Sukses

Ditekan NATO, Rusia Tetap Pertahankan Militer di Perbatasan Ukraina

Liputan6.com, Moskow - Rusia akan tetap menempatkan pasukan di wilayahnya sendiri di dekat perbatasan Ukraina karena ketegangan dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, Minggu (16/1).

"Kami merasa perlu untuk mempertahankan pasukan itu karena situasi yang sangat tegang dan lingkungan yang sangat tidak bersahabat," kata Peskov dalam sebuah wawancara dengan penyiar CNN.

Dikutip dari laman Xinhua, Senin (17/1/2022) Rusia harus mengambil langkah-langkah pencegahan dalam menanggapi pembangunan militer NATO.

Dimana, latihan dan penerbangan jet tempur dan pesawat pengintai di dekat perbatasan Rusia terus dilakukan, katanya.

Namun, Rusia tidak mempertimbangkan tindakan militer bahkan jika negosiasi dengan Amerika Serikat dan NATO tentang jaminan keamanan gagal, kata Peskov.

Namun demikian, Rusia "siap untuk mengambil tindakan balasan" jika kedua belah pihak tidak dapat mencapai konsensus, katanya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Pembicaraan Tanpa Hasil

Awal pekan ini, diplomat Rusia mengadakan pembicaraan dengan Amerika Serikat di Jenewa, dengan Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa di Wina, dan kemudian dengan NATO di Brussel.

Pembicaraan mereka semua berakhir tanpa terobosan.

Peskov mengatakan kepada CNN bahwa NATO enggan berjanji bahwa mereka tidak akan memberikan keanggotaan Ukraina atau menyebarkan senjata ofensif di wilayah Ukraina, yang merupakan negara tetangga Rusia.

3 dari 3 halaman

Infografis Ayo Jadikan 2022 Tahun Terakhir Indonesia dalam Masa Pandemi Covid-19