Sukses

Lokasi Gempa Cianjur Jadi Tontonan Warga, BNPB: Bukan Tempat Wisata

Liputan6.com, Cianjur - Banyak warga dari luar daerah Kabupaten Cianjur rupanya datang ke lokasi bencana gempa untuk sekadar 'menonton' evakuasi korban maupun penasaran dengan kondisi lokasi gempa. Tak ayal, lokasi gempa pun menjadi 'tempat wisata dadakan' yang mana warga ingin melihat-lihat saja.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyentil soal banyaknya warga yang menjadikan lokasi Gempa Cianjur sebagai 'tempat wisata dadakan.' Ditegaskan lokasi bencana bukanlah tempat wisata.

"Lokasi bencana bukan tempat wisata, sehingga jika tidak membantu penanganan diharapkan tidak datang," tegasnya saat konferensi pers di Kantor Bupati, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Kamis, 24 November 2022.

"Kepada masyarakat yang tidak berkepentingan, bencana bukan untuk dilihat, bukan tempat wisata, tapi sesuatu yang harus dipecahkan bersama."

Kepada Polres dan Kodim diminta untuk memberikan penjelasan kepada warga yang terlihat hanya ingin 'menonton' situasi lokasi gempa. Penyampaian penjelasan sebaiknya dilakukan secara humanis agar masyarakat paham dan tidak salah mengerti.

Sebab, jika tidak ditertibkan, maka akan mengganggu penanganan bencana Gempa Cianjur seperti evakuasi korban dan pencarian korban yang masih terus diupayakan.

"Polres dan Kodim dapat bertindak tegas, namun humanis untuk memberikan penjelaskan ke kelompok masyarakat ini agar tidak menggangu penanganan bencana," terang Suharyanto.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Sulitkan Evakuasi Korban

Pada konferensi pers sebelumnya, Suharyanto mengatakan, ada masyarakat yang sengaja datang ke lokasi bencana hanya untuk melihat-lihat. Situasi ini dapat menyulitkan proses evakuasi para korban.

"Banyak juga masyarakat di luar masyarakat terdampak yang datang dari luar kota, daerah terdampak, masuk seolah-olah bencana jadi tontotan," ujar Suharyanto, Rabu (23/11/2022) melalui pernyataan tertulis yang diterima Health Liputan6.com.

"Kami sudah koordinasi dengan TNI dan polres, ini ditertibkan. Ini demi kepentingan kita semua, terutama masyarakat."

Laporan soal banyak warga menjadikan lokasi bencana Gempa Cianjur sebelumnya telah diterima Kepala BNPB Suharyanto dari tim gabungan yang bertugas di lapangan.

Disebutkan, salah satu kendala lain penanganan bencana adalah masyarakat dari luar daerah yang tak terdampak gempa, datang dan menjadikan lokasi tersebut sebagai 'wisata bencana.' Laporan pun telah diteruskan dan berkoordinasi dengan TNI - Polri guna mensterilkan area evakuasi korban.

3 dari 4 halaman

Bikin Jalanan Macet

Apabila warga ingin memberikan bantuan kepada korban terdampak Gempa Cianjur, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyarankan agar bantuan dipusatkan di posko yang sudah disiapkan, jangan langsung ke rumah-rumah warga terdampak.

Selain itu, tidak menjadikan lokasi bencana sebagai 'tempat wisata.'

“Saya imbau sekali lagi, kepada masyarakat yang tidak berkepentingan, tidak terdampak bencana sebagai korban, mungkin tinggalnya di luar Kabupaten Cianjur, kalau datang ke daerah bencana dengan tujuan membantu ya silakan," terang Suharyanto, Kamis (24/11/2022).

"Tetapi lebih baik membantunya secara terpusat melalui posko utama, jangan sendiri-sendiri ke tempat lokasi."

Suharyanto mengungkapkan, bencana gempa bumi di Cianjur terjadi di 15 kecamatan dengan kondisi jalan yang kecil dan terpencil. Sehingga bila masyarakat datang sendiri apalagi berbondong-bondong, hal ini bisa menyulitkan kerja petugas evakuasi.

“Ini bisa membuat jalanan macet, membuat program-program dan kegiatan penanganan pengusung, pendistribusian logistik kini jadi terhambat," ungkapnya.

"Jadi bukan bencana ini untuk dilihat, bukan menjadi tempat wisata. Tetapi bencana ini sesuatu yang harus dipecahkan bersama."

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polres Cianjur untuk menindak tegas tetapi tetap humanis terhadap masyarakat di luar daerah terdampak yang berkerumun di lokasi gempa.

4 dari 4 halaman

Sulit Lakukan Evakuasi Alat Berat

Banyaknya warga yang menonton dan sekadar melihat-lihat di lokasi bencana gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat membuat proses evakuasi yang akan dilakukan oleh Badan SAR Nasional kesulitan.

Analis Pencarian dan Pertolongan (SAR) Basarnas, Joshua Banjarnahor menyampaikan, Basarnas mengalami kendala saat hendak melakukan proses evakuasi korban yang tertimpa reruntuhan bangunan.

"Terkait di Kampung Rawacina, kemarin kami sangat sulit mengevakuasi dua orang dikarenakan lalu lintas padat dan juga banyak warga yang menjadikan lokasi-lokasi pencarian kami ini sebagai daerah wisata bencana," ujarnya saat rapat koordinasi penanganan bencana di Kantor Bupati Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23/11/2022).

"Mereka ingin melihat-lihat saja dan itu membuat kami kesulitan dalam melakukan evakuasi alat berat juga mau masuk akhirnya sulit."

Joshua pun meminta kepada jajaran aparat keamanan terkait untuk membantu mengamankan dan menertibkan lalu lintas demi kelancaran proses pencarian dan evakuasi korban gempa.

"Kami mohon koordinasinya untuk ketertiban dan juga lalu lintas," lanjutnya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS