Harapan Menlu untuk ASEAN Jelang Usia 60 Tahun

Indonesia mendorong ASEAN menjadi organisasi kawasan yang lebih efektif dan relevan menjelang usia 60 tahun pada 2027.

Diterbitkan 12 Oktober 2026, 20:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia akan mendorong ASEAN menjadi organisasi kawasan yang lebih efektif, adaptif, dan relevan menjelang peringatan 60 tahun pembentukannya pada 2027. Pemerintah menilai ASEAN perlu memperkuat perannya agar tidak hanya menjadi forum pertemuan, tetapi juga menghasilkan langkah nyata bagi perdamaian dan kesejahteraan masyarakat kawasan.

Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, kawasan yang stabil, damai, dan dapat diprediksi merupakan salah satu fondasi penting bagi negara-negara untuk berkembang.

Menurut dia, ASEAN selama hampir enam dekade telah menjadi salah satu pilar utama kebijakan luar negeri Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

"Selama hampir 6 dekade, ASEAN telah menjadi jangka penjuru polugri (politik luar negeri) kita bagi perdamaian dan stabilitas kawasan dan ini tidak akan berubah," kata Arrmanatha di Kantor Kemlu, Senin (12/10/2026).

Menjelang usia ke-60 ASEAN pada 2027, Indonesia ingin organisasi tersebut memperkuat kapasitasnya dalam menghasilkan keputusan dan kerja sama yang berdampak nyata.

"ASEAN tidak cukup memiliki convening power. ASEAN harus mampu menghasilkan strategic outcome yang menyata dan menjaga perdamaian memperkuat kepercayaan dan hasil konkret bagi rakyat di kawasan," ujarnya.

Arrmanatha mengatakan, Indonesia juga akan mendorong ASEAN berkontribusi lebih besar dalam memperkuat arsitektur kawasan Indo-Pasifik. Upaya tersebut diarahkan untuk memastikan keamanan dan stabilitas bersama serta kesejahteraan bagi seluruh negara di kawasan.

Salah satu langkah yang akan didorong adalah menjadikan ASEAN Regional Forum (ARF) lebih inklusif guna memperkuat rasa saling percaya di antara negara-negara peserta.

Indonesia juga akan mendorong ASEAN Plus Three, East Asia Summit, serta kemitraan dengan para mitra dialog untuk menjadi penggerak kerja sama yang konkret. Turki, yang baru saja menjadi mitra dialog ASEAN, termasuk dalam kemitraan yang disebut Arrmanatha.

Selain kawasan Asia Tenggara dan Indo-Pasifik, Indonesia juga akan berkontribusi memperkuat ketahanan kawasan Samudra Hindia melalui Indian Ocean Rim Association (IORA).

Arrmanatha menegaskan, upaya memperkuat kerja sama kawasan merupakan bagian dari strategi Indonesia membangun ketahanan nasional dan regional.

Pada 2028, Indonesia juga berpeluang mengambil peran dalam kepemimpinan ASEAN melalui jabatan Sekretaris Jenderal ASEAN, sebagaimana disampaikan Arrmanatha dalam pernyataannya.

Kesempatan tersebut, menurut dia, akan dimanfaatkan untuk ikut membentuk arah dan memperkuat kerja ASEAN pada masa mendatang.