Sukses

Hubungan Diplomasi Kian Erat, Kanada dan Indonesia Miliki Kedekatan Sejarah Masa Lalu

Liputan6.com, Jakarta - 1 Juli diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Kanada. Perayaan ini telah menjadi salah satu hari libur nasional dengan apa yang mereka sebut dengan Canada Day

Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Cameron McKay menjelaskan bahwa nilai-nilai yang dijunjung oleh masyarakat Kanada selama ini adalah kompromi, dan toleransi akan keberagaman.

"Nilai-nilai tersebutlah yang dapat membawa Kanada bisa menjadi seperti saat ini, sekaligus menjadi bekal yang selalu dibawa oleh masyarakatnya untuk menjaga negara tersebut bisa menjadi seperti negara maju hingga kini," ujar Dubes McKay. 

Mengingat pandemi Virus Corona COVID-19, perayaan Canada Day tidak diselenggarakan secara semarak seperti biasanya. Dubes McKay mengatakan alih-alih mengadakan perayaan besar, mereka akan menyelenggarakan perayaannya secara virtual. 

Hadir pula dalam pertemuan virtual dalam rangka perayaan Canada Day, Dubes RI untuk Kanada Abdul Kadir Jailani menyampaikan kuatnya diplomasi dan hubungan antara Kanada dan Indonesia selama ini. 

"Kedua negara memiliki keunikan latar belakangnya masing-masing," ujar Dubes Jailani. 

Keterikatan kedua negara juga memiliki kedekatan sejarah, di mana Kanada menjadi salah satu negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia lebih awal yakni pada 1948.

2 dari 2 halaman

Tantangan Kerja Sama Antara Kedua Negara

Dubes Jailani meyakini bahwa kerja sama antara Indonesia dan Kanada bisa saja semakin kuat, namun tentu akan menghadapi banyak tantangan. Salah satunya disebabkan oleh jarak yang cukup jauh dan membuat kondisi serta keadaan di kedua negara berbeda. 

Sedangkan Dubes McKay menyatakan bahwa tantangan lain yang dihadapi adalah luasnya wilayah kedua negara, terlebih Indonesia yang terdiri dari banyak pulau dan dipisahkan oleh lautan. 

"Kanada juga sama seperti itu, sebagai negara terbesar kedua di dunia dengan 43.000 kilometer luas wilayah," jelasnya. 

Walaupun begitu, kedua negara juga sama-sama memiliki kesamaan yakni keberagaman antara penduduk, bahasa dan masyarakat adat. Karena hal itu juga, Dubes McKay menyebut bahwa kedua negara saling berbagi nilai moral dan pandangan yang serupa. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini