Sukses

Bom Bunuh Diri di Ibu Kota Somalia, 5 Orang Tewas

Liputan6.com, Mogadishu - Bom bunuh diri terjadi di Ibu Kota Somalia, Mogadishu pada Kamis, 28 Februari 2019 waktu setempat. Setidaknya lima orang dinyatakan tewas dalam kejadian tersebut.

Bom bunuh diri yang terjadi di pusat kota tersebut juga menghancurkan beberapa gedung di Maka Al Mukaram, jalan tersibuk di Ibu Kota Somalia. Hal ini disampaikan oleh Mayor Mohamed Hussein, salah seorang pejabat kepolisian seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (1/3/2019).

"Ledakan terjadi di sentra bisnis yang penuh dengan hotel, pameran, pusat perbelanjaan, dan restoran," kata Hussein.

"Banyak mobil terbakar," lanjut Hussein. "Kami mengetahui setidaknya lima orang tewas dan jumlah korban diprediksi akan meningkat."

Menurut saksi mata, ledakan terjadi menyusul sebuah tembakan yang diperkirakan bersumber dari rumah seorang pimpinan hakim pengadilan banding Somalia.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah mobil terbakar, tiga gedung --termasuk sebuah hotel-- rusak berat. Selain korban tewas, saksi mata mengatakan bahwa terdapat belasan korban luka-luka.

Sejauh ini belum ada entitas yang mengaku bertanggung jawab terhadap serangan ini. Meskipun demikian, kelompok militan bernama Al-Shahab telah melancarkan beberapa kali serangan serupa di masa lalu.

Kelompok Al-Shahab sendiri memiliki motif serangan dalam rangka menghilangkan pemerintahan ala Barat, dan menggantikannya dengan "syariat Islam" yang diinterpretasi dengan ketat.

 

Simak pula video pilihan berikut

2 dari 2 halaman

Bom Mobil Meledak Bulan Lalu di Somalia

Sementara itu, sebuah bom meledak di tengah pusat perbelanjaan yang ramai di ibu kota Somalia, Mogadishu, pada pekan pertama Februari 2019.  Ledakan tersebut menewaskan sedikitnya sepuluh orang, dan melukai puluhan lainnya, lapor polisi dan saksi mata.

Kapten Farah Osman, seorang perwira polisi Somalia di tempat kejadian, mengonfirmasi bahwa ledakan itu merusak sebuah mal yang berlokasi di distrik Hamarweyne, yang merupakan pusat bisnis di Mogadishu.

Dikutip dari CNN pada Selasa 5 Februari 2019, korban tewas kemungkinan bertambah, mengingat polisi masih melakukan pencarian, dan beberapa korban luka dalam kondisi kritis.

Ibrahim Jama, seorang saksi mata, mengatakan ledakan bom mobil itu mengguncang jendela beberapa bangunan bisnis di dekatnya.

Di tempat terpisah, kelompok teroris Al-Shabaab mengaku bertanggungjawab atas serangan di ibu kota Somalia itu.

Kelompok teror yang berafiliasi dengan Al-Qaeda itu juga bertanggung jawab atas tiga bom mobil pada November lalu, yang menewaskan sedikitnya 52 orang dan sekitar 100 lainnya terluka.

Bom-bom itu diledakkan di dekat sebuah hotel yang populer di kalangan warga asing di Mogadishu.

Loading
Artikel Selanjutnya
Alami Kekeringan, Somalia Terancam Krisis Kelaparan
Artikel Selanjutnya
Bom Mobil Guncang Ibu Kota Somalia, 10 Orang Tewas