Sukses

24 Mei 1819: Kelahiran Ratu Victoria, Nenek Moyang Elizabeth II

Liputan6.com, London - Ratu Elizabeth II akan merayakan 70 tahun berkuasa sejak Februari 1952. Berbagai acara simbolis akan dilaksanakan di Persemakmuran Inggris pada bulan Juni mendatang untuk merayakan kekuasaan Ratu Elizabeth II yang menjalani koronasi pada 2 Juni 1952.

Ia mengalahkan rekor yang dipegang oleh nenek buyutnya: Ratu Victoria. 

Ratu Victoria lahir pada 24 Mei 1819. Sama seperti Elizabeth, naiknya Victoria menjadi ratu Inggris adalah hal yang tidak terduga. Pasalnya, ayah dari Elizabeth adalah William IV yang merupakan anak keempat dari Raja George III.

William naik takhta setelah tiga kakaknya meninggal sebelum memiliki keturunan. Victoria naik takhta ketika berusia 18 tahun setelah Raja William meninggal.

Situs Brittanica mencatat bahwa naiknya Victoria ke takhta merupakan hal yang sangat populer. Selama berkuasa, Ratu Victoria mengikuti disiplin moral yang sangat ketat. Ia juga dikenal orang yang keras kepala dan tidak suka santai-santai. 

Secara tradisi, raja dan ratu Inggris harusnya netral dalam politik, akan tetapi Ratu Victoria dianggap partisan dan punya hubungan dekat dengan Perdana Menteri Lord Melbourne.

Ratu Victoria menikah dengan Pangeran Albert yang merupakan pangeran Jerman. Anak tertua Ratu Victoria adalah Raja Edward VII yang merupakan kakek dari Raja George VI, ayahanda dari Ratu Elizabeth II.

Victoria juga merupakan sosok pertama yang meraih gelar Maharani (Empress) karena Inggris menguasai India. Pada masa kekuasaannya Kekaisaran Inggris memang meraih ekspansi besar-besaran. 

Pada era Victoria, Kekaisaan Inggris menjadi imperialis terbesar di dunia. Inggris juga melarang perbudakan di era ini.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Platinum Jubilee di Indonesia

Kedutaan Besar Inggris di Jakarta menanam pohon Gaharu di pekarangan kantor mereka untuk memperingati 70 tahun kekuasaan Ratu Elizabeth II atau yang disebut Jubilee Platinum. Ratu Elizabeth II adalah penguasa Inggris yang berkuasa paling lama dalam sejarah. 

Pohon yang ditanam pada acara bertajuk Queen's Green Canopy ini adalah pohon Gaharu. Wakil Dubes Inggris Rob Fenn menanam tanaman itu bersama dengan para perwakilan negara-negara persemakmuran, termasuk Dubes Australia Penny Williams.  

Rob Fenn mengingat bahwa ketika Ratu Elizabeth II berkuasa, homoseksualitas masih ilegal, diskriminasi masih ada, The Beatles sedang naik daun, hukuman mati masih berlaku, supermarket belum ada, dan ada pula rasio pangan akibat dampak Perang Dunia. Tetapi kini situasi di Inggris sudah berubah.

Penanaman pohon adalah langkah yang sangat simbolis, sebab puluhan tahun kemudian pohon ini akan tumbuh besar, sehingga mirip dengan Ratu Elizabeth II yang berkuasa sangat lama. 

"Saya pikir ini indah dan sangat layak bahwa kita menghormatinya melalui sesuatu yang kokoh seperti menanam pohon," ujar Rob Fenn di Kedubes Inggris, Rabu (18/5). 

Masih terkait lingkungan, Rob Fenn berkata saat ini Inggris masih terus mendorong agar terjadi realisasi kesepakatan di COP26 yang digelar di Glasgow. Hal tersebut masih menjadi fokus bilateral Inggris saat ini. 

Ketika Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss datang ke Indonesia, Rob Fenn berkata isu kehutanan dan lingkungan juga menjadi bagian pembahasan. 

3 dari 4 halaman

Ratu Elizabeth II Hadiri Acara Berkuda di Peringatan Platinum Jubilee

Ratu Inggris terlihat menghadiri malam terakhir pertunjukan ekstravaganza berkuda untuk merayakan Platinum Jubilee.

Mengutip BBC, Sabtu (16/5), Ratu Elizabeth II yang sudah berusia 96 tahun itu disambut dengan tepuk tangan meriah saat dia tiba di arena kastil di Royal Windsor Horse Show.

Selebritas termasuk Tom Cruise, Helen Mirren dan Katherine Jenkins dilaporkan muncul di perayaan terbuka tersebut.

Acara yang telah berlangsung sejak Kamis 12 Mei malam ini merupakan awal dari perayaan untuk menandai 70 tahun pemerintahan Ratu Inggris.

Kerumunan bersorak ketika Ratu Elizabeth II yang tersenyum tiba dan berjalan ke tempat duduk, ditemani oleh Earl of Wessex.

Ratu Elizabeth II diketaahui tengah memiliki masalah mobilitas dan harus membatalkan sejumlah penampilan publik baru-baru ini. 

Pada Selasa 10 Mei, dia melewatkan pembacaan tahunan Pidato Ratu untuk pertama kalinya sejak 1963.

Kendati demikian sang Ratu Inggris terlihat pada hari Jumat di pertunjukan kuda, di mana salah satu kudanya sendiri diumumkan sebagai juara tertinggi.

Pertunjukan, yang disebut A Gallop Through History, menampilkan lebih dari 500 kuda dan 1.000 penampil.

Disebut sebagai "penghormatan pribadi untuk monarki kita", acara itu membawa penonton melalui lebih dari lima abad sejarah. Termasuk menampilkan militer internasional dan nasional, berkuda dan pertunjukan tari.

Tom Cruise mengumumkan penampilan King's Troop Royal Horse Artillery sebagai "salah satu pertunjukan yang paling memikat, mendebarkan, dari mulut ke mulut".

Rombongan drum baja Angkatan Pertahanan Trinidad dan Tobago menampilkan versi ritmis dari Dancing Queen milik Abba - yang tampaknya dinikmati oleh Ratu. Dia juga terlihat bertepuk tangan selama pertunjukan tradisional dari Royal Cavalry Oman.

4 dari 4 halaman

Hadiah Boneka Barbie Mirip Dirinya pada Ulang Tahun ke-96

Perusahaan pembuat mainan Mattel memberikan kehormatan kepada Ratu Inggris Elizabeth II berupa boneka Barbie yang mirip dengannya. Royal Barbie tersebut menandai peringatan Platinum Jubilee dan 70 tahun tahta Inggrisnya.

Boneka Barbie itu tersedia mulai Kamis 21 April, yang merupakan ulang tahun ke-96 Ratu Elizabeth II. Akan ada serangkaian boneka Ratu Elizabeth II yang merupakan bagian dari Koleksi Tribut Barbie, yang khusus dibuat untuk menghormati tokoh-tokoh terkenal dan sejarah.

Barbie Ratu Elizabeth II akan dihiasi dengan salah satu pakaian paling ikonik kerajaan Inggris: replika tiara Ratu Mary yang dia kenakan selama pernikahannya dengan mendiang Pangeran Philip, serta medali yang terinspirasi oleh Royal Family Orders. Pita merah muda dan biru juga akan menampilkan potret miniatur ayahnya Raja George VI dan kakek George V.

Royal Barbie ini akan dibungkus dalam sebuah kotak yang terinspirasi oleh ruang tahta Istana Buckingham, dan juga akan menampilkan logo dan lencana berbentuk lambang untuk memperingati hari jadi Ratu naik takhta.

Ratu Elizabeth II yang berusia 96 tahun pada Kamis 21 April, naik tahta setelah kematian ayahnya Raja George VI pada 6 Februari 1952. George VI adalah raja yang paling lama berkuasa dalam sejarah Inggris.

Platinum Jubilee for the Queen — pemimpin yang paling lama memerintah dalam sejarah Inggris — akan dimulai pada 2 Juni 2022, dan berlangsung hingga 5 Juni.