Sukses

Wajah Ngeri Monyet Korban Konflik Israel-Palestina

Liputan6.com, Gaza - Ada teriakan tak bersuara di balik darah-darah yang berceceran, ribuan nyawa manusia yang berguguran, dan luluh lantaknya rumah serta gedung-gedung, akibat ketegangan selama 50 hari antara Israel dan Palestina. Karena sesungguhnya tak cuma manusia yang menjadi korban dari konflik ini.

Cobalah tengok mereka, warga Kebun Binatang Gaza, Taman Rekreasi Al Bisan, Jabalya. Puluhan hewan tak berdosa itu mati dalam kengerian setelah terjebak dalam baku tembak antara kedua Israel-Palestina.

Bangkai hewan-hewan terbaring di sana-sini sementara puing-puing dan sisa-sisa peluncur roket teronggok dekat mereka.

Di salah satu sudut kandang, seekor babon hamadryas yang masih hidup menatap nanar bangkai babon lain yang meregang nyawa dengan tragis. Bangkainya kurus kering, warnanya hitam pekat. Tangan dan kaki-kakinya terjuntai di antara daun-daun kering. Rahangnya terbuka lebar memperlihatkan gigi geligi sementara matanya terpejam.

 



Hewan-hewan yang masih hidup ini terjebak di antara bangkai-bangkai di kandang mereka. Tak berhenti di situ, penderitaan mereka bertambah karena beberapa kandang tak memiliki persediaan air. Pihak kebun binatang menyatakan, simpanan makanan kini terbatas dan beberapa hewan terancam kelaparan. Sementara kebun binatang ini juga mengalami kekurangan dana.

 



Kepala dokter hewan di Kebun Binatang Gaza, Abu Sameer mengatakan, 10 monyet tewas bersama burung merak, rusa, singa, dan rubah. Dia menyatakan, banyak hewan yang mengalami trauma.

"Situasinya buruk. Kami tak bisa mengeluarkan hewan-hewan dari kandang untuk membersihkannya. Banyak di antara mereka yang sakit karena lemah dan kotor. Tapi kami tak memiliki tempat lain," kata Sameer, seperti dikutip dari laman News.com.au, Minggu (7/9/2014).

Kondisi yang memilukan ini kini menjadi perhatian kelompok pemerhati hak binatang, seperti Animal Welfare Charity Four Paws International.

Selain itu, Organisasi Dokter Hewan Amir Khalil mengaku, tengah mengurus semua perizinan untuk mengangkut 3 singa dan 1 buaya dan berharap dapat memindahkan mereka ke perbatasan Yordania.

Kedua pihak sepakat melakukan gencatan senjata tanpa batas. Dalam konflik antara Israel-Gaza sejak 8 Juli hingga 26 Agustus, lebih dari 2.100 orang Palestina tewas dalam konflik itu.

Sebagian besar yang meninggal adalah warga sipil. Sementara dari pihak Israel, 72 orang dilaporkan tewas, termasuk enam tentara. (Yus)

Loading