Sukses

5 Pembunuhan Saat Halloween Paling Brutal yang Belum Terpecahkan

Liputan6.com, Jakarta - Pembunuhan merupakan fakta kehidupan yang paling mengerikan, hal ini bisa terjadi kapanpun dan di manapun. Namun, bagaimana dengan sebuah pembunuhan terjadi pada saat hari menyeramkan seperti saat Halloween, dan pembunuhan tersebut tidak bisa dipecahkan?

Halloween merupakan Hari Raya Semua Orang Kudus (All Hallows' Day) di Kekristenan Barat.

Perayaan tersebut mengawali peringatan trihari Masa Para Kudus (Allhallowtide), suatu periode dalam tahun liturgi yang didedikasikan untuk mengenang orang yang telah meninggal dunia. Sehingga Halloween dan kisah menyeramkannya selalu bergandengan tangan.

Dikutip dari Listverse pada Senin (21/10/2019), berikut kisah pembunuhan paling brutal pada hari Halloween yang belum terpecahkan:

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 7 halaman

1. Joseph Smith dan Roland DeLoatch

Pada 31 Oktober 2016, Joseph Smith (28) yang tinggal di Sanforn, Florida bersama ibu dan saudaranya Roland DeLoatch sedang menjalani malamnya seperti biasa. Pada pukul 21.00 waktu setempat, seorang penyerang tak dikenal yang mengenakan topeng memasuki rumah mereka dan langsung menembak Joseph yang ada di depan matanya. Setelahnya ia membunuh ibu dan Roland, dan hingga saat ini tidak ada yang tahu siapa pembunuh mereka.

Terdapat beberapa orang yang dicurigai menjadi tersangka pembunuhan ini, termasuk dengan pacar Joseph, namun hingga saat ini tidak diketahui pasti siapa pembunuh sebenarnya.

3 dari 7 halaman

2. Sylvia Salinas

31 Oktober 1989, Sylvia (30) bekerja di toko kelontong kecilnya di Galveston, Texas. Ia menyadari bahwa kemungkinan usahanya dirampok itu besar, maka dari itu ia menyimpan pistol dan pisau di bawah meja kasirnya.

Hari di saat ia meninggal karena tikaman yang berada tepat di hatinya ditemukan kejanggalan. Tidak ditemukan tanda-tanda ia membunyikan alarm atau niatan mengambil pistol dan pisau daruratnya.

Diduga, orang yang membunuhnya adalah orang yang ia kenal. Polisi sempat melakukan interogasi terhadap 20 yang diduga tersangka, namun hingga saat ini tidak tahu pasti siapa yang tega membunuh wanita itu.

4 dari 7 halaman

3. Anthony Seabell

Malam Halloween tahun 2013 adalah malam yang penuh kekerasan di New York City. Tiga pria ditembak mati di Brooklyn, dan dua lainnya menderita luka tembak yang tidak fatal di Queens. Salah satu pembunuhan di Brooklyn mendapat sedikit perhatian lebih dari yang lain: pembunuhan Anthony Seabell.

Sekitar pukul 08.30 malam waktu setempat, Anthony (19) sedang berjalan di East 31st Street di wilayah Farragut ketika seorang pria mengenakan topeng Ghostface, yang langsung dikenali dari film Scream, menembakan pistol ke arahnya. Sebuah peluru menghantam kepala Anthony, dan pelaku bertopeng itu lari. Anthony dibawa ke Rumah Sakit Kings County, di mana dia meninggal.

Meskipun perhatian media awal karena berpakaian pembunuh sebagai penjahat film horor, ada sedikit pelaporan berikutnya tentang kasus ini. Identitas pria dalam topeng Scream belum ditentukan.

5 dari 7 halaman

4. Derek Grain

Derek dikenal sebagai orang yang suka minum minuman beralkohol tapi tidak suka berkelahi. Pada akhir Oktober 1980 malam hari, ia pergi ke dua club malam, pertama Vicki dan kemudian Curves, keduanya berada di Park Street. Sekitar pukul 02.00 pada tanggal 31 Oktober, ia meninggalkan Curves, mungkin untuk kembali ke kamarnya di Hotel Unicorn. Namun, ia memilih untuk berjalan menyusuri Brandon Hill Lane.

Apa pun niatnya, Derek tidak pernah kembali ke hotel. Kemudian pagi itu, seorang perawat menemukan dia meninggal di genangan darahnya sendiri di Brandon Hill, dengan posisi terbaring telungkup. Sebuah kerucut lalu lintas yang dipenuhi pasir ditemukan sejauh 73 meter darinya. Derek telah dipukuli sampai mati dengan senjata membunuh yang tidak biasa, dan penyerang tampaknya berulang kali menendang tubuhnya saat terbaring di tanah.

Bertahun-tahun kasus ini diselidiki, dan tak pernah berujung. Hingga saat ini tidak ditemukan tanda-tanda sang pembunuh.

6 dari 7 halaman

5. Katherine Armstrong

Pada malam Halloween tahun 1963, Katherine Lilian Armstrong (70), akan mendatangi sebuah acara di gereja di mana ia akan menyanyi pada pukul 19.30 waktu setempat. Namun, kehadirannya yang ditunggu-tunggu tak kunjung hadir.

Pagi berikutnya, sepupu Katherine, Ada Ridley, datang berkunjung dan terkejut melihat bahwa rumah Katherine masih ditutup. Tidak ada jawaban di pintu, jadi Ada memanggil polisi. Mereka juga tidak mendapat jawaban. Seorang sersan memasuki rumah dan mendapati bahwa Katherine telah dibunuh dengan kejam, ditikam 28 kali di kepala dan wajah.

Stoking nilon telah diikatkan di lehernya. Meskipun tidak ada tanda-tanda masuk secara paksa, luka defensif di tangannya menunjukkan bahwa Katherine telah melawan balik terhadap penyerangnya.

16.000 orang telah diinterogasi, dari orang biasa hingga orang-orang yang punya catatan kriminal, namun semua hasilnya tidak ada yang menjurus ke pembunuhan Katherine. Hingga saat ini tidak diketahui siapa yang membunuh wanita tua itu dengan sangat kejam.

 

Reporter: Windy Febriana

7 dari 7 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Raja Tega, Pria di Konawe Bunuh Sang Kekasih Hanya Karena Datang Terlambat
Artikel Selanjutnya
Pisau Hadiah Rekan Membawa Petaka