Sukses

24-4-2004: Kisah Estée Lauder, Penjual Krim Kulit yang Naik Kelas jadi Wanita Terkaya Dunia

Liputan6.com, New York - Ranah bisnis kosmetik dunia berduka hari ini, 24 April 2004. Pebisnis Amerika Serikat, Estée Lauder meninggal dunia karena gagal jantung di kediamannya di New York.

Selama hayatnya, ia dan sang suami Joseph Lauter (Lauder), dikenal sebagai pendiri perusahaan komestik dengan label namanya pada tahun 1946; Estée Lauder Companies.

Sejumlah sumber yang Liputan6.com kutip menyebut Estée Lauder merupakan satu-satunya wanita yang masuk daftar 20 pebisnis genius paling berpengaruh abad ke-20 versi majalah Time tahun 1998.

Tak hanya itu, namanya juga tercatat sebagai penerima Presidential Medal of Freedom. Lalu masuk daftar peraih Junior Achievement U.S. Business Hall of Fame pada tahun 1988.

Estée Lauder dikenal dan dikagumi sebagai sosok inspiratif yang pantang menyerah dalam mewujudkan mimpi. 'Never underestimate any woman’s desire for beauty' adalah adalah satu kalimat andalannya yang begitu dikenal semasa hidup.

Pada masa tuanya, ia kerap mendedikasikan hidupnya untuk amal.

Estée Lauder juga berbagi kisah kesuksesan dalam sebuah autobiografi berjudul Estée: A Success Story yang dirilis tahun 1985.

2 dari 3 halaman

Cikal Bakal Nama Estee Lauder

Menurut biography.com, nama Estée berasal dari varian ejaan nama panggilannya, Esty, dan Lauder dari Joseph Lauder yang dinikahi perempuan bernama lengkap Josephine Esther Mentzer pada 1930.

Bersama pasangan hidupnya, perempuan yang lahir awal abad ke-20 di New York City itu kemudian memulai bisnis di dunia kecantikan.

Merek Estée Lauder diluncurkan pada tahun 1946 dengan hanya empat produk perawatan kulit yang dijual di sekitar salon dan hotel setempat. Dua tahun kemudian, dia mendapatkan konter pertamanya di department store Saks Fifth Avenue di New York.

Merek Estée Lauder kemudian tumbuh dan berkembang menjadi Estée Lauder Companies, dan akhirnya merajai bisnis kecantikan. Memiliki 25 merek utama dan menjangkau 150 negara.

Nama-nama besar yang berada di bawah sayap Estée Lauder Co. termasuk Bobbi Brown, MAC, Jo Malone, Clinique, Creme de la Mer, Tom Ford dan Origins.

Sepeninggal Estée Lauder pada tahun 2004 di usia 97 tahun, usahanya dilanjutkan oleh sang putra, Leonard Lauder sebagai ketua emeritus Estée Lauder Companies. Sementara putranya yang lebih muda, Ronald Lauder menjadi ketua Clinique Laboratories, LLC.

Sedangkan cucunya, William Lauder menjadi bos eksekutif Estée Lauder Companies. Lalu dua cucu perempuannya juga memegang posisi senior di perusahaan tersebut.

3 dari 3 halaman

Naik Kelas Jadi Wanita Mandiri Terkaya

Sebagai hasil dari dorongan dan ambisinya yang kuat, Estée Lauder menjadi salah satu wanita mandiri terkaya di dunia. Kehidupannya pun naik kelas, ia beranjak masuk dalam lingkaran sosial elit, menghadiri pesta-pesta yang diadakan oleh tokoh ternama seperti ibu negara AS kala itu, Nancy Reagan.

Estée Lauder juga menjalin hubungan hangat dengan tokoh-tokoh kerajaan seperti Wallis Simpson, Duchess of Windsor, dan aktris Grace Kelly, juga dikenal sebagai Princess Grace of Monaco.

Pada tahun 1973, Lauder mengurangi perannya dalam operasional perusahaan sehari-hari. Dia mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bos perusahaan kecantikan itu, tetapi tetap menjabat sebagai ketua dewan direksi perusahaan.

Putra sulungnya Leonard Lauder yang mengambil alih menjalankan bisnis keluarga.

Estée Lauder sempat mengalami duka mendalam pada tahun 1983, saat kematian suami tercinta, Joseph. Untuk menghormatinya, ia lalu mendirikan Institut Manajemen dan Studi Internasional Joseph H. Lauder di University of Pennsylvania.

Status perusahaan Estée Lauder kemudian menjadi perusahaan publik pada tahun 1995. Pada saat itu, nilai bisnisnya mencapai sekitar US$ 2 miliar.

Perusahaannya kini berada di tangan keluarganya tercinta.

Loading
Artikel Selanjutnya
23-4-1989: Ups! Botol Anggur Termahal di Dunia Tak Sengaja Pecah
Artikel Selanjutnya
22-4-1915: Perang Dunia I Jadi Ajang bagi Jerman Jajal Senjata Kimia Ini...