Sukses

5 Penyakit yang Butuh Bantuan Ganja

Liputan6.com, Jakarta Selama ini marijuana atau ganja dikenal sebagai tanaman yang dapat membahayakan bagi kesehatan. Menurut laman BNN, Badan Anti Narkona penggunaan ganja yang tidak tepat dan sembarangan dapat berdampak buruk bagi kesehatan, seperti kecanduan, timbul rasa cemas dan kerusakan otak. 

Penggunaan ganja yang tak tepat atau sembarangan bisa berdampak buruk bagi kesehatan, seperti menimbulkan kecanduan, kecemasan, hingga kerusakan otak.  

Ganja berasal dari tanaman cannabis sativa yang memiliki kandungan zat narkotik. Ganja mengandung zat aktif tetrahidrokanabinol (THC) dan 65 zat kimia lain. THC menciptakan efek eforia alias kesenangan tanpa sebab dalam waktu relatif lama dan membuat para penggunanya ketagihan. 

Meski kerap disalahgunakan, penggunaan ganja dengan jumlah dan cara tepat dapat bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa negara bagian di Amerika Serikat bahkan telah melegalkan ganja untuk kebutuhan medis. 

Para ahli kesehatan telah mengubah pikiran mereka mengenai ganja, baru-baru ini, koresponden medis CNN Sanjay Gupta membalikkan pendapatnya tentang ganja dalam medis. Dibalik kontroversialnya perdebatan mengenai apakah ganja seharusnya dilegalkan, banyak orang yang setuju dengan sikap baru Gupta dan mereka percaya bahwa obat tersebut harus dilegalkan untuk penggunaan medis.

Jika Anda tinggal di negara bagian dimana ganja telah dilegalkan dan dokter telah menyarankannya akan mendapatkan "kartu ganja" dan akan dimasukkan dalam daftar yang memungkinkan untuk membeli ganja dari apotik.

 

2 dari 2 halaman

Medis

Dalam medis ganja dapat digunakan dengan cara dihisap, dimakan (biasanya dalam bentuk permen atau cookies), dan diambil sebagai ekstrak cairan. Banyak dari kita yang tidak mengetahui manfaat ganja bagi kesehatan, inilah beberapa penyakit yang dapat diobati dengan ganja, seperti yang dilansir dari laman Business Insider, Selasa (26/8/2018).

1. Mengobati glaukoma. Penggunaan ganja dapat digunakan untuk mengobati dan mencegah penyakit mata glaukoma, yang meningkatkan tekanan pada bola mata, merusak saraf optik dan menyebabkan hilangnya penglihatan.

2. Menurunkan kecemasan. Pada tahun 2010, para peneliti di Harvard Medical School menyarankan bahwa beberapa manfaat obat sebenarnya dapat mengurangi kecemasan dan akan memperbaiki mood si perokok dan bertindak sebagai obat penenang dalam dosis rendah. Jika digunakan dalam dosis tinggi dapat meningkatkan rasa cemas dan ketakutan.

3. Mengatasi gejala Lupus dan kelainan autoimun. Ganja medis digunakan untuk mengobati penyakit autoimun Sistemik Lupus Ertyhematosus. Lupus merupakan penyakit yang menyerang dirinya sendiri tanpa alasan yang jelas. Beberapa bahan kimia dalam ganja tampaknya memiliki efek menenangkan pada sistem kekebalan tubuh yang mungkin membantu mengatasi gejala Lupus.

4. Ganja melindungi otak setelah terkena stroke. Penelitian dari Universitas Nottingham menunjukkan bahwa ganja dapat membantu melindungi otak dari kerusakan akibat stroke, dengan mengurangi ukuran area yang terkena dampak stroke.

Ini bukan satu-satunya penelitian yang menunjukkan efek neuroprotective dari ganja. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tanaman tersebut dapat membantu melindungi otak setelah kejadian traumatis lainnya, seperti gegar otak.

5. Memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer. Sebuah studi yang dipimpin oleh Kim Janda dari Scripps Research Institute mengemukakan marijuana mungkin dapat memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer. Studi tahun 2006, yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Pharmaceutics, menemukan bahwa THC, yaitu bahan kimia aktif dalam ganja memperlambat pembentukan plak amiloid dengan menghalangi enzim di otak yang membuatnya. Plak ini membunuh sel otak dan menyebabkan Alzheimer.

Loading
Artikel Selanjutnya
Pemerintah Uji Coba Kartu Prakerja di Jakarta dan Bandung
Artikel Selanjutnya
Masuk Daftar 100 Kota Berbahaya di Dunia, Jakarta Masih Lebih Aman dari Kuala Lumpur