Sukses

House of Lovers di Kota Maksiat Pompeii Kembali Dibuka Setelah 40 tahun

Liputan6.com, Pompeii - Selesainya proyek restorasi yang spektakuler di Pompeii, menandakan bahwa mulai sekarang pengunjung dapat kembali melihat "House of Lovers" yang terkenal untuk pertama kalinya dalam 40 tahun.

Bangunan ini merupakan salah satu daya tarik paling terkenal di Pompeii, kota kuno yang tertimbun pada tahun 79 Masehi setelah meletusnya Gunung Vesuvius. Bangunan "House of Lovers" ditutup untuk pengunjung pada tahun 1980 setelah mengalami kerusakan akibat gempa bumi.

Melansir dari CNN, Rabu (19/2/2020), nama “House of Lovers” berasal dari sebuah prasasti di bangunan yang bertuliskan, "Amantes, ut apes, vitam melitam exigunt (Pecinta memimpin, seperti lebah, kehidupan semanis madu)."

Bangunan tersebut saat ini telah dibuka kembali sebagai bagian dari proyek restorasi Great Pompeii yang diluncurkan pada tahun 2014 dengan tujuan menjaga kota kuno.

Melalui unggahan di akun Twitter Kementerian Kebudayaan Italia, dikatakan bahwa sekitar Rp 1,5 triliun sejauh ini telah digunakan untuk dana bangunan. Juga Rp 739 juta telah dialokasikan untuk pekerjaan berlanjut jika memungkinkan.

Menteri Italia untuk warisan budaya dan kegiatan pariwisata Dario Franceschini mengatakan, "Pompeii adalah kisah kelahiran kembali dan pembebasan, sebuah model bagi seluruh Eropa dalam pengelolaan dana masyarakat.”

"Tempat di mana penelitian dan penggalian arkeologis baru kembali, semua berkat karya panjang dan sunyi dari banyak ahli warisan budaya yang telah berkontribusi pada hasil luar biasa yang bisa dilihat oleh semua orang dan yang merupakan sumber kebanggaan bagi Italia."

Pompeii juga disebut sebagai kota maksiat, rumah bordil jadi alasan julukan tersebut.

2 dari 3 halaman

Upaya Mengungkap Lebih Banyak Rahasia Pompeii

Para arkeolog pertama kali menggali rumah tersebut pada tahun 1933 dan menemukan dekorasi spektakuler hampir seluruhnya lengkap. Rumah tersebut akan segera dibuka kembali untuk umum, seperti dua domus lainnya, yaitu the European Ship House dan the House of the Orchard.

Direktur Pompeii Archaeological Park Massimo Osanna, menyampaikan pernyataannya bahwa penyelesaian karya seni tersebut menunjukkan harta Pompeii tidak lagi sebagai "waktu untuk keadaan darurat."

Ia juga menambahkan bahwa hal yang ada di hadapannya merupakan tantangan baru dan penting bagi perlindungan, pengetahuan, dan peningkatan penggalian dan wilayah. Osanna juga mengunggah foto-foto karya restorasinya melalui akun Instagramnya.

Para arkeolog masih berupaya mengungkap lebih banyak rahasia di Pompeii, tempat beberapa penemuan luar biasa yang telah dibuat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Januari, para peneliti merilis sebuah penelitian yang menunjukkan bagaimana panas dari letusan 79 AD sangat ekstrem sehingga mengubah tengkorak satu korban menjadi zat seperti kaca.

Kayu yang terbakar hangus memungkinkan mereka untuk menentukan bahwa suhu mencapai 520 Celcius  di lokasi. Para peneliti percaya bahwa tingkat panas yang ekstrem dapat memicu lemak tubuh seseorang, menguapkan tisu lembut, dan menyedot protein lemak otak.

 

Reporter: Jihan Fairuzzia 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading