Rahasia Keutamaan Surat Ar-Rahman dan Doa yang Terkandung di Dalamnya

Pelajari doa surat Ar Rahman lengkap dengan teks Arab, Latin, terjemahan, keutamaan membacanya, dan cara mengamalkannya sesuai sunnah Rasulullah SAW.

Diterbitkan 28 Agustus 2025, 18:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Surat Ar-Rahman dikenal sebagai salah satu surat yang paling indah dalam Al-Qur’an karena penuh dengan pengulangan ayat yang menyentuh hati. Dengan 78 ayat yang banyak memuji kebesaran Allah SWT, surat ini mengajarkan manusia untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan. Tak heran jika Ar-Rahman sering disebut sebagai surat kasih sayang, karena kandungannya mengingatkan tentang rahmat Allah yang luas bagi seluruh makhluk.

Keutamaan surat ini sangat besar, bahkan dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa membacanya bisa menjadi penenang hati, mendatangkan rasa syukur, dan mengingatkan manusia akan nikmat dunia dan akhirat. Menurut kajian tafsir yang dibahas dalam Jurnal Studi Al-Qur’an, Ar-Rahman juga mengandung doa tersirat yang mengajarkan manusia untuk senantiasa memohon perlindungan, keberkahan, serta keselamatan. Inilah yang menjadikan surat ini sering diamalkan dalam berbagai kesempatan, baik dalam ibadah pribadi maupun acara keagamaan.

Artikel ini akan membahas rahasia keutamaan surat Ar-Rahman, doa yang terkandung di dalamnya, serta bagaimana mengamalkannya agar hidup lebih tenang dan penuh rasa syukur. Dengan memahami makna mendalam dari surat ini, pembaca dapat semakin dekat dengan Allah SWT sekaligus lebih menghargai setiap nikmat yang diberikan.

Pengertian dan Keistimewaan Surat Ar Rahman

Surat Ar Rahman adalah surat ke-55 dalam Al-Quran yang terdiri dari 78 ayat. Nama "Ar Rahman" diambil dari ayat pertama surat ini yang langsung menyebut salah satu nama Allah yang mulia, yaitu "Yang Maha Pengasih". Dalam buku "Tadabur Al-Quran" karya Syaikh Adil Muhammad Khalil, dijelaskan bahwa surat ini dinamakan demikian karena Allah memulai surat ini dengan menyebut nama-Nya, Ar-Rahman, yang menggambarkan kelembutan, kasih sayang, karunia, dan kebaikan-Nya yang sempurna.

Keistimewaan utama surat ini terletak pada pengulangan ayat "Fabi ayyi aalaa'i Rabbikuma tukadziban" (Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?) sebanyak 31 kali. Pengulangan ini berfungsi sebagai pengingat yang kuat bagi manusia dan jin untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat Allah yang tak terhitung jumlahnya.

Teks Surat Ar Rahman dengan Terjemahan

Berikut adalah teks surat Ar Rahman 1-13 beserta terjemahannya:

اَلرَّحْمٰنُۙ 1. 
Ar-Raḥmān
Artinya: (Allah) Yang Maha Pengasih.
2. عَلَّمَ الْقُرْأٰنَ۠ '
Allamal-Qur'ān
Artinya: Yang telah mengajarkan Al-Qur'an [kepadanya].
3. خَلَقَ الْإِنْسَانَۙ
Khalaqal-insān
Artinya: Dia menciptakan manusia.
4. عَلَّمَهُ الْبَيَانَ
'Allamahul-bayān
Artinya: Mengajarnya pandai berbicara.
5. الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍۙ
Asy-syamsu wal-qamaru biḥusbān(in)
Artinya: Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan,
6. وَالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدٰنِ
Wan-najmu wasy-syajaru yasjudān(i)
Artinya: Dan tumbuh-tumbuhan [atau bintang-bintang] dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya).
7. وَالسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيْزَانَۙ
Was-samā'a rafa'ahā wa waḍa'al-mīzān(a)
Artinya: Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia menciptakan keseimbangan,
8. أَلَّا تَطْغَوْا فِى الْمِيْزَانِ
Allā taṭghaw fil-mīzān(i),
Artinya: Agar kamu jangan merusak keseimbangan itu.
9. وَأَقِيْمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيْزَانَ
Wa aqīmūl-wazna bil-qisṭi wa lā tukhsirūl-mīzān(a)
Artinya: Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.
10. وَالْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِۙ
Wal-arḍa waḍa'ahā lil-anām(i)
Artinya: Dan bumi Dia membentangkannya untuk semua makhluk,
11. فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ‌
Fīhā fākihatunw wan-nakhlụ żātul-akmām(i)
Artinya: Di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang memiliki tangkai-tangkai yang berlapis-lapis [pohon kurma yang berbuah].
12. وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ‌ۚ
Wal-ḥabbu żul-'aṣfi war-raiḥān(u)
Artinya: Dan biji-bijian yang berkulit [jerami] dan tumbuhan yang harum.
13. فَبِأَيِّ آلَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i)
Artinya: Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? [ditujukan kepada jin dan manusia].

 

Ayat Kunci yang Sering Diulang

Ayat yang paling terkenal dan sering diulang dalam surat ini adalah:

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Bacaan Latin: Fabi ayyi aalaa'i rabbikuma tukadziban

Artinya: "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Ayat ini diulang sebanyak 31 kali dalam surat Ar Rahman, menjadikannya sebagai pengingat yang sangat kuat tentang pentingnya bersyukur kepada Allah SWT.

Keutamaan Membaca Surat Ar Rahman

Berdasarkan berbagai hadits dan riwayat yang sahih, terdapat lima keutamaan utama membaca surat Ar Rahman:

1. Mendapat Rahmat dari Allah SWT

Dari Ubay bin Ka'b Ra, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الرَّحْمَنِ رَحِمَ اللَّهُ عَجْزَهُ وَأَدَّى شُكْرَ مَا أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِ

"Barangsiapa membaca surat Ar-Rahman, niscaya Allah rahmati ketiada berdayaannya dan ia telah menjalankan rasa syukur atas nikmat Allah padanya."

Hadits ini menunjukkan bahwa membaca surat Ar Rahman akan mendatangkan rahmat Allah kepada pembacanya, sekaligus menjadi wujud syukur atas segala nikmat yang telah diberikan.

2. Diseru sebagai Penghuni Surga Firdaus

Dalam riwayat dari 'Aisyah Ra, Rasulullah SAW bersabda bahwa pembaca surat Al-Hadiid, surat Al-Waaqi'ah, dan surat Ar-Rahman diseru di alam Malakut langit dan bumi dengan sebutan 'Penghuni Surga Firdaus' (HR Al-Baihaqi). Keutamaan ini menunjukkan tingginya derajat orang yang rutin membaca surat Ar Rahman, dimana mereka dijanjikan surga yang paling tinggi.

3. Dijuluki sebagai Pengantin Al-Quran

Sayyidina Ali ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

لِكُلِّ شَيْءٍ عَرُوسٌ وَعَرُوسُ الْقُرْآنِ الرَّحْمَنُ

"Setiap sesuatu memiliki pengantin, dan pengantin Al-Quran adalah surat Ar-Rahman." (HR. Al-Baihaqi)

Julukan ini diberikan karena keindahan surat Ar Rahman yang menyerupai hiasan pengantin, terutama dengan pengulangan ayat yang indah dan penuh makna tentang nikmat-nikmat Allah.

4. Mendapat Kasih Sayang dan Keridhaan Allah

Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa membaca surat Ar-Rahman, Allah akan menyayangi kelemahannya dan meridhoi nikmat yang dikaruniakan kepadanya. Ini menunjukkan bahwa membaca surat ini akan membawa kasih sayang khusus dari Allah kepada hamba-Nya.

Surat Ar Rahman berisi pengingat tentang berbagai nikmat Allah yang sering terlupakan. Dengan pengulangan ayat tentang nikmat-nikmat tersebut, pembaca akan tergerak untuk merenungkan dan bersyukur. Sebagaimana firman Allah:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.'" (QS. Ibrahim: 7)

Cara Mengamalkan Surat Ar Rahman

Terdapat beberapa cara yang dianjurkan untuk mengamalkan surat Ar Rahman berdasarkan sunnah Rasulullah SAW:

1. Membaca Setiap Hari Pagi dan Malam

Umat Islam sangat dianjurkan untuk membaca surat Ar Rahman setiap hari, baik di waktu pagi maupun malam. Membiasakan membaca surat ini tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga menjadi wujud rasa syukur atas nikmat Allah. Waktu pagi dan malam dipilih karena merupakan waktu-waktu yang diberkahi, dimana hati lebih tenang dan pikiran lebih jernih untuk merenungkan ayat-ayat Allah.

2. Dalam Shalat Witir

Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Anas Ra, Rasulullah SAW memiliki kebiasaan membaca surat Ar Rahman dalam shalat witir, terutama di akhir-akhir usia beliau:

كَانَ النَّبِيُّ يُوتِرُ بِتِسْعِ رَكَعَاتٍ فَلَمَّا كَبِرَ وَثَقُلَ أَوْتَرَ بِسَبْعٍ وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ يَقْرَأُ فِيهِمَا بِالرَّحْمَنِ وَالْوَاقِعَةِ

"Nabi mengerjakan shalat witir sembilan rakaat. Setelah umur beliau menua dan merasa berat, beliau shalat witir tujuh rakaat dan shalat dua rakaat dengan duduk, membaca Surat Ar-Rahman dan Al-Waqi'ah." (HR Ibnu Khuzaimah)

Hadits ini menunjukkan bahwa membaca surat Ar Rahman dalam shalat witir merupakan amalan yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.

3. Sebagai Wirid Setelah Shalat

Surat Ar Rahman juga dapat diamalkan sebagai wirid setelah shalat fardhu. Membacanya setelah shalat akan memperpanjang waktu berdzikir dan memperdalam perenungan terhadap nikmat-nikmat Allah yang telah disebutkan dalam surat ini.

Adab Membaca Surat Ar Rahman

Untuk memperoleh keutamaan maksimal dari membaca surat Ar Rahman, terdapat beberapa adab yang perlu diperhatikan:

1. Dalam Keadaan Suci

Sebaiknya membaca surat Ar Rahman dalam keadaan berwudhu dan suci dari hadats. Hal ini menunjukkan penghormatan terhadap kalam Allah dan akan membuat hati lebih khusyuk.

2. Dengan Tadabbur dan Perenungan

Jangan hanya sekedar membaca, tetapi renungkanlah makna setiap ayat, terutama ketika sampai pada ayat "Fabi ayyi aalaa'i rabbikuma tukadziban". Berhentilah sejenak untuk merefleksikan nikmat-nikmat Allah yang telah diterima.

3. Dengan Suara yang Merdu

Rasulullah SAW bersabda: "Hiasilah Al-Quran dengan suara-suara kalian" (HR. Abu Dawud). Membaca dengan suara yang merdu akan menambah kekhusyukan dan keindahan bacaan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah boleh membaca surat Ar Rahman tanpa wudhu?

Boleh, namun lebih utama dalam keadaan berwudhu untuk menunjukkan adab dan penghormatan terhadap Al-Quran.

Berapa kali sebaiknya membaca surat Ar Rahman dalam sehari?

Tidak ada batasan khusus, namun yang terpenting adalah konsistensi. Membaca sekali sehari dengan penuh penghayatan lebih baik daripada berkali-kali tanpa tadabbur.

Apakah ada waktu khusus yang dianjurkan untuk membaca surat Ar Rahman?

Waktu pagi dan malam sangat dianjurkan, serta dalam shalat witir sebagaimana sunnah Rasulullah SAW.

Bagaimana jika tidak hafal surat Ar Rahman?

Bisa membaca dari mushaf atau aplikasi Al-Quran. Yang penting adalah niat yang tulus dan usaha untuk memahami maknanya.

Apakah keutamaan surat Ar Rahman hanya untuk yang hafal?

Tidak, keutamaan tersebut berlaku untuk siapa saja yang membacanya dengan niat yang baik, baik hafal maupun membaca dari mushaf.