Sukses

Malaysia Akan Beri Kelonggaran bagi Orang yang Telah Divaksin COVID-19

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Malaysia dapat meringankan beberapa pembatasan bagi orang-orang yang telah sepenuhnya divaksinasi terhadap COVID-19, termasuk mengizinkan mereka untuk makan di restoran, kata Perdana Menteri Muhyiddin Yassin pada Sabtu 24 Juli 2021.

Penduduk yang telah menerima dosis penuh vaksin COVID-19 mungkin juga dapat mengambil bagian dalam lebih banyak kegiatan sosial dan olahraga. Perjalanan antarnegara dapat diizinkan untuk pasangan yang tinggal dan bekerja terpisah satu sama lain.

"Kami akan menyelesaikan (detailnya) dan saya akan mengumumkannya sebagai paket total," kata Muhyiddin kepada wartawan seperti dikutip dari Channel News Asia, Minggu (25/7/2021).

"Saya berharap bahwa ini (relaksasi) akan memberi ruang bernapas bagi orang-orang untuk menjalani kehidupan yang sedikit lebih baik."

Perdana menteri telah mengatakan pekan lalu bahwa pemerintah sedang membahas kemungkinan memberikan beberapa "kelonggaran" kepada orang-orang yang telah mengambil dua dosis penuh vaksin COVID-19 mereka.

Keputusan akan dibuat dalam beberapa hari ke depan, katanya.

Menurut The Star, pemerintah juga berpikir untuk menghapus persyaratan bagi wisatawan yang tiba di Malaysia untuk karantina di hotel atau pusat - jika mereka sepenuhnya divaksinasi.

"Kami sedang membocorkan beberapa opsi untuk pelancong atau warga Malaysia yang kembali dari luar negeri. Mereka dapat menjalani karantina di rumah alih-alih di hotel atau pusat. Ini akan menghemat biaya," kata Muhyiddin seperti dikutip The Star.

"Mereka mungkin diberikan pelacak pergelangan tangan dan harus mengikuti tes swab sebelum keluar dari karantina."

2 dari 2 halaman

Situasi Kasus dan Progres Vaksinasi COVID-19 di Malaysia

Malaysia melaporkan 15.902 kasus COVID-19 baru pada hari Sabtu 24 Juli 2021, rekor jumlah untuk hari kedua berturut-turut.

Sekitar 16 persen dari populasi telah menerima dua dosis penuh vaksin COVID-19, kata menteri kesehatan Adham Baba.

Hampir 16,5 juta dosis telah diberikan per 23 Jul di bawah program imunisasi COVID-19 nasional.

"Sebanyak 34,4 persen atau 11.222.398 individu telah menerima jab pertama mereka," tambahnya.