Sukses

Hindari Alzheimer dengan 5 Langkah

Liputan6.com, Jakarta Alzheimer adalah penyakit yang sering mendera para lanjut usia. Saat seseorang terkena penyakit ini otaknya secara perlahan kemampuan kognitifnya berkurang. Dan bila sudah terkena, sel-sel saraf akan berhenti berfungsi. Gejala yang akan terlihat adalah lupa akan hal-hal penting seperti lupa dimana rumah berada bahkan bisa sulit mengelola uang tutur neurologist dari Monterfiore Medical Center in New York, Richard B. Lipton, M.D.

Selain faktor genetik, gaya hidup pun bisa membuat seseorang terkena Alzheimer. Kurangi risiko terkena penyakit ini saat tua dengan melakukan hal berikut seperti dilansir Good Housekeeping, Rabu (13/8/2014).

2 dari 4 halaman

Kurangi junk food

1. Kurangi junk food
Burger, fried chicken, hot dog memang enak di lidah tapi ini tak baik untuk kesehatan Anda. Menurut dokter Lipton lebih baik konsumsi makanan sehat seperti ikan, buah, biji-bijian, sayuran serta makanan yang mengandung Vitamin D3.

2. Banyak bergerak
Buang rasa malas berolahraga jika tak ingin sel-sel pada otak cepat rusak. Tak perlu aktivitas olahraga berlebih, cukup dengan berjalan cepat setiap hari bisa mengurangi terkena Alzheimer hingga 40% menurut studi dari Framingham Longitudinal Study di tahun 2010.

3 dari 4 halaman

Jaga berat badan normal

3. Cintai jantung
Cintai jantung Anda dengan menjaga tekanan darah dan kolesterol. Tingginya tekanan darah dan kolesterol bisa merusak arteri dan menyebabkan penyakit jantung, serangan jantung, stroke yang terkait dengan penyakit alzheimer. Menurut Alzheimer Association sekitar 80% pasien Alzheimer memili masalah pada kesehatan jantungnya.

4. Jaga berat badan normal
Tak perlu langsing-langsing, asalkan berat badan Anda dalam rentang normal bisa membantu mengurangi Alzheimer. Kelebihan berat badan meningkatkan risiko terkena penyakit ini dua kali lipat. Dan jika sudah obesitas risikonya jadi empat kali lipat.

4 dari 4 halaman

Main TTS

5. Asah otak
Main teka teki silang atau sudoku serta mencoba belajar bahasa baru maupun keterampilan baru bisa menstimulus ingatan dan menjaga ingatan tetap tajam.