Sukses

Wanita Asia Tewas Ditabrak Kereta Usai Didorong ke Rel Subway di Kota New York

Liputan6.com, New York City - Seorang wanita keturunan Asia tewas di New York City ketika didorong ke rel kereta. Wanita Asia itu tidak melakukan tindakan provokatif ketika ia didorong. 

Kejadian ini menambah daftar panjang kasus wanita Asia yang menjadi korban kekerasan di New York. 

Sebelumnya, ada pula kasus wanita Asia yang dipukul palu, ditinju di depan anaknya, dikemplang di stasiun, hingga ditendang di depan hotel.

Menurut laporan New York Post, Sabtu (16/1/2021), peristiwa terjadi di stasiun subway Times Square. Korban bernama Michelle Alyssa Go (40). 

Michelle sedang menunggu kereta pada sekitar pukul 09.40 pagi pada Jumat (15/1) waktu setempat. 

"Inisiden ini tidak diprovokasi, dan korban tidak tampak berinteraksi dengan subyek," ujar Wali Kota NYC Eric Adams di stasiun. 

Pelaku adalah pria bernama Simon Partial (61). Seorang wanita lain awalnya juga didekati pelaku, namun ia menghindar. Ia lantas menjadi saksi mata ketika Michelle didorong saat ada kereta yang lewat. 

Simon Partial merupakan pria keturunan Afrika-Amerika dan disebut punya masalah Kejiwaan. Unit kejahatan kebencian kepolisian menginvestigasi kasus ini, namun mencatat bahwa saksi mata yang pertama kali didekati pelaku bukan keturunan Asia.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Wanita Asia Jadi Sasaran

Naiknya kejahatan terhadap komunitas Asia di New York masih jadi sorotan. Belum lama ini, seorang wanita tua imigran China bernama Yao Pan Ma juga tewas diserang saat mengumpulkan sampah. 

Kematian wanita di rel kereta itu membuat komunitas Asia semakin khawatir.

"Serangan terkini yang menyebabkan kematian kepada wanita Asia-Amerika di stasiun subway Times Square terutama adalah hal yang mengerikan bagi komunitas kami," ujar Margaret Fung, direktur eksekutif dari Asian American Legal Defense and Education Fund, seperti dikutip AP News.

Wali Kota New York City sebelumnya, Bill de Blasio, sempat menyiagakan lebih banyak polisi di stasiun, tetapi langkahnya menuai protes. 

Pelaku yang dijerat kali ini ternyata juga memiliki catatan kejahatan, dan sedang bebas bersyarat ketika mendorong wanita ke luar kereta.