Sukses

Sekjen Kemlu Inggris ke Indonesia, Bahas Duta Besar Barunya untuk ASEAN

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Inggris, Simon McDonald, hari ini bertandang ke Indonesia. Dalam lawatannya, ia membawa serta 10 duta besar Inggris untuk ASEAN dan menyambangi Sekretariat ASEAN di Jakarta.

Usai menggelar pertemuan tertutup dengan Wakil Sekretaris Jenderal (wasekjen) ASEAN, Hoang Anh Tuan, Wakil Sekretaris Jenderal untuk Masyarakat Ekonomi ASEAN Aladdin Rillo, Simon memberikan pernyataan singkat kepada awak media bahwa rapat tersebut diadakan guna membahas hubungan masa depan Inggris dengan ASEAN.

"Saya berada di sini bersama sepuluh duta besar tetap Inggris untuk ASEAN. Maksud kedatangan kami kemari adalah bahwa Inggris ingin mempererat kerja sama dengan ASEAN dan ingin meningkatkan hubungan ini," tutur diplomat senior asal Inggris itu pada Kamis (10/1/2019) di Sekretariat ASEAN, Jakarta.

Selain itu, pada kesempatan yang sama, Simon mengumumkan bahwa Inggris akan segera menunjuk seorang duta besar (dubes) baru yang didedikasikan untuk ASEAN dan negara-negara di Asia Tenggara pada tahun 2019 ini.

"Saya menyampaikan kepada wasekjen ASEAN bahwa pada tahun ini, kami mengumumkan rencana kami untuk membuka kedutaan besar yang berdedikasi dan menunjuk dubes baru untuk ASEAN. Kami menantikan kunjungan Sekretaris Jenderal ASEAN yang akan datang ke London pada akhir Januari," ucap Simon.

Ketika disinggung mengenai maksud kedatangannya ke Sekretariat ASEAN dan kaitannya dengan Brexit, Permanent Under-Secretary at the Foreign and Commonwealth Office and Head of the Diplomatic Service itu enggan berkomentar banyak. Ia hanya menyebut bahwa Indonesia adalah negara terbesar di kawasan ini.

"Hari ini dan besok adalah pertemuan tahunan semua dubes Inggris untuk Asia Tenggara. Tahun ini kami memilih untuk mengadakan acara di Jakarta. Ketika kami keluar dari Uni Eropa, kami ingin memperdalam hubungan kami dengan ASEAN," Simon menegaskan.

Sejumlah isu yang dibahas antara lain pergeseran geopolitik di ASEAN dan kebangkitan China, serta keikutsertaan Inggris dalam mendorong ASEAN agar makmur dan aman. Persoalan mengenai kerja sama di sektor perdagangan, investasi, keamanan dan pertahanan pun tak luput dari pembahasan. Juga mengenai siber, teknologi finansial (fintech), pendidikan, bahasa Inggris, hak asasi manusia dan demokrasi.

Di satu sisi, saat ditanya mengenai dampak pasca-Brexit untuk WNI yang berada atau tinggal di Inggris, Simon menekankan bahwa Inggris akan selalu memiliki hubungan people-to-people dengan Indonesia.

 

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

KORSEL TAK LAGI SEBUT KORUT SEBAGAI ‘MUSUH’

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
PM Inggris Terancam Kehilangan Pengaruh Jika Amandemen Brexit Ditolak
Artikel Selanjutnya
Drone di Bandara Tersibuk London Tunda Penerbangan Selama 1 Jam