Sukses

Pencak Silat hingga Naik Gunung, Ini Daftar Baru Warisan Dunia Tak Benda UNESCO

Liputan6.com, Bogota - Organisasi PBB di Bidang Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan (UNESCO) merilis daftar terbaru Warisan Tak Benda (Intangible Heritage). Salah satunya mengakui tradisi Pencak Silat Indonesia.

Dengan pengakuan tersebut, Indonesia genap memiliki 10 Warisan Tak Benda. Di antaranya Keris, Wayang, Batik, Pelatihan Batik, Angklung, Tari Saman, Noken, Tiga Genre Tari Bali, Kapal Pinisi dan Pencak Silat.

Keputusan itu diambil dalam sidang ke-14 Komite Warisan Budaya Tak Benda UNESCO di Bogota, Kolombia, pada Kamis, 12 Desember 2019 waktu setempat.

Seni harpa Irlandia, festival musim dingin Portugal, hingga berbagai aspek dari buah kurma juga masuk ke dalam daftar tersebut.

 

Nama berbagai bangsa Arab pun turut masuk ke daftar ini berkat tradisi seputar pohon kurma yang pengaruhnya sektor ekonomi, diplomasi, hingga seni di Timur Tengah.

"Ilmu, keterampilan, tradisi, dan kegiatan terkait pohon kurma telah bermain peran penting dalam memperkuat koneksi antara masyarakat dan negeri di wilayah Arab, serta membantu mereka menghadapi bermacam tantangan di lingkungan padang pasir yang keras," jelas UNESCO.

Warisan tak benda ini tentunya berbeda dari bangunan, melainkan seni atau prosesi budaya, misalnya seni menulis surat Armenia. Ada pula yang terkait bela diri seperti Silat yang disebut warisan Malaysia atau seni memanah dari Turki.

Naik gunung bahkan menjadi warisan dunia. Kegiatan itu bernama Alpinisme yang mencakup kemampuan fisik dan teknis, serta aspek estetika berupa menikmati pemandangan dan membangun harmoni dengan alam.

Tradisi ramah tamah asal Irak pun turut ada dalam daftar, yakni pada waktu Ziarah Arbain ketika para Muslim Syiah berkunjung ke Karbala. Kala itu, para peziarah diberi sambutan berbagai fasilitas oleh para sukarelawan berupa makanan sampai penginapan.

Yang tak kalah seru ada tradisi pijat tradisional Thailand yang bernama Nuad Thai. Pijat ini bisa membantu kesehatan dan sudah populer di kalangan turis Negeri Gajah Putih.

Dan berikut daftar baru Warisan Tak Benda UNESCO yang ditetapkan pada Desember 2019:

2 dari 5 halaman

Kegiatan Mendaki Gunung

1. Seni rajut tangan 'le Samoa dan nilai budayanya (Samoa)

2. Musik natal Hatajo de Negritos dan Hatajo de Pallitas (Peru)

3. Kerajian pembuatan topi tradisional pria Ak-kalpak (Kirgizstan)

4. Kegiatan mendaki gunung, Alpinisme (Prancis, Italia, dan Swiss)

5. Seni menulis surat Armenia (Armenia)

6. Proses pembuatan kerajinan Talavera dari Puebla dan Tlaxcala dan keramik Talavera de la Reina dan El Puente del Arzobispo (Meksiko dan Spanyol)

7. Nyanyian Bizantium (Siprus-Yunani)

8. Perayaan Pengampunan Kelesiniana (Italia)

9. Kompleks budaya Bumba-meu-boi dari Maranhao (Brasil)

10. Pengetahuan, keterampilan, tradisi, dan kegiatan terkait pohon kurma

3 dari 5 halaman

Pijat Tradisional Thailand

11. Seni dan kerajinan tali Drotarstvo (Slovakia)

12. Epifani Etiopia (Etiopia)

13. Ritual Gnawa (Maroko)

14. Proses Pekan Suci di Mendrisio (Swiss)

15. Harpa Irlandia (Irlandia)

16. Lazgi, tarian Khorazm (Uzbekistan)

17. Performa teatrikal Kwagh-Hir (Nigeria)

18. Kegiatan musik Morna (Cabo Verde)

19. Musik dan tarian Bachata Dominika (Republik Dominika)

20. Pijat tradisional Nuad Thai (Thailand)

4 dari 5 halaman

Silat dan Pencak Silat

21. Prosesi dan festival Ommegang di Brusel (Belgia)

22. Tradisi musik dan tarian Setesdal (Norwegia)

23. Pelayanan dan ramah tamah saat Ziarah Arba'in (Irak)

24. Silat (Malaysia)

25. Festival religi Santísima Trinidad del Señor Jesús del Gran Poder di kota La Paz (Bolivia)

26. Tradisi melukis keramik Kosiv (Ukraina)

27. Tradisi kerajinan dan bermain Dotar (Iran)

28. Teknik tradisional pembuatan Airag, minuman fermentasi susu kuda (Mongolia)

29. Pemanahan tradisional Turki (Turki)

30. Seni tradisional pembuatan karpet (Turkmenistan)

31. Tradisi Pencak Silat (Indonesia)

32. Tradisi migrasi ternak di Mediterania dan pegungan Alpen (Austria, Yunani, dan Italia)

33. Festival musim dingin (Portugal)

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Guru Besar Pusaka Djakarta Sarankan Pemerintah Bikin Sekolah Silat Indonesia
Artikel Selanjutnya
Pencak Silat Harus Berkembang hingga Seperti Karate