Sukses

Jangan Dikunjungi, Ini 5 Destinasi Wisata Terlarang di Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang terbiasa berwisata untuk menghilangkan penat, atau sekedar untuk mengisi waktu luang. Tempat tujuan wisata dapat bermacam-macam, mulai dari pantai, pegunungan, maupun objek wisata buatan.

Beberapa di antara mereka sering memilih untuk mengadakan turisme ke luar negeri. Misalnya berwisata ke negeri empat musim saat semi, atau merasakan salju di musim dingin. Sejumlah pelancong juga ingin mengunjungi tempat-tempat tidak biasa namun indah. Misalnya, berwisata di daerah gurun dengan menunggang unta, atau menikmati pemandangan Sphinx di Negeri Piramida.

Jika Anda salah satu dari wisatawan yang menyukai berpetualang di daerah asing, Anda harus hati-hati memilih destinasi. Mengingat, banyak tujuan wisata yang merupakan zona berbahaya, terlindungi, atau terlalu misterius untuk dijelajahi.

Apabila Anda memaksakan diri untuk berwisata di tempat-tempat semacam itu, justru bahaya yang didapatkan. Bahkan, di beberapa tempat, nyawa Anda bisa jadi terancam.

Melansir situs List Verse pada Selasa (14/5/2019), berikut lima tempat terlarang yang harus Anda buang jauh-jauh dari daftar destinasi wisata.

2 dari 6 halaman

1. The Red Zone, Prancis

Di Prancis, terdapat satu daerah sepi yang telah dilarang untuk dimasuki siapapun selama satu abad. Wilayah itu terletak di hutan perawan yang dikenal sebagai Zone Rouge atau Red Zone (Zona Merah) di dekat Verdun, Prancis.

Tidak ada orang yang tinggal di tempat misterius itu. Sebelum Perang Dunia I, Verdun adalah tanah pertanian. Daerah itu dengan cepat berubah selama perang setelah jutaan peluru artileri ditembakkan.

Pohon-pohon hancur setelahnya akibat bahan peledak, begitu pula pemukiman. Perang berakhir pada 1918 dan menyisakan desa korban perang. Pemerintah Perancis mempertimbangkan biaya untuk merehabilitasi tanah itu tetapi akhirnya memutuskan untuk memindahkan penduduk desa setempat.

Semua peluru dan amunisi ditinggalkan di daerah itu, dan kemudian disebut sebagai Zona Merah. Wilayah dengan luas 1.190 kilometer persegi itu masih sangat dilarang oleh hukum untuk dimasuki publik.

3 dari 6 halaman

2. North Sentinel Island, India

Jika Anda berencana pergi ke India, ada baiknya Anda tidak mengunjungi Pulau Sentinel Utara. Meskipun sulit dipercaya, saat ini masih ada kelompok-kelompok yang tidak memiliki kontak dengan peradaban modern.

Orang-orang Sentinel dari Pulau Sentinel Utara adalah salah satu dari mereka. Suku Sentinel disinyalir juga bermusuhan dengan orang asing.

Diperkirakan sekitar 80–150 orang tinggal di pulau itu, dan bahasa mereka tidak diketahui oleh orang luar. Sedikit yang dapat diketahui tentang suku tersebut, yang membuat mereka menjadi misteri bagi banyak orang.

Pada 2018, seorang misionaris AS berusaha menghubungi orang-orang Sentinel tetapi dengan cepat dibunuh oleh busur dan anak panah. Kelompok ini telah menjelaskan selama bertahun-tahun bahwa mereka tidak tertarik untuk menjalin pertemanan dengan orang baru.

Pada tahun 1896, seorang narapidana dari Koloni Pidana Pulau Andaman Besar melarikan diri dengan rakit darurat dan akhirnya hanyut ke darat di Pulau Sentinel Utara. Jenazahnya ditemukan beberapa hari kemudian dengan luka tenggorokan dan beberapa luka panah. Jelas bahwa para Sentinel tidak menginginkan kontak apa pun, dan lebih baik membiarkannya begitu.

4 dari 6 halaman

3. Pulau Ular, Brasil

Pulau Ular terletak 150 kilometer sebelah selatan Kota Sao Paulo. Pulau yang memiliki nama asli Ilha da Queimada Grande itu berada 40 kilometer di lepas pantai Brasil.

Konon, manusia dilarang memasuki wilayah itu. Istilah Pulau Ular sendiri diambil karena banyaknya ular yang bersembunyi di tempat itu.

Para peneliti percaya bahwa ada sekitar satu ular mematikan untuk setiap 0,09 meter persegi di pulau itu. Pulau ini adalah rumah bagi tombak emas, spesies unik dari ular beludak, yang dikenal sebagai salah satu ular paling mematikan di dunia.

Panjang tombak emas bisa mencapai lebih dari 0,5 meter, dan diperkirakan sekitar 2.000 hingga 4.000 ular mematikan itu berada di pulau tersebut.

5 dari 6 halaman

4. Surtsey, Islandia

Surtsey adalah pulau vulkanik di lepas pantai selatan Islandia. Bentang bumi itu adalah salah satu pulau terbaru di dunia.

Pada tahun 1963, pulau itu muncul dari Samudra Atlantik setelah letusan gunung api. Kolom abu dikirim ke udara hampir 9.200 meter (30.000 kaki).

Selama hampir empat tahun setelah letusan, inti vulkanik membangun pulau dengan ketinggian sekitar 152 meter itu. Pulau ini sekarang menjadi situs penelitian biologi jangka panjang untuk mempelajari proses kolonisasi lahan baru oleh tumbuhan dan hewan.

Surtsey dinyatakan sebagai cagar alam pada tahun 1965, dan pada 2008, UNESCO menyatakannya sebagai Situs Warisan Dunia. Surtsey sangat terbatas untuk kalangan umum dan masih terbuka untuk segelintir ilmuwan yang mempelajari pulau itu.

6 dari 6 halaman

5. Makam Qin Shi Huang

Jauh di perbukitan China tengah terdapat makam kaisar pertama Negeri tirai Bambu yang berumur lebih dari 2.000 tahun.

Makam rahasia Qin Shi Huang ditemukan pada tahun 1974 setelah beberapa petani tidak sengaja menemukannya saat menggali sumur.

Para arkeolog telah menggali situs itu selama hampir empat dekade dan telah menemukan sekitar 2.000 artefak bersejarah dari tanah liat. Banyak yang percaya bahwa makam itu dipenuhi dengan banyak harta lainnya seperti batu berharga.

Pihak berwenang China adalah satu-satunya pihak yang diizinkan untuk berada di dekat daerah itu.

Loading
Artikel Selanjutnya
Masuk Daftar 100 Kota Berbahaya di Dunia, Jakarta Masih Lebih Aman dari Kuala Lumpur
Artikel Selanjutnya
LRT Jakarta Targetkan Angkut 14 Ribu Penumpang Setiap Hari