Sukses

Loren Rhoads, Wanita si Penjelajah Makam (1)

Liputan6.com, Florida Menjelajah tempat-tempat wisata di berbagai negara memang hal yang menarik. Tetapi wanita ini lebih senang bepergian untuk menjelajah makam-makam kuno!

 

Loren Rhoads, wanita asal Michigan, Amerika Serikat ini telah menjelajah lebih dari 100 makam di hampir seluruh negara di dunia. Sekitar 50 dari hasil penjelajahannya itu dipublikasikan di dua bukunya: Wish You Were Here: Adventures in Cemetery Travel, dan buku kumpulan foto Cemetery Travels Notebook.

 

Buku Wish You Were Here bahkan memuat sejumlah hal-hal mengejutkan dunia wisata. Banyak taman nasional dan sejumlah tempat wisata ternyata memiliki makam di dalamnya. Yosemite National Park dan Gettysburg Mlitary National Park di Amerika Serikat merupakan salah satu diantaranya. Loren juga mencatat sejumlah tempat pemakaman di Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang bahkan menjadi lokasi wisata.

 

Kegemarannya menjelajah makam dimulai sejak tahun 90-an ketika ia mengedit buku Death’s Garden: Relationships with Cemeteries. Buku ini berisi kumpulan foto dari 27 fotografer dan penulis mengenai area-area pemakaman di Argentina dan Amerika Serikat.

 

Selama proses dokumentasi tersebut, penulis buku itu mencatat sebagian nama yang terukir di nisan adalah remaja yang mati bunuh diri, pasangan orang-tua, meninggal karena kecelakaan, hingga meninggal secara alami.

 

"Saya percaya bahwa rasa penasaran itu radikal dan bersifat transformatif. Saya menjelajah makam karena saya penasaran, dan sejak itu tingkat penasaran saya bertransformatif. Dari sesuatu yang takut, biasa, lalu menjadi ketertarikan," kata Loren dalam blognya seperti dikutip Senin (10/3/2014).

 

Selama proses mengedit buku tersebut, Loren mendapati bahwa sebuah makam memiliki sejarah yang luar biasa, mulai dari sejarah yang meninggal didalamnya, arsitekturnya, hingga kultur makam itu sendiri.

 

Terlepas dari anggapan mengerikan mengenai makam, Loren lebih banyak menulis cerita-cerita menyentuh dan historikal mengenai makam dan nisan ketimbang hantu dan hal-hal mistik.

 

"Cerita tentang makam dan nisan sudah cukup banyak mengenai hantu-hantunya. Tetapi sesungguhnya cerita tentang hal lain seperti sejarah, arsitektural, dan lainnya jauh lebih banyak," kata Loren dalam blognya.

 

Meski demikian, ia juga berencana akan mempublikasikan perjalanannya bertemu hal-hal mistis selama menjelajah makam.