Sukses

Kura-kura Albino Cantik Ditemukan di Pantai Australia

Liputan6.com, Australia - Seekor kura-kura kecil yang sangat langka ditemukan di sebuah pantai di Australia. Makhluk kecil berwarna putih atau albino itu diketahui salah satu dari 122 anak tukik atau penyu yang terdampar di pantai Queensland.

Makhluk kecil berwarna putih itu diketahui salah satu dari 122 anak tukik atau penyu yang terdampar di pantai Queensland Australia.

Para relawan dari  Coolum dan North Shore Coast atau kelompok pecinta lingkungan di tepi pantai Australia-lah yang pertama kali menemukan hewan tersebut pada hari Minggu 7 Februari lalu.

"Dengan melepaskannya ke dalam air, akan membuatnya bahagia," kata ketua pencinta lingkungan Linda Warnemunde, seperti dilansir dari BBC, Selasa (9/2/2016).

"Hewan ini tidak sakit, hanya memang kulitnya berwarna putih," tambah Linda.

Linda juga mengungkapkan umumnya dari sejumlah 1.000 ekor tukik yang dilepas ke laut, yang bertahan hidup hanya 1 ekor. Bahkan menurut para ahli, peluang hidup bagi kura-kura albino jauh lebih rendah.

Menurut para ahli, peluang hidup bagi  kura-kura albino jauh lebih rendah. (BBC.com)

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Ilmuwan dari Lembaga perlindungan hewan langka Queensland, Dr Kol Limpus. Menurutnya penampakan kura-kura dengan mata berwarna merah yang terdampar di pantai Queensland memang sangat langka dan jarang terjadi.

"Mungkin dari ratusan ribu yang diletakkan, hanya 1 yang dapat bertahan hidup," jelas dr Limpus.

"Dan biasanya, mereka tidak pernah keluar dari sarangnya. Mungkin ia keluar dari sarang karena tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Ini mengisyaratkan kesempatan hidup mereka memang sangat rendah," tambah Limpus, seperti dilansir dari Abc.net.au.

Sementara itu, seorang penduduk setempat bernama Jayne Walton merekam kura-kura itu ke dalam video mengungkapkan kebahagiannya.

"Dia (kura-kura) cantik. Kita bisa melihat siripnya yang berwarna merah muda seperti melihat darah yang sedang mengalir," kata Walton.

"Aku berharap, dia dapat bertahan hidup di laut lepas. Caranya berjalan pun sangat cepat, seperti sudah tidak tahan ingin buru-buru masuk ke dalam air," tambahnya.