7 Oktober Diperingatin sebagai Hari Kapas Sedunia, Apa Maknanya?

Bukan sekadar bahan pakaian, rupanya kapas turut menjadi sumber penghidupan.

Diterbitkan 07 Oktober 2025, 21:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bahan pakaian yang ringan dan lembut di kulit selalu menjadi pilihan banyak orang. Salah satu jenisnya adalah kapas, dikenal dengan teksturnya yang mudah menyerap keringat, hipoalergenik, dan tahan lama.

Dilansir dari United Nations pada Selasa (7/10/2025), kapas bukan hanya menjadi bahan pakaian. Lebih dari itu, kapas menjadi kunci utama bagi jutaan orang di dunia untuk memperbaiki kehidupan mereka.

Namun di balik lembutnya serat bahan ini, tersimpan kisah nyata seseorang, seolah menjadi saksi perjalanan hidup yang sedang meningkatkan perekonomian. Sehingga produk alami ini berhasil menjadi sumber penghidupan bagi sekitar 24 juta petani, yang hampir setengahnya adalah perempuan.

Ditambah lagi, lebih dari 100 juta keluarga di 80 negara di lima benua merasakan manfaatnya, terutama bagi petani kecil, buruh di pedesaan, dan wilayah yang belum terjangkau.

Pada Hari Kapas Sedunia, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyoroti pentingnya meningkatkan visabilitas sektor kapas dan kesadaran dalam pembangunan ekonomi, perdagangan internasional, dan pemulihan kemiskinan.

Melalui peringatan ini, terdapat tujuan untuk menekankan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, kesempatan kerja yang produktif, serta pekerjaan layak bagi semua lapisan masyarakat.

Asal-Usul Hari Kapas Sedunia yang Berawal dari ''Cotton Four''

Inisiatif Hari Kapas Sedunia lahir pada tahun 2019, ketika empat produsen kapas di kawasan sub-Sahara Afrika – Benin, Burkina Faso, Chad, dan Mali, yang dikenal sebagai ''Cotton Four.'' Keempat wilayah ini mengusulkan kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk menetapkan peringatan Hari Kapas Sedunia setiap 7 Oktober.

Hal ini memberikan dampak selama dua tahun berturut-turut, di mana tanggal peringatan tersebut memberikan kesempatan untuk berbagi pengetahuan, dan menampilkan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kapas.

Kini, setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mengakui Hari Kapas Sedunia, peringatan ini menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya akses pasar bagi produk kapas.

Sistem perdagangan kapas internasional yang adil, terbuka, inklusif, dan transparan berperan penting dalam menjaga kehidupan ratusan juta orang rentan di seluruh dunia.

Selain itu, dibutuhkan inventasi yang lebih besar untuk memperluas sektor kapas melampaui produksi bahan mentah, sekaligus menciptakan peluang baru.

Upaya ini dapat dimulai dengan mengolah serat kapas menjadi produk bernilai tinggi, serta mengembangkan produk baru dari bagian lain di tanaman kapas.

Dukungan Lembaga Internasional untuk Petani Kapas Dunia

Lembaga-lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah bekerja bertahun-tahun untuk mendukung perkembangan sektor kapas global.

Seperti Pusat Perdagangan Internasional (ITC) dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), membantu Cotton Four (C-4) – Benin, Burkina Faso, Chad, dan Mali – mengoptimalkan produksi dan meningkatkan kapasitas pengolahan lokal.

Berbagai dukungan terus dilakukan untuk mengatasi hambatan dan ketimpangan yang dihadapi produsen kapas di negara berkembang, melalui Inisiatif Kapan (Cotton Initiative) yang telah berjalan sejak tahun 2003.

Lembaga PBB lainnya, Food and Agriculture Organization (FAQ), memberikan dukungan teknis dan kebijakan guna meningkatkan produktivitas, dan menciptakan lebih banyak peluang di sektor kapas.

Melalui proyek +Cotton yang bekerja sama dengan FAQ dan Brasil, kolaborasi ini membantu produsen Amerika Latin menerapkan metode pertanian inovatif, yang bertujuan mendapatkan hasil yang lebih efisien.

Pakta Kapas Membantu Perekonomian

  • Satu ton kapas dapat menyediakan lapangan kerja sepanjang tahun untuk lima orang, seringkali di beberapa wilayah termiskin.
  • Filamen berbahan dasar kapas menarik bagi printer 3D karena dapat menghantarkan panas dengan baik; menjadikan lebih kuat saat basah; dan lebih mudah diskalakan daripada material seperti kayu.
  • Seratnya tidak hanya digunakan dalam tekstil dan pakaian jadi, tetapi juga untuk produk pangan, seperti minyak nabati dan pakan ternak yang berasal dari bijinya.