Sukses

Ariel Si Penyekap 3 Wanita 10 Tahun: Saya Maniak Seks...

Ariel Castro, pria sadis penyekap 3 wanita selama 10 tahun itu kini tengah menghadapi hukum. Jaksa menyebutkan pria yang mengurung 3 wanita di rumahnya, di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat, itu didakwa dengan pasal pembunuhan. Ancaman hukumannya: eksekusi mati.

Pria yang berprofesi sebagai sopir bus itu juga didakwa atas kejahatan pemerkosaan ketiga korban dan tindak aborsi terhadap korbannya tersebut. Ia pun dikenai denda senilai US$ 7,85 juta atau Rp 68 miliar.

Reporter televisi lokal WOIO, Scott Taylor menguak catatan misterius yang ditulis Ariel. Dalam selembar kertas, penyekap sadis itu mengakui dirinya maniak seks. "Saya maniak seks, tolong saya...," tulis Ariel dalam catatannya, seperti dimuat News.com.au, Jumat (10/5/2013).

Ariel juga menulis, "Mereka (wanita) berada di sini (rumah sekap) karena mereka telah membuat kesalahan, masuk ke dalam mobil orang yang tak dikenal. Saya tak tahu mengapa, (meski sudah menyekap 3 wanita), aku tetap menginginkan wanita lain."

Taylor juga mengungkap, dalam catatannya, Ariel berniat bunuh diri. "Dan memberikan semua hartanya kepada para korban."

Hingga saat ini, publik sulit mencerna betapa sadisnya perlakuan Ariel terhadap 3 wanita, yang masing-masing bernama Amanda Berry, Gina DeJesus, dan Michele Knight. Tidak diketahui juga bagaimana bisa pria sadis ini bisa mengurungnya sampai 10 tahun.

Yang pasti, 3 wanita malang itu diperlakukan seperti budak seks. Disekap dan diikat pakai rantai.

3 Wanita

Tiga wanita yang menghilang sekitar satu dekade lalu itu kini menjalani perawatan di rumah sakit. Amanda lenyap di usia 16 tahun pada 2003, sementara Gina tak diketahui jejaknya setahun kemudian, dalam usia 14 tahun. Sementara Michele hilang pada 2002 saat berusia 20 tahun.

Sejumlah sumber kepada stasiun televisi WKYC mengatakan, setidaknya ada 5 kehamilan yang terjadi di dalam rumah tersebut. Juga dilaporkan penculik biadab itu memukuli para korban yang sedang hamil, membuat janin yang dikandung tak selamat.

Polisi di Cleveland terus menyisir TKP untuk menemukan bukti "kemungkinan ada bukti bayi yang telah diaborsi". (Riz)