Sukses

Setiap Hari, Pria Ini Membersihkan Coretan Vandalisme Ujaran Kebencian

Liputan6.com, Jakarta Sudah menjadi kebiasaan bagi Corey Fleischer untuk 'membersihkan' segala bentuk vandalisme yang bersifat rasis atau mengandung ujaran kebencian di Montreal, Kanada. Pekerjaan itu dia lakukan di sela-sela kegiatannya sehari-hari.

Fleischer sendiri sudah melakukan ini lebih dari lima tahun. Salah satu kejadian terjadi saat dia sedang mengendarai truknya ketika melihat sebuah kendaraan pengantar buah yang dicoret lambang swastika dan huruf "KKK".

Fleischer kemudian menepi dan menawarkan bantuan pada pemilik kendaraan itu. Namun, dia enggan untuk melakukannya saat itu juga. Seketika, pria botak dan jangkung itu segera bertanya dan mengetahui bahwa ada beberapa pesanan yang harus diantarkan ke komplek perumahan komunitas Yahudi di Hampstead.

"Saya segera naik ke truk dan membarikadenya. Saya tidak senang dan saya bilang, 'Anda tidak akan kemana-mana,'" ujar Fleischer seperti dikutip dari The Star pada Sabtu (15/12/2018). Setelah itu, dia segera menghapus tulisan tersebut dalam sepuluh menit.

Pada 5 Desember 2014, dia membagikan foto-foto sebelum dan sesudah dari mobil van itu ke Facebook dan Instagramnya. Inilah pertama kalinya nama Corey Fleischer terdengar ke publik. Sebelumnya, dia hanya menghapus berbagai vandalisme kebencian sebagai hobi.

 

Saksikan juga video menarik berikut ini:

2 dari 3 halaman

Menghapus kebencian pertamanya

Hate Will Never Win. ☑️ #ErasingHate

Posted by Erasing Hate on Tuesday, 30 October 2018

Mengutip cbc.ca, simbol kebencian pertama yang dia hapus adalah logo Nazi. Sembilan tahun lalu, dia sedang berkendara di Monkland Avenue saat melihat lambang itu tertera di atas sebuah balok beton. Dia membiarkannya namun tidak bisa menghilangkan perasaan menyesalnya.

Pria yang memiliki perusahaan pembersih itu memberitahu pemilik rumah bahwa mesin pembersihnya rusak dan dia akan kembali esok harinya.

"Aku kembali ke Monkland dan menghapus swastika pertamaku," kata Corey.

Fleischer sendiri adalah seorang Yahudi. Namun, dia mengaku tidak terlalu religius. Dia mengejar gelar untuk studi perempuan di Brock University, St. Catharines, Ontario. Namun, keinginannya yang sebenarnya adalah bermain hoki.

Fleischer sendiri telah menjalanken gerakan Erasing Hate. Inisiatif ini untuk menghapus berbagai simbol kebencian dari ruang publik. 

 

3 dari 3 halaman

Menggunakan media sosial

Dia mengetahui keberadaan vandalisme yang mengundang kebencian lewat media sosial. Di mana, orang-orang melaporkan hal tersebut kepada dirinya.

Namun, dia merasa marah ketika seseorang dibeda-bedakan berdasarkan keyakinan, seksualitas, hingga warna kulit mereka. Maka, saat berhasil menghapus sebuah bentuk ujaran kebencian, dia merasa hal itu sangat menggembirakan.

"Perasaan bahwa aku menghapus kejahatan kebencian adalah salah satu yang kucari seumur hidupku," ujarnya.

 

Insiden terkait ujaran kebencian di Montreal memang jarang terjadi. Dari 172 kejahatan yang dilaporkan, 71 di antaranya terkait dengan agama. Sebagian besar dari mereka (36) diarahkan kepada para Yahudi. Sementara, 33 dari kasus itu diarahkan terhadap orang-orang Muslim.

Ke depannya, Fleischer berencana merilis aplikasi Erasing Hate. Ini memungkinkan siapa pun bisa mengirim foto dan lokasi vandalisme kebencian ke Fleischer. Setelah itu, dia bisa menggunakan media sosial untuk meminta sukarelawan menghapusnya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Dirut Akan Laporkan Vandalisme Transjakarta ke Polisi
Artikel Selanjutnya
Polri: Bahar bin Smith Sudah Tersangka, tapi Tak Ditahan