Liputan6.com, Beijing - Layaknya seperti orang-orang di belahan dunia lain, masyarakat China sering kali memiliki nama panggilan selain nama resmi mereka. Beberapa di antaranya mungkin mengejutkan orang-orang dari budaya lain karena terdengar rendah hati atau bahkan kurang menyenangkan.
Dikutip dari South China Morning Post, Senin (19/10/2026), orang tua China secara tradisional memberi anak-anak mereka nama panggilan yang terdengar rendah hati, terkadang bahkan kasar, terkadang menggunakan nama hewan seperti "Anjing" atau "Babi." praktik ini sudah ada sejak zaman kuno.
Para orang tua percaya bahwa semakin sederhana nama panggilannya justru semakin baik, karena hal itu mungkin bisa membantu memastikan anak mereka tumbuh dengan sehat.
Advertisement
Praktik ini adalah upaya putus asa pada zaman dahulu, ketika teknologi kedokteran masih terbatas dan usia harapan hidup rata-rata masyarakat masih pendek.
Karena hal ini, banyak keluarga, mulai dari keluarga biasa hingga keluarga kerajaan, memberikan nama panggilan hewan kepada anak-anaknya, berharap anak-anak mereka tumbuh dengan sehat dan kuat seperti hewan yang dipercaya memiliki vitalitas yang kuat.
Seorang sastrawan besar di masa Dinasti Song Utara (960-1127) Ouyang Xiu menulis dalam bukunya Dao Shan Qing Hua bahwa keluarga yang ingin anak-anaknya tumbuh dengan baik sering memilih kata-kata yang merendah dan unik untuk anak mereka.
Contohnya seperti gou sheng (sisa makanan anjing), gou dan (anjing dan telur), gou shi (kotoran anjing), dan zhu wa (anak babi).
Beberapa orang tua menamai anak mereka benda-benda yang keras seperti batu, palu besi, tiang besi, atau gembok. Nama-nama tersebut membawa harapan agar anak-anak mereka cukup tangguh untuk bertahan menghadapi penyakit atau musibah lainnya.
Orang tua lain yang memberikan nama sederhana kepada anak-anak mereka percaya bahwa nama yang tidak mencolok akan mengurangi perhatian roh jahat dan membantu melindungi mereka dari ketidakberuntungan.Â
Kaisar Wu dari Dinasti Han Barat (202 SM-9) memiliki nama panggilan zhi, yang berartikan "babi" di bahasa China Kuno. Penulis dan diplomat dari Dinasti Han Barat Sima Xiangru memiliki julukan quan zi yang artinya "anak anjing."
Banyak yang Sudah Meninggalkan Tradisi Karena Semakin Modern
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375435/original/068411500_1792145815-little-plant-sHcsEun6TSE-unsplash.jpg)
Lalu sejarawan dari Dinasti Selatan (420-589) Fan Ye, dipanggil "zhuan er"Â yang berarti "batu bata."
Ada pula menurut salah satu puisinya, penyair dan jenderal terkenal dari Dinasti Song Selatan (1127-1279) Xin Qiji memberikan panggilan "tie zhu"Â yang artinya "tiang besi" kepada putranya.
Kaisar pendiri Dinasti Ming (1368-1644) Zhu Yuanzhang dijuluki chong ba, yang artinya "yang kedelapan," karena ia adalah anak kedelapan dalam keluarganya.
Kini, berkat kemajuan di bidang kedokteran, hanya sedikit keluarga China, kecuali beberapa di daerah pedesaan, yang masih melanjutkan tradisi ini. Para orang tua tidak lagi merasa perlu menggunakan nama-nama seperti itu untuk melindungi anak-anak mereka dari kesialan.
Seorang wanita yang lahir pada tahun 1980-an di Provinsi Shaanxi, barat laut China, menulis di media sosialnya bahwa nama panggilannya adalah gou dan (anjing dan telur). Ketika ibunya mengunjunginya di kampus dan memanggilnya dengan nama tersebut di hadapan teman-teman sekamarnya, mereka tidak bisa menahan tawa.
"Aku sangat malu saat itu! Tapi ibu saya sudah terbiasa memanggil saya seperti itu. Setelahnya, saya memintanya untuk tidak menggunakan nama itu di luar rumah," cerita wanita tersebut yang bernama belakang Zhang.
Ia berkata bahwa orang tuanya bersikeras menggunakan nama tersebut lantaran ia hampir meninggal karena suatu penyakit ketika usianya baru beberapa bulan.
Pada tahun 2024, serial televisi komedi Go Sheng Running Quickly yang mengisahkan perjalanan hidup seorang yatim piatu bernama Gou Sheng (sisa makanan anjing) saat tumbuh dewasa, membawa tradisi nama panggilan sederhana ke dalam sorotan dan memicu perdebatan panas.
"Nama panggilan sederhana ini membawa doa tulus dari orang tua. Menurut saya, tradisi ini harus dilestarikan," komentar seorang pengguna.
Pengguna lain menulis, "Saya punya seorang paman berusia 70-an yang nama panggilannya ye hu (pispot). Semua orang di keluarga kami memanggilnya itu, dan saya bahkan tidak tahu nama aslinya."
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328649/original/001837900_1787203589-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-20T122532.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322269/original/035290200_1786523414-cek_fakta_-_ombudsman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441706/original/046861700_1765516083-jasa_marga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375433/original/048723100_1792145745-jason-hu-fWXpjWYCYp0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409523/original/014973200_1479454255-China.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375974/original/091703800_1792287626-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5301189/original/052540900_1753940731-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374914/original/099874700_1792101415-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316857/original/017858700_1785992293-90-16.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3156926/original/090557500_1592541316-india_china.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373938/original/089014500_1792013910-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2947434/original/027332300_1571819804-Ilustrasi_Goldman_Sachs__AFP_PHOTO_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/863260/original/052439900_1430188326-apartemen-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346574/original/077949100_1789182048-Untitled.jpg)