Sukses

Penampakan Misterius Berbentuk Kacang Terlihat di Google Earth, Pulau Atau Binatang?

Liputan6.com, New Delhi - Sebuah penampakan diduga pulau misterius berbentuk kacang terlihat di lepas pantai Kerala di Laut Arab. Hal ini sontak membuat para ahli kebingungan.

Struktur yang sulit dijelaskan di laut Arab, sekitar 7 km barat dari Pantai Kochi itu bahkan menjadi topik diskusi di media sosial setelah penampakannya muncul di Google Earth.

Penampakan aneh seperti yang terlihat di Google Earth ini belum pernah terlihat sebelumnya. Para ahli menganggapnya sebagai struktur bawah laut sebab tidak ada struktur yang terlihat, meskipun diamati dari pulau di dekatnya. Demikian dikutip dari laman India.com, Kamis (15/7/2021).

Hal ini pertama kali diketahui oleh anggota Pengembangan Pariwisata Chellanam Karshika ketika presidennya, Xavier Julappan Kalipparambil membagikan gambar yang menurutnya berukuran sekitar 22 km persegi (panjang 8 km dan lebar 3,5 km).

Setelah gambar tersebut viral, pejabat Kerala University of Fisheries and Ocean Studies (KUFOS) berencana menyelidiki masalah ini lebih lanjut.

2 dari 2 halaman

Tindakan selanjutnya

K.V. Jayachandran selaku mantan direktur KUFOS mengaku ia turut membaca dan mendengar tentang fenomena ini dari media.

“Dari apa yang saya baca mengenai hal ini, kemungkinan terdapat kumpulan plankton sebagai massa, karena bentuk seperti itu dapat ditangkap oleh satelit. Selain itu, saya tidak menemukan adanya endapan tanah dari laporan manapun,” ujar Jayachandran yang juga menambahkan bahwa fenomena serupa sering terlihat di kuil pon daerah pedalaman.

Sementara itu, K. Riji John sebagai wakil rektor KUFOS juga meluruskan bahwa hanya dengan penyelidikan yang proper saja dapat diketahui apa sebenarnya struktur baru itu.

“Masih terlalu dini untuk membuat komentar atau opini apapun mengenai fenomena ini. Sebagai langkah awal, kami akan mengadakan pertemuan dengan instansi-instansi yang bekerja di bidang ini. Setelah itu, kami akan menghubungi pemerintah negara bagian untuk menindak lanjuti studi kami,” tutur John.

 

Reporter: Ielyfia Prasetio