Sukses

Bahaya Besar di Balik Kecanduan Gim dan Judi Daring

Liputan6.com, Jakarta Pada 2018 WHO menempatkan 2 klasifikasi gangguan jiwa yang terkait dengan adiksi atau kecanduan perilaku yaitu gambling disorder (gangguan berjudi) dan gaming disorder (gangguan gim).

Klasifikasi ini tercantum dalam International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems (ICD) 11 yang akan diberlakukan pada 2022 mendatang.

“Kenapa WHO memasukkan perilaku kecanduan ini ke dalam klasifikasi gangguan jiwa? Karena dampak negatifnya sangat besar,” ujar Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa RSCM Kristiana Siste dalam webminar Kementerian Kesehatan, Rabu (5/8/2020).

Dampak-dampak negatif tersebut dapat memengaruhi berbagai aspek mulai dari sisi biologi, psikologi, fisik, sosial, dan fungsi otak.

Dampak Biologi

Pertama, secara aspek biologi kecanduan ini dapat merusak fungsi kognitif.

“Ada yang namanya fungsi eksekutif, fungsinya untuk merencanakan suatu kegiatan, misalnya mandi. Kalau mandi kita tidak akan langsung mengguyur badan saat masih mengenakan baju. Namun, ketika fungsi eksekutif rusak, itu bisa terjadi.”

Dengan demikian, orang tersebut tidak akan melakukan sebuah kegiatan dengan sistematik.

Dampak Psikologi

Kedua, daya ingat dan konsentrasi bisa menurun. Secara psikologi ada gangguan depresi, ide untuk bunuh diri, dan gangguan tidur yang terjadi sebagai dampak dari kecanduan gim atau pun judi daring tadi.

 

2 dari 3 halaman

Dampak Kecanduan pada Fungsi Otak

Dampak Fisik

“Secara fisik ada obesitas karena setiap harinya hanya duduk saja dan tidak ada kegiatan fisik atau bahkan malnutrisi karena mereka cenderung makan makanan instan seperti mie instan atau makanan ringan yang tidak bergizi.”

Kurangnya nutrisi yang masuk ke dalam tubuh dapat menyebabkan rasa Lelah sepanjang hari dan sistem imun akan turun.

Dampak Sosial

Siste menambahkan, secara sosial ada agresivitas. Anak-anak yang kecanduan bermain gim daring rentan untuk meniru atau mempraktikan kejadian dalam permainan ke kehidupan nyata.

Misal, anak menjadi pemarah dan mengeluarkan kata yang tidak pantas saat dimarahi orangtua.

“Misalnya kata ‘ku bunuh kau’ yang terbiasa dari gim daring juga misalnya dari permainan tembak-menembak.”

Dampak pada Fungsi Otak

Kalau bicara tentang adiksi internet maka kita tidak bisa lepas dari fungsi otak, kata Siste. Menurutnya, para orangtua harus meningkatkan kesadaran untuk melindungi anak-anaknya dari kecanduan gim.

“Ketika seorang anak atau remaja mengalami kecanduan internet maka ada area-area otak yang rusak. Misalnya pada bagian dorsolateral prefrontal cortex ketika rusak, maka seorang anak atau remaja tidak bisa lagi mengendalikan perilaku bermain internetnya.”

Pada mereka yang mengalami kecanduan internet, umumnya memiliki keinginan untuk berhenti namun ia tidak bisa berhenti.

“Ada juga gangguan emosi dan memori, jadi daya memori mereka menjadi turun dan emosinya menjadi labil.”

 

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut Ini: