Liputan6.com, Jakarta Dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang seorang Muslim menghadapi kondisi yang membuatnya sulit melaksanakan salat tepat waktu. Perjalanan jauh, pekerjaan yang mendesak, atau situasi darurat lainnya terkadang menjadi alasan utama seseorang perlu menggabungkan dua waktu salat dalam satu waktu. Dalam Islam, hal ini dikenal dengan istilah menjamak salat, yaitu menggabungkan dua salat wajib dalam satu waktu yang sama, salah satunya adalah salat Dzuhur dan Ashar.
Menjamak salat bukan hanya soal memindahkan waktu ibadah, tetapi juga memiliki aturan, syarat, dan niat yang perlu dipahami agar ibadah tetap sah dan diterima. Kesalahan dalam niat atau tata cara bisa membuat salat menjadi tidak sah, sehingga penting bagi setiap Muslim untuk mengetahui panduannya secara benar. Dengan pemahaman yang tepat, menjamak salat dapat menjadi solusi yang memudahkan tanpa mengurangi nilai ibadah di hadapan Allah SWT.
Berikut cara menjamak salat Dzuhur dan Ashar, mulai dari niat, tata cara pelaksanaan, perbedaan antara jamak taqdim dan jamak takhir, hingga waktu yang paling tepat untuk melakukannya. Dengan memahami panduan ini, umat Muslim dapat tetap menjaga kewajiban salatnya meskipun dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk melaksanakannya secara terpisah.
Advertisement
Pengertian Shalat Jamak
Shalat jamak adalah menggabungkan dua shalat fardhu untuk dilaksanakan dalam satu waktu. Shalat yang dapat dijamak adalah Dzuhur dengan Ashar, serta Maghrib dengan Isya. Terdapat dua jenis shalat jamak:
- Jamak Taqdim: Menggabungkan dua shalat fardhu dan melaksanakannya pada waktu shalat yang pertama. Contohnya, menggabungkan shalat Dzuhur dan Ashar yang dilaksanakan pada waktu Dzuhur.
- Jamak Takhir: Menggabungkan dua shalat fardhu dan melaksanakannya pada waktu shalat yang kedua. Misalnya, menggabungkan shalat Dzuhur dan Ashar yang dilaksanakan pada waktu Ashar.
Adapun dalil-dalil yang menerangkan tentang shalat jamak adalah sebagai berikut:
1. Surat an-Nisaa’: 101
وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُبِينًا.
Artinya: “Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu men-qasar shalatmu jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.”
2. Hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
جَمَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ بِالْمَدِينَةِ فِي غَيْرِ سَفَرٍ وَلا خَوْفٍ، قَالَ: قُلْتُ يَا أَبَا الْعَبَّاسِ: وَلِمَ فَعَلَ ذَلِكَ؟ قَالَ: أَرَادَ أَنْ لاَ يُحْرِجَ أَحَدًا مِنْ أُمَّتِهِ. [رواه أحمد]
Artinya: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjamak antara shalat Dzuhur dan Ashar di Madinah bukan karena bepergian juga bukan karena takut. Saya bertanya: Wahai Abu Abbas, mengapa bisa demikian? Dia menjawab: Dia (Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) tidak menghendaki kesulitan bagi umatnya.” [HR. Ahmad]
3. Hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, ia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا ارْتَحَلَ قَبْلَ أَنْ تَزِيغَ الشَّمْسُ أَخَّرَ الظُّهْرَ إِلَى وَقْتِ الْعَصْرِ ثُمَّ نَزَلَ فَجَمَعَ بَيْنَهُمَا فَإِنْ زَاغَتْ الشَّمْسُ قَبْلَ أَنْ يَرْتَحِلَ صَلَّى الظُّهْرَ ثُمَّ رَكِبَ. [متّفق عليه]
Artinya: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika berangkat dalam bepergiannya sebelum tergelincir matahari, beliau mengakhirkan shalat Dzuhur ke waktu shalat Ashar; kemudian beliau turun dari kendaraan kemudian beliau menjamak dua shalat tersebut. Apabila sudah tergelincir matahari sebelum beliau berangkat, beliau shalat dzuhur terlebih dahulu kemudian naik kendaraan.” [Muttafaq
Advertisement
Hukum dan Syarat Shalat Jamak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2707768/original/015139900_1547813879-sholat_jamak.jpg)
Hukum shalat jamak adalah mubah (diperbolehkan) bagi orang yang memenuhi syarat-syarat tertentu. Beberapa syarat diperbolehkannya shalat jamak antara lain:
- Sedang dalam perjalanan jauh (musafir) dengan jarak minimal sekitar 80-90 km
- Perjalanan dilakukan untuk tujuan yang diperbolehkan dalam Islam, bukan untuk maksiat
- Dalam keadaan sakit atau kesulitan yang menyebabkan kesulitan untuk melaksanakan shalat pada waktunya
- Cuaca buruk seperti hujan lebat yang menyulitkan untuk pergi ke masjid
- Keadaan darurat atau keperluan mendesak lainnya
Penting untuk diingat bahwa shalat jamak tidak boleh dijadikan kebiasaan tanpa adanya udzur syar'i yang jelas. Tujuannya adalah untuk memberikan kemudahan bagi umat Islam dalam kondisi tertentu, bukan untuk meringankan kewajiban shalat secara umum.
Tata Cara Shalat Jamak Dzuhur dan Ashar
Berikut adalah panduan lengkap tata cara melaksanakan shalat jamak Dzuhur dan Ashar:
1. Jamak Taqdim (Dilaksanakan pada Waktu Dzuhur)
- Niat shalat Dzuhur dengan jamak taqdim
- Laksanakan shalat Dzuhur 4 rakaat seperti biasa
- Setelah salam, langsung berdiri untuk shalat Ashar
- Niat shalat Ashar dengan jamak taqdim
- Laksanakan shalat Ashar 4 rakaat seperti biasa
2. Jamak Takhir (Dilaksanakan pada Waktu Ashar)
- Niat menunda shalat Dzuhur untuk dijamak dengan Ashar
- Pada waktu Ashar, niat shalat Dzuhur dengan jamak takhir
- Laksanakan shalat Dzuhur 4 rakaat
- Setelah salam, langsung berdiri untuk shalat Ashar
- Niat shalat Ashar dengan jamak takhir
- Laksanakan shalat Ashar 4 rakaat
Advertisement
Niat Shalat Jamak Dzuhur dan Ashar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5145757/original/060582900_1740732778-muslim-praying-sujud-posture_53876-25222.jpg)
Berikut adalah lafaz niat untuk shalat jamak Dzuhur dan Ashar:
Niat Jamak Taqdim:
1. Niat shalat Dzuhur: "Ushalli fardhadz dzuhri arba'a raka'aatin majmuu'an ma'al 'ashri jam'a taqdiimin adaa-an lillaahi ta'aalaa"
Artinya: "Saya niat shalat fardhu Dzuhur empat rakaat dijamak dengan Ashar secara jamak taqdim karena Allah Ta'ala"
2. Niat shalat Ashar: "Ushalli fardhal 'ashri arba'a raka'aatin majmuu'an ma'azh zhuhri jam'a taqdiimin adaa-an lillaahi ta'aalaa"
Artinya: "Saya niat shalat fardhu Ashar empat rakaat dijamak dengan Dzuhur secara jamak taqdim karena Allah Ta'ala"
Niat Jamak Takhir:
1. Niat shalat Dzuhur: "Ushalli fardhadz dzuhri arba'a raka'aatin majmuu'an ma'al 'ashri jam'a ta'khiirin adaa-an lillaahi ta'aalaa"
Artinya: "Saya niat shalat fardhu Dzuhur empat rakaat dijamak dengan Ashar secara jamak takhir karena Allah Ta'ala"
2. Niat shalat Ashar: "Ushalli fardhal 'ashri arba'a raka'aatin majmuu'an ma'azh zhuhri jam'a ta'khiirin adaa-an lillaahi ta'aalaa"
Artinya: "Saya niat shalat fardhu Ashar empat rakaat dijamak dengan Dzuhur secara jamak takhir karena Allah Ta'ala"
Perbedaan Jamak Taqdim dan Jamak Takhir
Meskipun keduanya merupakan bentuk shalat jamak, terdapat beberapa perbedaan antara jamak taqdim dan jamak takhir:
- Waktu pelaksanaan: Jamak taqdim dilaksanakan pada waktu shalat pertama, sedangkan jamak takhir dilaksanakan pada waktu shalat kedua.
- Urutan shalat: Pada jamak taqdim, shalat harus dilakukan sesuai urutan (Dzuhur kemudian Ashar). Pada jamak takhir, urutan tidak diharuskan meskipun tetap dianjurkan.
- Niat: Niat jamak taqdim harus dilakukan saat takbiratul ihram shalat pertama. Untuk jamak takhir, niat bisa dilakukan sebelum habisnya waktu shalat pertama.
- Fleksibilitas: Jamak takhir memberikan fleksibilitas lebih karena masih ada waktu untuk memutuskan menjamak atau tidak sampai masuknya waktu shalat kedua.
Advertisement
Manfaat dan Hikmah Shalat Jamak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3453412/original/064790800_1620619406-muslim-men-praying-tashahhud-posture.jpg)
Dibolehkannya shalat jamak memiliki beberapa manfaat dan hikmah, di antaranya:
- Memberikan kemudahan bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah saat kondisi sulit
- Menunjukkan fleksibilitas ajaran Islam yang memperhatikan kebutuhan umatnya
- Menghindari terlewatnya waktu shalat bagi orang yang sedang dalam perjalanan atau kondisi darurat
- Memungkinkan konsentrasi lebih baik dalam ibadah karena tidak terburu-buru atau khawatir terlewat waktu
- Mengajarkan pentingnya manajemen waktu dan prioritas dalam beribadah
People Also Ask
1. Apa yang dimaksud dengan menjamak salat Dzuhur dan Ashar?
Menjamak salat adalah menggabungkan dua salat fardu dalam satu waktu, misalnya salat Dzuhur dan Ashar. Hal ini diperbolehkan dalam kondisi tertentu seperti saat bepergian (safar), hujan deras, atau keadaan darurat lainnya, sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
2. Kapan waktu yang tepat untuk menjamak Dzuhur dan Ashar?
Ada dua cara menjamak, yaitu:
Jamak taqdim: mengerjakan salat Dzuhur dan Ashar bersamaan di waktu Dzuhur.
Jamak ta’khir: mengerjakan keduanya di waktu Ashar. Keduanya sah dilakukan selama memenuhi syarat dan niatnya sudah ditetapkan sejak awal.
3. Bagaimana bacaan niat menjamak Dzuhur dan Ashar?
Contoh niat jamak taqdim: "Ushalli fardha zhuhri arba‘a raka‘ātin jam‘an taqdīman ma‘al ‘ashri lillāhi ta‘ālā." Contoh niat jamak ta’khir: "Ushalli fardha zhuhri arba‘a raka‘ātin jam‘an ta’khīran ma‘al ‘ashri lillāhi ta‘ālā." Niat cukup dibaca dalam hati untuk membedakan antara salat biasa dan salat jamak.
4. Apa saja syarat sah menjamak salat Dzuhur dan Ashar?
Beberapa syarat utamanya antara lain: sedang dalam perjalanan (safar) atau kondisi darurat, urutan salat tetap sesuai (Dzuhur lebih dahulu dari Ashar), dilakukan secara berturut-turut tanpa jeda panjang, serta berniat menjamak sejak awal salat pertama.
5. Apakah salat Dzuhur dan Ashar boleh dijamak di rumah?
Secara umum, menjamak salat dilakukan ketika ada uzur syar’i seperti perjalanan jauh atau keadaan darurat. Namun, sebagian ulama membolehkan menjamak di rumah saat ada kebutuhan mendesak seperti sakit berat atau hujan deras, selama syarat-syaratnya tetap terpenuhi.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8414164/original/000004000_1782298740-Cek_fakta_-_rumor_ukraina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3555099/original/AGNmyxYsmp2O0yLNbyo5fE5y6vCzeKFPb4GWb-vYY2F9%3Ds96-c.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4992858/original/011986900_1730875016-shalat1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860527/original/082452700_1734048766-pexels-david-kanigan-239927285-29558894.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258639/original/042157800_1781395836-AP26164834638106-Vinicius.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258626/original/079452200_1781391485-000_B6Z46WN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8443167/original/050423700_1782336694-swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7809636/original/050138700_1780626362-timnas-republik-ceko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257627/original/035946300_1781249972-AP26163143978604.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258899/original/071719200_1781422429-vini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258705/original/024939600_1781404490-qatar_vs_swiss-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263365/original/096832600_1781914237-063_2282418040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258625/original/008972500_1781391455-000_B6Z46X3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259349/original/006649100_1781496292-16568785077878889185.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261933/original/063559100_1781763073-Pagar_Tembok_Tinggi_dengan_Tanaman_Hijau.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265469/original/000648300_1782112834-Tempat_Jemur_untuk_Rumah_yang_Tidak_Punya_Halaman_Belakang.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5545157/original/096358100_1775128206-Cabai_Rawit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265187/original/040597200_1782110940-8242eb1d-9a54-4997-b0c3-82a93c9ef141.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265175/original/085771900_1782110376-Desain_Gerbang_Rumah_Minimalis_yang_Sulit_Dibobol.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264304/original/066601900_1782106287-ChatGPT_Image_Jun_22__2026__12_29_54_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264293/original/012492800_1782105583-1b39a4c7-a101-49a3-9e86-f5799109ba84.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264290/original/089610500_1782105361-6402086857478612764.jpeg)