Sukses

Dubes RI untuk Tanzania Ingin Hubungan Bilateral dengan Rwanda Menguat

Liputan6.com, Dar es Salaam - Selama tiga hari, Duta Besar RI untuk Tanzania melakukan kunjungan ke Kigali untuk memenuhi undangan dari pemerintah Rwanda pada peringatan ke-25 tahun Genosida terhadap Tutsi.

Selain menghadiri peringatan itu, Dubes Pardede juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rwanda Richard Sezibera, demikian menurut keterangan pers yang diterima Liputan6.com dari KBRI Dar es Salaam, Jumat (12/4/2019).

Dubes Pardede bersama dengan Menlu Sezibera membahas perkembangan peningkatan hubungan bilateral Indonesia dengan Rwanda serta menjajaki upaya penguatan kerja sama multilateral, pembentukan kesepakatan dagang dan penunjukkan Konsul Kehormatan (Konhor) RI untuk Rwanda.

"Indonesia mendorong adanya peningkatan kerja sama dengan Rwanda di berbagai area utamanya pada forum multilateral, perdagangan dan investasi. Untuk itu, KBRI Dar es Salaam akan menjembatani potensi bisnis antara Indonesia dengan Rwanda," jelas Dubes Pardede.

Menlu Sezibera menyampaikan apresiasinya kepada Dubes Pardede yang hadir pada Peringatan ke-25 tahun Genosida terhadap Tutsi, suatu kebahagian tersendiri bagi Rwanda untuk menerima kunjungan perwakilan Indonesia pada peringatan ini.

Menlu Sezibera juga menyambut baik upaya dan determinasi Indonesia untuk meningkatkan hubungan kerja sama dengan Rwanda.

Seluruh jajaran pemerintah Rwanda dan secara pribadi, Menlu Sezibera memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan hubungan ekonomi di bidang perdagangan dan investasi.

"Saya bersama jajaran pemerintah mendukung upaya Indonesia dalam meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi dengan Rwanda." ujar Menlu Sezibera.

Selama berada di Kigali, Dubes Pardede melakukan sejumlah pertemuan dengan perwakilan Rwanda Private Sector Federation, distributor farmasi dan silaturahmi dengan WNI yang berada di Kigali.

Pada kunjungan ini juga Dubes Pardede memperkenalkan potensi produk farmasi Indonesia dari beberapa perusahaan seperti Kimia Farma, Dexa Medica dan Biofarma.

Nilai perdagangan Indonesia dengan Rwanda menunjukkan sinyal positif dengan adanya peningkatan dari 7,3 juta dolar AS di tahun 2017 menjadi 18,3 juta dolar AS di tahun 2018.

Produk potensial Indonesia untuk memasuki pasar Rwanda antara lain: kelapa sawit, minyak goreng, sabun, bahan tekstil, marmer, kertas dan obat-obatan.

 

2 dari 2 halaman

Dubes Pardede Bertemu Ketua Delegasi Bisnis Rwanda

Kunjungan delegasi bisnis Rwanda baru-baru ini ke Indonesia memberikian sinyal positif bagi peningkatan hubungan dagang antara kedua negara.

Untuk menjaga sinyal positif tersebut, Ratlan Pardede, Dubes RI untuk Rwanda bertemu dengan Yvette Mukarewa, Chairman Private Sector Federation sekaligus Ketua Delegasi Bisnis Rwanda di Kigali.

Dubes Pardede menegaskan kembali agar potensi perdagangan yang telah diidentifikasi saat kunjungan ke Indonesia dapat segera ditindaklanjuti.

"Saya sangat mengapresiasi kunjungan delegasi pengusaha Rwanda ke Indonesia. Kunjungan ini menandakan sinyal positif hubungan dagang antara Indonesia dengan Rwanda yang harus segera ditindaklanjuti secara konkret." ujar Dubes Pardede.

Selain itu, Dubes Pardede juga mengundang para pengusaha Rwanda untuk menghadiri Trade Expo Indonesia 2019 di bulan Oktober 2019.

Sementara itu, Yvette Mukarewa dalam tanggapannya menyampaikan terima kasih dan mengakui potensi dari produk-produk buatan Indonesia.

"Kunjungan ke perusahaan dan pertemuan dengan mitra bisnis Indonesia telah membuka alternatif bagi Rwanda untuk menghadirkan produk berkualitas dengan harga yang bersaing." jelas Mukarewa.

Mukarewa juga menyampaikan apresiasi atas fasilitas dan pendampingan yang telah diberikan KBRI Dar es Salaam dan Kemlu RI selama kunjungan di Indonesia.

Dari hasil kunjungan ke Indonesia, pengusaha-pengusaha Rwanda telah mengidentifikasi potensi kesepakatan dagang untuk produk, kelapa sawit, minyak goreng, tekstil dan keramik.

Setelah menghabiskan waktu selama empat hari di Indonesia, pengusaha Rwanda mengakui memerlukan waktu lebih banyak untuk menggali potensi perdagangan kedua negara.

"Kita akan berkoordinasi lebih lanjut untuk dapat hadir pada Trade Expo Indonesia 2019 utamanya" ujar Mukarewa.

Loading
Artikel Selanjutnya
25 Tahun Genosida, Presiden Rwanda: Sejarah Kelam Tak Akan Terulang
Artikel Selanjutnya
25 Tahun Genosida Rwanda, Asa Para Sebatang Kara Mencari Jejak Keluarga