Sukses

Pecahkan Rekor, Dua Wanita Ini Keliling Dunia Pakai Sepeda

Liputan6.com, Inggris - Dua orang wanita diketahui berhasil memecahkan rekor dunia untuk waktu tercepat mengelilingi dunia menggunakan sepeda tandem. Cat Dixon (54), dan Raz Marsden (55), diketahui menghabiskan 263 hari bersepeda dan mengalahkan rekor sebelumnya, 281 hari.

Menurut informasi, mereka memulai perjalanan pada Juni 2019 dari Oxford Inggris dan selesai pada Maret lalu, tak lama sebelum lockdown terkait Virus Corona COVID-19 diberlakukan. Prestasi mereka telah dikonfirmasi sebagai bagian dari peluncuran Guinness World Records Day.

Kedua sahabat ini menempuh jarak 18.263 mil (29.391 km) tepatnya dalam waktu 263 hari 8 jam dan 7 menit. Selama perjalanan, termasuk penerbangan ketika tidak ada jalur penyeberangan yang memungkinkan, mereka telah menghadapi musim panas di seluruh Eropa, musim hujan di Asia, dan kebakaran semak-semak Australia.

Perjalanan kemudian berubah menjadi perlombaan melawan waktu ketika mereka naik salah satu feri terakhir ke Inggris pada hari larangan melakukan perjalanan dimulai. Tercatat, rekor sebelumnya dipegang oleh pengendara sepeda asal Inggris Edward Collier dan Louis Paul Snellgrove pada Mei lalu.

2 dari 3 halaman

Tanggapan Guinness World Record

Cat Dixon, yang merupakan seorang pengacara dari Yorkshire, dan Raz Marsden, seorang konsultan perawat Motor Neurone Disease di Rumah Sakit Universitas Oxford, telah mengumpulkan lebih dari £ 40.000 (Rp765.088.084) untuk amal.

Dalam wawancara bersama, mereka mengatakan: "Pengalaman itu luar biasa dan tentu saja bukan sesuatu tanpa tantangan - terutama ketika berlomba untuk pulang ketika perbatasan akan ditutup karena pandemi Virus Corona COVID-19."

Melansir BBC, Senin (3/8/2020) Dixon dan Marsden diketahui sudah melewati 25 negara yaitu Inggris, Prancis, Monako, Italia, Slovenia, Kroasia, Bosnia dan Herzegovina, Montenegro, Albania, Makedonia Utara, Yunani, Turki, Georgia, India, Myanmar, Thailand, Malaysia, Singapura, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Meksiko, Maroko, Spanyol, Gibraltar, dan kembali lagi ke Inggris.

"Memecahkan rekor dunia benar-benar adalah petualangan seumur hidup, dan kami berharap itu akan menginspirasi orang lain untuk percaya bahwa segala sesuatu mungkin bisa terjadi jika anda mengikuti impian Anda."

Craig Glenday, pemimpin redaksi Ts, mengatakan: "Saya senang mendengar bahwa mereka tidak hanya mendobrak gelar wanita tetapi juga rekor dunia secara keseluruhan." Dia mengatakan "kisah penuh semangat tentang tekad, ambisi, dan persahabatan mereka telah menjadi tonik di masa-masa sulit ini".

 

Reporter: Vitaloca Cindrauli Sitompul

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini