Sukses

Dibanding SBMPTN 2018, Akpol Lebih Menggairahkan di Mata Nilam Sukma

Liputan6.com, Jakarta Jenjang karier menjanjikan merupakan alasan terbesar Nilam Sukma Pawening, 18 tahun, lebih memilih ikut tes masuk sekolah kedinasan dibandingkan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2018. Dia berharap bisa lolos Akademi Polisi (Akpol).

"Aku mau yang pasti-pasti saja. Sekolah kedinasan, Insyaallah, masa depan sudah pasti, sudah jaminan. Kalau PTN, kerjanya masih belum tahu, dan ke depan pasti semakin susah," kata Nilam saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Rabu, 18 April 2018.

Alasan lain yang membuat Nilam semakin yakin tidak ikut SBMPTN 2018 adalah, "Setahuku, kalau sudah daftar Akpol, tidak diperuntukkan untuk SBMPTN. Waktu tes keduanya juga berbarengan."

Lagipula, menurut Nilam, suasana belajar di Akpol tidak berbeda jauh dari perguruan tinggi pada umumnya. Sama-sama menempuh pendidikan selama empat tahun, ada tugas akhir, dan ada skripsi. "Sama saja, kan?" kata siswi SMA Negeri 67 Jakarta Timur ini.

Di saat murid SMA yang lain baru mau SBMPTN pada 8 Mei 2018, Nilam sudah duluan mengikuti tes untuk masuk Akpol. "Aku sudah dari minggu kemarin," kata Nilam menjelaskan.

Bahkan sebelum UN, mantan Paskibraka Nasional 2016 dari DKI Jakarta ini sudah disibukkan urusan pengumpulan berkas-berkas.

"Akpol itu mengumpulkan berkas terakhir 12 April. Sedangkan di tanggal itu, anak kelas 3 baru mulai UN. Jadi, aku menyelesaikan semua berkas sebelum UN. Pas UN, aku tinggal melengkapinya saja," kata Nilam.

 

1 dari 3 halaman

Perjalanan Nilam Menjadi Polisi

Perjuangannya masih berlanjut. Begitu selesai UN pada pukul 10.00 WIB, gadis yang terpecaya jadi pembawa baki pada upacara 17 Agustus pagi hari di Istana Negara, langsung cabut ke Polda.

"Teman-teman yang lain pulang ke rumah untuk belajar, aku harus ke Polda dulu."

Di mata atlet voli ini, sekolah kedinasan adalah suatu hal yang sangat keren. Masuknya saja susah, yang diterima cuma 30 orang (untuk perempuan), dan sembari kuliah bisa sambil kerja juga. "Digaji pula," kata Nilam.

Namun, alasan paling mendasar Nilam memilih sekolah kedinasan daripada perguruan tinggi negeri maupun swasta, karena tak mau lagi merepotkan orangtua. "Intinya sih itu. Sudah cukup aku merepotkan mereka," kata dia menambahkan.

 

2 dari 3 halaman

Nilam Selangkah Lagi

Langkah Nilam memperoleh yang dia cita-citakan tinggal sedikit lagi. Jumat, 20 April 2018, dia akan menjalankan tes kesehatan. Baru setelah pengumuman UN, akan dilanjutkan dengan tes jasmani.

"Akan tetapi menunggu hasil UN dulu. Kalau misalnya rata-rata NEM tidak bagus, berarti tidak bisa lanjut," katanya.

Walaupun sempat menemukan kendala saat UN mata pelajaran matematika, tapi Nilam optimis mampu mendapatkan rata-rata nilai yang diharapkan.

"Kalau ternyata Akpol ini tidak lolos, aku akan tes AU," kata Nilam meyakinkan.

 

Artikel Selanjutnya
716 Peserta Absen Ikuti SBMPTN di Kampung Jokowi, Ada Apa?
Artikel Selanjutnya
Perjuangan Nadia, Peserta Difabel Ikuti Ujian SBMPTN