tersendiri. Pengusaha kue keranjang, Kim Kin Jauhari memberi tips mudah melepas bungkus plastik kue tersebut.

"Jadi kue keranjang ini kan dibungkus dengan plastik ya, tekstur yang lengket ini kan bikin sulit ya buat lepasin si plastiknya," katanya saat ditemui di lokasi produksi kue keranjang Hoki di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Kamis, dilansir Antara.

Plastik pembungkus kue keranjang, kata Jauhari, bisa mudah dilepas dengan air matang.

"Kita hanya cukup ambil air saja, tapi air matang ya, jadi tinggal oles-oles saja di seluruh bagian plastiknya dengan merata. Sesudahnya, kita tinggal lepaskan saja," tuturnya.

Memotong kue keranjang yang kerap tersaji saat Imlek juga tak kalah menantang jika Anda tak mengetahui triknya. Untuk itu, Jauhari kembali membagikan tips. Seperti proses melepas plastik dari kue keranjang, untuk proses memotongnya pun diperlukan bantuan air.

"Biasanya kalau mau rapi itu, kita potong kue ini dengan bantuan orang lain. Yang satu potong, yang satunya lagi pegang bagian yang ingin dipotong sambil agak ditarik," katanya.

"Alat potongnya itu juga setelah digunakan untuk memotong dicelupkan dulu ke air, lalu lap, dan gunakan kembali, begitu seterusnya," ia menambahkan mengenai cara memotong kue keranjang. 

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Proses Pembuatan Kue Keranjang

Kue keranjang dibuat dari tepung ketan, gula pasir, dan air. Proses pembuatan kue ini secara tradisional memerlukan waktu yang lama, sekitar 16 hingga 17 jam.

Dalam prosesnya, Jauhari mengatakan, masih menggunkana daun pisang jenis tertentu serta keranjang bambu. "Itu semua ada maksud dan tujuannya."

Jauhari memastikan, kue keranjang buatannya bebas pengawet dan pewarna buatan. Oleh karena itu, masa simpannya tidak lama.

"Kue ini kan bisa saya jamin tanpa menggunakan pengawet dan juga pewarna buatan ya, jadi umurnya itu memang tidak lama. Jamurnya itu cepat, tapi jamur itu hanya terdapat di bagian plastiknya saja, kalau bagian dalamnya itu bisa cukup lama bertahannya. Jadi tidak perlu khawatir," ia menjelaskan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.