Sukses

Layanan Sunat Di Rumah untuk Hindari Risiko COVID-19

Liputan6.com, Jakarta Merebaknya COVID-19 menjadi salah satu alasan Rumah Sunat dr. Mahdian meluncurkan layanan Sunat di Rumah. Layanan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan saat prosedur sunat berlangsung.

Menurut keterangan pers yang diterima Liputan6.com (2/4/2020), secara psikologis pasien akan lebih nyaman disunat di rumah sendiri karena merasa akrab dengan lingkungannya. Pasien juga akan lebih nyaman pasca sunat karena segala kebutuhannya tersedia dan tak perlu melakukan perjalanan pulang. 

“Sunat di rumah adalah salah satu cara sunat yang dianggap lebih praktis, pasien tidak harus beranjak ke mana-mana, baik sebelum melakukan tindakan, maupun setelahnya,” seperti dikutip dari rilis.

Petugas sunat akan mendatangi rumah pasien dengan dilengkapi alat pelindung diri (APD) dan segala perlengkapan sunat. Hal ini sesuai ketentuan medis agar pasien merasa aman.

2 dari 3 halaman

Metode Sunat

Menurut rilis metode sunat dibedakan menjadi tiga yaitu tradisional, konvensional, dan modern. Tradisional biasanya diterapkan di pedesaan,  masih menggunakan alat pisau, golok atau bambu. Sementara metode konvensional, melarang pasien khitan untuk beraktivitas. 

Metode sunat modern adalah metode dengan menggunakan alat sekali pakai. Metode ini memiliki risiko yang lebih minim dibandingkan dengan kedua metode sunat lainnya.

Metode ini telah diakui Organisasi Kesehatan Internasional (WHO) dengan proses yang cepat dalam waktu 5 hingga 10 menit. Setelah sunat pasien bisa kembali beraktivitas seperti biasanya.

Menurut The American Psychiatric Association, terdapat 10% orang di dunia yang memiliki fobia terhadap jarum suntik. Biasanya, orang yang memiliki fobia tersebut akan menghindari perawatan medis dengan menggunakan jarum suntik. Dalam metode modern, penggunaan jarum suntik ditiadakan.

Tidak digunakannya jarum suntik memiliki tiga keunggulan utama. Pertama anak tidak akan takut jarum, kedua obat cepat diserap, dan ketiga mengurangi kontaminasi virus atau bakteri.

 

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut Ini: