Sukses

Air Algerie Hilang Kontak di Atas Mali, Gara-gara Putar Arah?

Liputan6.com, Aljir - Maskapai milik negara Aljazair, Air Algerie melaporkan telah kehilangan kontak dengan salah satu pesawatnya yang terbang dari Burkina Faso melintasi Gurun Sahara. Hilang kontak terjadi 50 menit setelah lepas landas dari Ouagadougou. Pesawat penumpang tersebut kali terakhir terlihat pada pukul 01.55 GMT atau 08.00 WIB. Seperti Liputan6.com kutip dari Reuters, saat itu pesawat berada di Gao, Mali.

Seharusnya kapal terbang tersebut dijadwalkan mendarat pada pukul 05.10 waktu setempat.

Penerbangan AH 5017 membawa 110 penumpang dan 6 awak pesawat. "Sesuai dengan prosedur, Air Algerie telah meluncurkan rencana darurat," kata pejabat Air Algerie, seperti Liputan6.com kutip dari BBC, Kamis (24/7/2014)

Meski dioperasikan oleh Air Algerie, pesawat tersebut dicarter dari perusahaan Spanyol, Swiftair.

Dalam keterangannya, Swiftair mengatakan pesawat tersebut adalah MD83, bukan Airbus A320 -- seperti yang diungkap salah satu pejabat Aljazair. Perusahaan tersebut mengaku belum bisa menjalin kontak dengan pesawat. Salah satu sumber dari Air Algerie mengatakan," Pesawat itu tidak jauh dari perbatasan Aljazair ketika pilot diminta untuk berputar karena visibilitas yang buruk dan untuk mencegah risiko tabrakan dengan pesawat lain rute Aljir-Bamako," kata dia. "Kontak terputus setelah perubahan arah itu."

Penerbangan AH 5017 menempuh rute Ouagadougou-Aljir 4 kali dalam seminggu.

Februari lalu, sebuah pesawat militer celaka di Aljazair, menewaskan 77 orang di dalamnya. Hercules C-130 menabrak gunung di Provinsi Oum al-Bouaghi, saat menempuh rute ke Constantine di tengah cuaca buruk. Hanya 1 orang yang selamat. (Tnt)

Baca Juga:

Kisah WNI Ditabrak Taksi Sampai Kaki Diamputasi

WNI Turut Jadi Korban Saat Apartemen Ditabrak Pesawat TransAsia

Malaysia Airlines Diguncang Pembatalan Tiket Penerbangan