Liputan6.com, Jakarta - Seorang warga negara Indonesia (WNI) ditangkap di Turki. Penangkapan tersebut dilakukan karena yang bersangkutan diduga ikut kelompok terlarang.
Menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, akses kekonsuleran sudah diberikan. Beberapa hari sebelumnya, akses tersebut masih belum bisa diberikan.
"Akses sudah diberikan kepada KBRI sehingga KBRI sudah bertemu yang bersangkutan dua kali. Kami juga berikan bantuan personal," ujar pria yang kerap disapa Tata itu, Kamis (16/6/2016).
Tata menyatakan, saat bertemu staf KBRI, keadaan pria tersebut berada dalam kondisi baik. Kepada staf KBRI, WNI yang berinisial HL itu mengatakan semua tudingan itu tak benar.
"Dia berbicara kepada staf KBRI, bahwa dia tidak melakukan itu dan tidak merasa melakukan kegiatan yang dituduhkan kepadanya," ucap Tata.
Oleh sebab itu, Tata memastikan, pemerintah akan terus memberikan bantuan hukum. "Kita akan terus membantu yang bersangkutan, agar membuktikan kalau dia benar tidak melakukan hal itu," ucapnya.
Penangkapan terhadap HL dilakukan di Kota Gaziantep pada awal Juni 2016. HL diciduk bersama dua warga lokal.
"Nama HL yang ditanyakan ditangkap di Gaziantep tanggal 3 Juni bersama dua orang WN Turki," ucap Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhamad Iqbal, dalam keterangan persnya, Sabtu (11/6/2016).
"Diduga ada keterlibatan dalam organisasi terlarang di Turki (Kelompok Hizmet). HL sendiri tinggal di Turki dengan status mahasiswa," kata Iqbal.
Ditahan di Turki, WNI Bantah Ikut Organisasi Terlarang
WNI berinisial HL yang ditangkap di Turki membantah tudingan bahwa dirinya terlibat dalam organisasi terlarang.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1266023/original/082623500_1466063072-turkish-flag.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- PHE Bidik Peluang Indonesia Jadi Hub Penyimpanan Karbon Asia6 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
- Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi Rendah Karbon10 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
- Startup Ini Klaim Sembuhkan Infeksi Pakai Virus Buatan AI, Ilmuwan Minta Bukti20 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
- Cerita Puluhan Istri Petani di Sorong Ubah Jantung Pisang Jadi Abon1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
- Mengikuti Perjalanan Sampah Organik dari Rumah sampai Jadi Kompos1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
- Konservasi Penyu Lekang di Pantai Biaung Perkuat Perlindungan Ekosistem Pesisir1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
- Taman Kuliner Ramah Lingkungan di Embung Doho Wonogiri, Dukung UMKM Lokal1 minggu yang lalu
- Menag Nasaruddin Ajak Tobat Ekologis, Ingatkan Bahaya Eksploitasi Alam1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
- Sekolah Anak Pesisir di NTB Padukan Edukasi Lingkungan dan Ekonomi Lokal1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
- Petani dan Nelayan Bakal Ikut Menikmati Pembiayaan Karbon2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441352/original/085354000_1765504848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-12T084357.150.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528523/original/006924900_1773286985-cek_fakta_-_ikan_budidaya_link_pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380756/original/071937100_1792737316-Screenshot_2026-10-23_124005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380731/original/013852100_1792736272-cek_fakta_-_ikan_budidaya_lele.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412045/original/093748200_1479720381-turky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2863165/original/013425200_1564030339-ebolita.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371613/original/028265600_1791795786-ameer-albahouth-kSdWcPs6Ocg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376200/original/084715700_1792312230-AP26290458830942.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378054/original/070573300_1792488612-WhatsApp_Image_2026-10-20_at_16.08.55.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376216/original/000692200_1792313944-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374722/original/031767000_1792061077-IMG_9244.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5029056/original/026547800_1732946723-WhatsApp_Image_2024-11-30_at_11.18.13.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1679084/original/064714700_1502716829-20170814-Retno-Marsudi-CMS-GM5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296829/original/098179900_1784027448-Kolom_Pakar_Prof_Tjandra_Yoga_Aditama.jpeg)