Sukses

Menunjuk Menteri yang Korup, PM Spanyol Minta Maaf

Liputan6.com, Madrid - Perdana Menteri (PM) Spanyol Mariano Rajoy meminta maaf untuk pertama kalinya, atas skandal korupsi yang mempengaruhi anggota Partai Rakyat yang tengah berkuasa. Dalam ungkapan pada Selasa 28 Oktober waktu setempat itu, ia juga berjanji untuk membersihkan nama baik politik Negeri Matador.

Ini adalah pertama kalinya Pak perdana menteri meminta maaf secara eksplisit, meski penyelidikan yudisial terhadap anggota partai yang terlibat korupsi telah dilakukan selama tiga tahun terakhir -- sejak People's Party (PP) memenangkan pemilihan umum.

"Saya minta maaf atas nama PP untuk semua rakyat Spanyol, karena telah menunjuk orang yang tak layak yang memanfaatkan posisinya dan mengambil keuntungan dari itu," kata Rajoy di hadapan Senat seperti dikutip dari Reuters, Rabu (29/10/2014).

Permintaan maafnya muncul setelah Angel Acebes --mantan Mendagri sekaligus Sekjen PP muncul di pengadilan banding terkait tuduhan menjadikan partainya sebagai penampung dana haram.

PM Rajoy juga dikritik karena tidak secepatnya memecat Luis Barcenas, mantan bendahara PP yang sedang ditahan karena terkait kasus dugaan korupsi.

Pada hari Senin 27 Oktober, 51 orang ditangkap atas dugaan membekingi pengamanan kontrak publik, termasuk beberapa petinggi PP dan Francisco Granados, mantan wakil presiden konservatif wilayah Madrid yang mengundurkan diri pada Februari setelah terungkap memiliki jutaan euro di rekening bank Swiss.

Rajoy mengungkapkan kepada senator, pihaknya sudah memperkenalkan langkah-langkah untuk mengatasi korupsi, dan akan memberlakukan undang-undang terkait hal itu.

"Kami akan terus meningkatkan berbagai tindakan anti korupsi, sampai kita memastikan siapa pun publik di negeri ini berpikir dua kali sebelum tergoda melakukan korupsi," ungkap PM Spanyol Rajoy. (Ein)

Loading