Liputan6.com, Jakarta Banyak perempuan Indonesia yang menikah di usia sangat muda, kurang dari 19 tahun. Jumlahnya lumayan besar, sekitar 45 persen dari seluruh populasi penduduk Indonesia. Inilah penyebab mengapa angka kematian ibu (AKI) masih tinggi.
"Salah satu MGD's yang masih sulit untuk dicapai pada tahun 2015 adalah AKI ini. Salah satu penyebabnya, usia nikah perempuan di Indonesia masih terlalu muda, 19 tahun," kata Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, MSC, PhD dalam Rapat Koodinasi Nasional (Rakornas) Kemitraan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Tahun 2014, Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Selasa (25/3/2014)
Ketika menikah di usia muda dan hamil, perempuan itu masih belum bisa mengambil keputusan sendiri. Harus menunggu keputusan keluarga, terlebih bila perempuan itu tipikal orang penurut dengan mertua.
Sesudah itu, ketika keputusan sudah didapat, untuk mencapai rumah sakit haruslah menggunakan transportasi. Kalau perempuan itu mendapatkan suami yang memiliki mobil dan supir pribadi, maka segala sesuatu akan mudah. Bagaimana buat perempuan yang tidak mendapatkan itu? Jika semua kendala tersebut dapat diatasi, lanjut Ali Ghufron, belum tentu semua akan lancar-lancar saja begitu tiba di rumah sakit.
"Kalau dia mengalami pendarahan, ketersediaan darah di rumah sakit belum tentu ada. Terkadang, darah ada, dokternya yang tidak ada. Atau, semuanya ada, tapi masih dipersulit dengan urusan administrasi," kata dia menambahkan.
Melihat risiko seperti ini, menjadikan masalah ini cukup serius dan perlu penanganan khusus. Untuk itu, Ali Ghufron menyarankan agar berpikir ulang untuk menikah atau menikahi anak gadisnya terlalu muda. "Orangtua juga harus melihat kematangan dari anak tersebut. Kalau kira-kira belum, ada baiknya jangan," kata Ali Ghufron menekankan.
Menurut Ali Ghufron, AKI dari tahun 2000-an sudah mengalami penurun. Disebutkan dia, pada tahun 1999 sampai 2000, AKI mencapai 421 per 100.000 kelahiran hidup. Pada tahun 2007, jumlah AKI mengalami penurunan sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup.
"Target MDG's di tahun 2015 adalah 102 per 100.000 kelahiran hidup. Tapi, di tahun 2012 akhir, AKI ini melonjak kembali, menjadi 359 per 100.000 kelahiran hidup," kata dia menerangkan.
Meski begitu, ada beberapa target MDG's yang sudah tercapai. Seperti permasalahan gizi dan penyakit menular, Tuberkulosis (TB). Selain itu, angka kematian bayi diharapkan menghasilkan sesuatu yang membanggakan.
Pernikahan Dini, Penyebab Utama Banyak Ibu Meninggal
Perempuan Indonesia yang menikah di usia sangat muda yakni kurang dari 19 tahun sekitar 45 persen sehingga Angka Kematian Ibu tinggi.
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/655534/original/pernikahan.jpg)
Perbesar
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Kelola Sampah Jadi Energi, PSEL Bogor Raya 1 Kurangi Emisi 640.000 Ton6 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
- 1.200 Ton Sampah Bandung Diolah Jadi Sumber Energi23 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
- Tekan Polusi, Jaksel Gencarkan Penghijauan1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
- Petani Sawit Swadaya Dapat Dukungan Rantai Pasok Berkelanjutan1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
- Mengenal Perdagangan Karbon Sebagai Sumber Ekonomi Baru1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
- Jakarta Padamkan Lampu 60 Menit pada 19 September, Cek Lokasinya1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
- Jangan Diburu! Penyu Jadi Spesies Kunci dalam Keseimbangan Ekosistem Laut3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
- Saat Rak Supermarket Jadi Kunci Dorong Pola Makan Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
- Bappenas Soroti Dekarbonisasi Industri dan Pembiayaan Hijau6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
- Di KTT BRICS, Prabowo Ajak Anggota Manfaatkan Ekonomi Hijau dan Mineral Kritis6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
- Target 100 Persen Sampah Terkelola pada 2029, Ini Strategi KLH1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
- Pasar Karbon Berkualitas Bukan Sekadar Kejar Nilai Ekonomi1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350433/original/029287200_1789615728-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-17T102714.549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491146/original/066985700_1770086696-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-03T094228.234.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)