Sukses

Tiba di Pemondokan, Suasana Haru Selimuti Jemaah Haji Asal Makassar

Liputan6.com, Makkah- Jemaah haji gelombang kedua asal Embarkasi Makassar tiba di pemondokan haji Indonesia di Syisyah, Makkah, Sabtu (20/7/2019). Sebelumnya 445 calon haji dan 18 petugas kloter ini tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Sabtu pagi Waktu Arab Saudi.

Begitu tiba di pemondokan, suasana haru biru langsung menyelimuti seluruh jemaah haji yang telah mengenakan pakaian ihram. 

"Hari ini mulai kedatangan jemaah gelombang kedua dari Bandara Jeddah. Jemaah yang tiba dari Bandara Jeddah sebanyak 12 kloter. Dimulai tadi pagi jam 03.20 itu UPG 13, kemudian disusul JKG dan JKS. Disaat yang sama kedatangan dari Madinah masih berlangsung dan cukup banyak, sekitar 18 kloter," Kata Kepala Daerah Kerja Makkah PPIH 2019 Subhan Cholid yang dilansir Antara

"Jadi Daker Makkah hari ini akan menerima kedatangan jemaah sebanyak 30 kloter. Di mana 12 dari arah Jeddah, dan 18 kloter dari arah Madinah," tambah Subhan. 

Kedatangan mereka yang sebagian besar berasal dari Makassar dan Papua disambut langsung Wakil Duta Besar RI untuk Arab Saudi Dicky Yunus, Konsulat Jenderal Jeddah Mohamad Hery Sarip Udin serta Kepala Daerah Kerja Bandara Jeddah-Madinah Arsyad Hidayat.

Subhan mengimbau, kepada jemaah calon haji Indonesia yang baru tiba di Makkah agar tidak buru-buru melakukan ibadah ke Masjidil Haram.

"Sebagian besar jemaah tidak pernah ke Makkah. Karena ingin secepatnya ibadah di Masjidil Haram umumnya jemaah buru-buru ingin ke Masjidil Haram. Ketika ibadah dilakukan dini hari dan selesai sudah terang, jemaah jadi bingung karena tiba di Makkah malam hari kemudian kembali dari Masjidil Haram siang hari. Tanda-tanda apa yang ada di situ dia tidak ingat. Ini kendala secara teknis yang dihadapi jamaah di lapangan," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Minta Pindah Kamar

Masalah lain yang dihadapi jemaah calon haji Indonesia adalah ketika mereka baru tiba di hotel tempat menginap.

Sebenarnya, petugas haji sudah menata dengan rapi penempatan jemaah di kamar-kamar hotel sesuai dengan penamaan. Tetapi masih saja ada anggota jemaah yang minta pindah kamar.

"Terkait pembagian kamar, sesungguhya petugas sudah membagi sesuai nama, ada namanya namun ada sebagian anggota jamaah yang sudah mempersiapkan diri, saya dengan ini, yang berbeda dengan yang ditulis di pintu. Karena nama-nama yang tertulis di pintu-pintu itu berdasarkan manifes yang disusun siskohat," ungkap Subhan.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Kebahagiaan Haji Asal Bone Bisa Mencium Hajar Aswad
Artikel Selanjutnya
Makna Ibadah Haji dalam Persatuan Umat