Sukses

Tepi Barat Kembali Buka Masjid dan Gereja Usai Lockdown karena Corona COVID-19

Liputan6.com, Ramallah - Pemerintah Palestina memerintahkan agar tempat ibadah dan bisnis di Tepi Barat agar kembali beroperasi. Tepi Barat sudah lockdown ketat sejak Maret lalu.

Dilaporkan AP News, Senin (25/2/2020), pembukaan akan diterapkan pada Selasa 26 Mei. Tempat ibadah dan bisnis kompak diperintahkan buka.

Masjid, gereja, berbagai toko, dan restoran dapat kembali aktif. Kantor pemerintah akan kembali aktif pada Rabu besoknya, usai liburan Idul Fitri.

Ini adalah perubahan rencana dari sebelumnya. Awal bulan ini, Presiden Palestina Mahmoud Abbas berkata kondisi darurat di Tepi Barat diperpanjang hingga 5 Juni mendatang.

Selama masa darurat, Palestina melakukan lockdown total akibat Virus Corona dan warga tak boleh berpergian kecuali untuk hal penting. Perbatasan ke Yordania dan Israel juga ditutup.

Namun, pada April lalu Presiden Abbas juga mulai melonggarkan aturan bagi pekerja migran Palestina boleh kembali bekerja di Israel.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, total kasus di Tepi Barat dan Gaza mencapai 423 kasus. Tiga orang meninggal dunia.

Negara-negara Arab melaksanakan lockdown dengan caranya masing-masing. Di Arab Saudi, ada curfew jam malam yang membatasi ketat pergerakan masyarakat.

Sementara, kasus Virus Corona di Israel mencapai 16.720 kasus dan 280 meninggal, dan kasus di Yordania totalnya 709 kasus dan sembilan orang meninggal.

2 dari 3 halaman

Update 25 Mei: 5,4 Juta Orang di Dunia Positif Corona COVID-19, AS Masih Nomor 1

Infeksi Virus Corona COVID-19 di seluruh dunia telah mencapai 5.406.537 kasus. 2.168.528 di antaranya telah dinyatakan sembuh berdasarkan Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE. 

Jumlah kesembuhan pasien Corona COVID-19 paling besar kini tercatat di Amerika Serikat, yang mencapai 366.736 dan Jerman dengan 160.281 orang pulih.

Amerika Serikat tercatat sebagai negara nomor 1 yang memiliki kasus infeksi terbesar mencapai 1.643.098.

Saat ini, Brasil, Rusia, Inggris dan Spanyol tercatat sebagai negara dengan kasus infeksi terbesar setelah Amerika Serikat, menurut data Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE yang dikutip Senin, (25/5/2020). 

Jumlah kasus infeksi Corona COVID-19 terbesar kedua tercatat di Brasil yang naik diatas Rusia, mencapai 363.211 kasus dengan 149.911 pasien pulih.

Pasien Corona COVID-19 terbesar ketiga tercatat di Rusia, sebanyak 344.481 kasus dengan 113.299 orang pulih.

Jumlah terbesar keempat kini tercatat di Inggris, dengan 260.916 orang dinyatakan positif mengidap Virus SARS-CoV-2, dan 1.151 pulih. 

Pasien positif Corona COVID-19 di Spanyol saat ini tercatat sebagai kelima terbesar, yakni sebanyak 235.772 kasus dengan 150.376 orang pulih. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: