Sukses

Pemandangan Dramatis Pantai Merah di China, Nikmati Tanpa Baju Renang

Liputan6.com, Panjin - Setiap musim gugur, pengunjung berbondong-bondong ke dermaga di Red Beach Wetland di Kota Panjin, di utara Provinsi Liaoning, untuk mengagumi pantai merah tua yang dramatis di garis pantai paling utara China.

Pantai ini bukanlah seperti pantai pada umumnya yang memiliki hamparan pasir, hanya lahan basah luas berlumpur.

Warna cantik pada pantai tersebut disebabkan oleh seepweed, sejenis rumput laut bernama Suaeda Salsa yang bisa berubah warna karena menyerap kadar garam alkali tinggi. Sehingga tidak diperlukan pakaian renang untuk menikmati pantai China ini.

Dijuluki "garis pantai rekreasi paling romantis di China" oleh media lokal, hamparan lahan lumpur seluas 6.667 hektar di dalam Red Beach National Scenic Corridor atau Koridor Pemandangan Nasional Pantai Merah terdaftar sebagai lokasi pemandangan alam nasional.

Melansir CNN, Rabu (12/8/2020), rumput laut yang menyelimuti laut dangkal ini mulai bertunas di musim semi dan mekar dalam warna merah pada awal Juli. Rona merah semakin menyala saat mendekati musim gugur dan mencapai puncaknya pada bulan September dan Oktober, mengubah dataran lumpur pesisir menjadi seperti karpet merah tua.

 

2 dari 3 halaman

Menarik 2 Juta Pengunjung Setiap Tahunnya

Menurut Red Beach Wetland Resort Administrative Committee, daerah tersebut menarik lebih dari 2 juta wisatawan setiap tahun. Jalan setapak kayu yang berkelok-kelok telah dibangun di atas lahan tersebut, memungkinkan pengunjung untuk berjalan menikmati hamparan Pantai Merah.

Ada sekitar 100 varietas seepweed yang tumbuh di lahan basah pasang surut di dunia. Tetapi tanaman Suaeda yang tumbuh di Panjin merupakan spesies yang unik.

Lahan basah ini juga terkenal dengan kepiting jenis mitten crabs, potongan bambu dan beras, dan yang terakhir merupakan beras resmi Olimpiade Beijing 2008.

Kawasan tersebut merupakan rumah bagi lebih dari 260 spesies burung yang bermigrasi, termasuk black-billed gulls, burung camar paruh hitam yang terancam punah dan red-crowned cranes, bangau mahkota merah liar yang merupakan bangau paling langka kedua di dunia.

Namun seperti banyak tempat rekreasi lainnya di China, Red Beach Wetland juga sempat ditutup sementara waktu untuk mengurangi penyebaran Virus Corona COVID-19 dan baru dibuka kembali pada bulan April.

 

Reporter: Vitaloca Cindrauli Sitompul

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini