Sukses

Murid di Seoul Sekolah Hibrid Akibat Lonjakan COVID-19

Liputan6.com, Seoul - Murid-murid di area ibu kota Seoul akan kembali sekolah hibrid mulai Senin, 20 Desember 2021. Kebijakan ini diambil pemerintah untuk meredam penyebaran cepat COVID-19.

Belakangan ini, kasus harian di Korea Selatan sedang naik. Kenaikan itu mulai drastis ketika pemerintah melaksanakan skema "hidup dengan COVID-19" pada awal November lalu.

Berdasarkan laporan Yonhap, Minggu (19/12/2021), sekolah di area Seoul akan kembali melakukan pembelajaran jarak jauh dalam bentuk hibrid. Pembelajaran memadukan sekolah tatap muka dan online.

Kebijakan serupa juga harus diambil oleh sekolah-sekolah di luar Seoul yang memiliki warga sekolah yang ramai.

Berdasarkan aturan, seharusnya anak-anak kelas tiga sampai enam boleh diisi 75 persen. Tapi, otorias pendidikan di Seoul menguranginya jadi 50 persen saja.

Anak-anak kelas satu dan dua SD boleh sekolah dengan full.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Virus Menyerang Anak Sekolah

Kebijakan sekolah hibrid ini diambil pemerintah karena pasien baru COVID-19 berusia TK hingga SMA sedang naik.

Pada 9-15 Desember 2021, ada rata-rata 869 kasus harian murid sekolah.

Menurut data kementerian kesehatan Korsel, ada total 40.560 kasus usia 0-9 tahun sepanjang pandemi COVID-19. Sebanyak tiga anak meninggal dunia.

Sementara, ada 55.614 kasus usia 10-19 tahun. Tak ada catatan pasien meninggal pada kategori usia ini.

Per Minggu ini, ada 6.236 kasus baru di Korsel. Totalnya, ada 565 ribu kasus positif dan 4.722 pasien meninggal di negara tersebut.

3 dari 3 halaman

Infografis COVID-19: