Sukses

Warga Selandia Baru Temukan Ubur-Ubur Langka, Bentuknya Seperti Gunung Api

Liputan6.com, Auckland - Sebuah keluarga di Selandia baru menemukan makhluk aneh di pantai, yang ternyata ubur-ubur langka.

Bersama dengan dua anak mereka, Adam dan Eve Dickinson, ia menemukan seekor ubur-ubur singa di Pakiri Beach, Auckland utara, Selandia Baru pada Senin 17 September pagi.

"(Ubur-ubur) ada di mana-mana, itu luar biasa," kata Nyonya Dickinson kepada Daily Mail Australia yang dikutip Jumat (21/9/2018)

"Satu (ubur-ubur) di antaranya sangat besar dan sangat mengesankan, tidak ada yang lain yang seperti ini, itu terlihat seperti gunung berapi. Kami berhenti dan ketika melihat makhluk itu mulai bergerak perlahan, anak-anakku kemudian menyentuhnya dengan tongkat untuk melihatnya bergerak lagi."

Lion's mane jellyfish atau ubur-ubur Surai Singa (Cyanea capillata) adalah spesies terbesar yang ditemukan di perairan Selandia Baru, biasanya muncul pada iklim dingin.

Mereka menggunakan tentakel menyengat untuk menangkap dan memakan mangsnya. Dalam beberapa tahun terakhir di Tasman, ubur-ubur jenis itu terlihat di Devonport, Orewa, Whangarei Heads, dan Nelson.

Diana Macpherson, seorang ahli biologi kelautan di National Institute of Water and Atmospheric Research menegaskan bahwa ubur-ubur yang menarik perhatian tidak beracun, tetapi sengatanya bisa menghasilkan luka kecil.

"Mereka memiliki racun di tentakel yang dapat menyakiti Anda jika Anda terlalu dekat dengan makhluk itu," katanya kepada Fairfax.

"Orang-orang harus selalu berhati-hati dengan ubur-ubur."

 

 

Saksikan juga video berikut ini:

2 dari 2 halaman

Ubur-ubur Langka di Teluk Meksiko

Sebelumnya pada tahun 2015 lalu seekor ubur-ubur langka terekam oleh seorang pegawai perusahaan perminyakan yang sedang bertugas di Teluk Meksiko.

Dijelaskan dalam KHOU, yang dikutip 20 Agustus 2015, Phillip Trudeau sedang bertugas menjalankan robot bawah air (ROV) ketika kamera pada robot itu merekam keberadaan seekor ubur-ubur jenis Stygiomedusa gigantean. Ia kemudian mengunggah rekamannya ke salah satu situs berbagi video populer.

Dalam tayangan itu terlihat bahwa mahluk tersebut berada di kedalaman lebih dari 1.000 meter.

Penampakan ini merupakan yang ke 115 kalinya dalam 110 tahun terakhir. Berarti, hewan ini menampakkan dirinya kurang dari satu kali dalam setahun. Tak heran ia dikatakan langka.

Artikel Selanjutnya
Kasus Jarum dan Peniti di Dalam Stroberi, Selandia Baru Larang Penjualan Produk Australia
Artikel Selanjutnya
Selandia Baru Perpanjang Penempatan Militernya di Irak hingga 2019, Alasannya?