Sukses

5 Hal Ini Buktikan Betapa Beratnya Menjadi Seorang Astronot

Liputan6.com, New York - Oleg Kononenko dari badan antariksa Rusia Roscosmos, Anne McClain dari NASA dan David Saint-Jacques dari Badan Antariksa Kanada berhasil tiba di Stasiun Angkasa Luar Internasional (ISS).

Keberhasilan ini menepis kekhawatiran tentang roket Soyuz Rusia yang sebelumnya gagal melakukan peluncuran, dan membuat para astronot harus melakukan penyelamatan diri lebih awal.

Para awak yang telah tiba di ISS itu menepis kekhawatiran tentang keselamatan mereka dan mengatakan mereka siap secara psikis dan teknis untuk menghadapi segala situasi.

Itulah pekerjaan seorang astronot. Mereka siap dengan segala risiko yang ada. Ujian berat serta rintangan mereka hadapi. Tak heran jika pekerjaan ini sangat sulit untuk didapati.

Seperti dikutip dari laman science.howstuffworks.com, Selasa (4/12/2018), berikut 5 fakta menarik soal astronot:

 

Saksikan video pilihan dipilihan di bawah ini:

2 dari 6 halaman

1. Tidak Ada Batasan Usia Jadi Astronot

Untuk menjadi seorang astronout tidak disyaratkan maksimal usia. Bagi mereka yang sudah berusia tua pun bisa menjadi seorang astronot.

Asalkan, para pelamar harus memiliki latar belakang pendidikan teknik atau ilmu komputer. NASA juga mengharuskan para astronomi menjadi warga negara AS dan punya visi misi yang baik.

Selain itu bagi mereka yang menggunakan kacamata juga boleh mendaftar. Apabila sudah berhasil menjalani seorang astronot, maka mereka akan menjalani uji coba 1.000 jam dalam pesawat jet. Atau minimal tiga tahun pengalaman kerja.

 

3 dari 6 halaman

2. Latihan Menyelam Diwajibkan

Bagi Anda yang tidak bisa berenang atau menyelam, maka harus dari sekarang dilatih apabila ingin menjadi seorang astronot.

Sebab, selama beberapa bulan kandidat akan melakukan pelatihan. Mereka harus benar-benar bisa berenang.

Biasanya, calon astronot akan memulai dengan uji coba renang pada kolam berkedalaman 25 meter. Sebelumnya, latihan menyelam ini dilakukan bertahun-tahun di teluk Meksiko.

Namun, baru-baru ini semuanya telah dipindahkan ke kolam renang.

4 dari 6 halaman

3. ISS Astronot Harus Belajar Bahasa Rusia

Saat ini, satu-satunya cara untuk mencapai Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) adalah dengan menumpang di kapal Rusia.

Bahasa yang digunakan di Stasiun Luar Angkasa Internasional adalah bahasa Inggris, namun semua kru saat ini dikirim ke stasiun menggunakan pesawat Rusia.

Karena, sejak berakhirnya program Space Shuttle, Soyuz menjadi satu-satunya pesawat antariksa yang digunakan untuk mengangkut para astronot menuju orbit.

 

5 dari 6 halaman

4. Menjalani Pelatihan Buang Air

Salah satu pertanyaan paling populer yang dikatakan mantan anggota Stasiun Luar Angkasa Internasional Tim Peake adalah: "Bagaimana caranya apabila seorang astronot buang air besar di angkasa?"

Jawabanya adalah: "Dilakukan dengan hati-hati."

Karena tidak ada gravitasi, pipa luar angkasa bergantung pada hisap vakum. Tak seorang pun ingin kotoran manusia mengambang bebas, sehingga dua toilet di atas ISS dirancang secara aktif menyedot urin dan kotoran.

6 dari 6 halaman

5. Jantung Harus Terus Dilatih

Karena gravitasi yang sangat rendah, maka jantung memiliki waktu yang lebih lama dalam memompa darah ke seluruh tubuh.

Ini tentu sangat berbahaya bagi kesehatan. Oleh karenanya, seorang astronot yang berada di angkasa luar harus terus berolahraga setiap hari guna menjaga kesehatan jantungnya.

Selain itu, saat menggunakan pakaian pun sulit dilakukan. Sebelum bertolak ke angkasa luar, mereka harus menggunakan pakaian yang butuh waktu berjam-jam dikenakan.

Selain itu, dalam kurun waktu pemasangan pakaian mereka harus mengirup oksigen murni sebagai langkah persiapan.

Loading
Artikel Selanjutnya
Penampakan Langka, Astronaut ISS Bakar Sampah di Atmosfer Bumi
Artikel Selanjutnya
Gandeng Badan Antariksa, Begini Kisah Shaun the Sheep Bantu Alien Pulang