Tata Cara Sholat Sunnah Qobliyah Subuh, Ini Panduan Lengkap dan Keutamaannya yang Perlu Dipahami

Pelajari tata cara sholat sunnah qobliyah subuh secara lengkap, mulai dari niat, gerakan, hingga keutamaannya. Amalkan ibadah istimewa ini dengan benar.

Diterbitkan 24 Juni 2025, 22:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sholat sunnah Qobliyah Subuh adalah salah satu amalan ringan namun memiliki keutamaan yang besar dalam Islam. Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkan dua rakaat ini, bahkan di saat bepergian. Oleh karena itu, sholat sunnah ini menempati posisi istimewa di antara ibadah-ibadah sunnah lainnya.

Sholat sunnah Qobliyah Subuh dikerjakan sebelum sholat Subuh fardhu, dengan dua rakaat singkat namun penuh makna. Tata cara pelaksanaannya sederhana, tidak berbeda jauh dengan sholat sunnah lainnya, tetapi disarankan dilakukan dengan penuh kekhusyukan dan memperhatikan waktu pelaksanaannya yang sempit. Niat dan pelaksanaan yang tepat menjadi bagian penting dari kesempurnaan ibadah ini.

Artikel ini akan memandu Anda memahami cara mengerjakan sholat sunnah Qobliyah Subuh secara runtut dan benar, mulai dari niat hingga salam. Tak hanya itu, Anda juga akan mengetahui keutamaan besar yang dijanjikan bagi mereka yang rutin menjalankannya. Simak ulasan selengkapnya untuk menambah kualitas ibadah harian Anda.    

Pengertian Sholat Sunnah Qobliyah Subuh

Sholat sunnah qobliyah subuh merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sholat ini dilaksanakan sebelum menunaikan sholat wajib subuh, tepatnya setelah masuknya waktu subuh namun sebelum iqamah dikumandangkan. Terdiri dari dua rakaat, sholat qobliyah subuh memiliki keutamaan yang luar biasa sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits.

Kata "qobliyah" berasal dari bahasa Arab yang berarti "sebelum", sehingga qobliyah subuh bermakna sholat sunnah yang dilakukan sebelum sholat wajib subuh. Ibadah ini juga dikenal dengan beberapa nama lain seperti sholat sunnah fajar, sholat sunnah barad (karena dilakukan saat cuaca masih dingin di pagi hari), atau sholat sunnah ghadat (karena dilaksanakan pagi-pagi sekali).

Sholat qobliyah subuh termasuk dalam kategori sholat sunnah rawatib, yaitu sholat-sholat sunnah yang mengiringi sholat fardhu. Meski bukan kewajiban, amalan ini sangat dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan dan merupakan salah satu sunnah yang senantiasa dijaga oleh Rasulullah SAW.

Waktu Pelaksanaan Sholat Qobliyah Subuh

Menentukan waktu yang tepat untuk melaksanakan sholat qobliyah subuh sangatlah penting agar ibadah kita sah dan diterima. Para ulama telah menjelaskan batasan waktu pelaksanaan sholat sunnah ini berdasarkan hadits-hadits Nabi SAW.

Secara umum, waktu sholat qobliyah subuh dimulai setelah masuknya waktu subuh (terbitnya fajar shadiq) hingga sebelum dilaksanakannya sholat fardhu subuh. Beberapa pendapat ulama mengenai waktu pelaksanaan sholat qobliyah subuh:

  • Mayoritas ulama berpendapat bahwa waktu sholat qobliyah subuh dimulai setelah adzan subuh berkumandang hingga sebelum iqamah sholat subuh. Hal ini berdasarkan hadits dari Ummul Mukminin Hafshah radhiyallahu 'anha yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW melaksanakan sholat dua rakaat ringan setelah adzan dan sebelum iqamah sholat subuh.
  • Sebagian ulama berpendapat bahwa waktu sholat qobliyah subuh dimulai sejak terbitnya fajar shadiq, meskipun belum dikumandangkan adzan. Pendapat ini didasarkan pada praktik Rasulullah SAW yang terkadang melaksanakan sholat qobliyah subuh sebelum adzan dikumandangkan.
  • Ada pula pendapat yang membolehkan pelaksanaan sholat qobliyah subuh setelah iqamah, namun sebelum sholat fardhu subuh dimulai. Meski demikian, sebaiknya dihindari agar tidak mengganggu pelaksanaan sholat berjamaah.

Dari berbagai pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa waktu utama (afdhal) untuk melaksanakan sholat qobliyah subuh adalah setelah adzan subuh dan sebelum iqamah. Namun, jika karena suatu hal kita terlambat bangun, masih diperbolehkan untuk mengerjakannya selama belum melaksanakan sholat fardhu subuh.

Niat Sholat Qobliyah Subuh

Seperti ibadah lainnya, sholat qobliyah subuh dimulai dengan niat. Niat merupakan salah satu rukun sholat yang harus ada dalam hati, meskipun tidak wajib diucapkan dengan lisan. Berikut adalah lafaz niat sholat qobliyah subuh beserta artinya:

أُصَلِّي سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatash-shubhi rak'ataini qobliyyatan lillahi ta'ala

Artinya: "Aku berniat sholat sunnah sebelum subuh dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Alternatif lafaz niat lainnya:

أُصَلِّي سُنَّةَ الْفَجْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal-fajri rak'ataini lillahi ta'ala

Artinya: "Aku berniat sholat sunnah fajar dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Kedua lafaz niat tersebut sama-sama benar dan dapat digunakan. Yang terpenting adalah adanya niat dalam hati untuk melaksanakan sholat qobliyah subuh karena Allah SWT.

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Qobliyah Subuh

Secara umum, tata cara pelaksanaan sholat qobliyah subuh tidak jauh berbeda dengan sholat sunnah dua rakaat lainnya. Berikut langkah-langkah detail melaksanakan sholat qobliyah subuh:

  1. Berdiri menghadap kiblat dengan khusyuk.
  2. Berniat dalam hati untuk melaksanakan sholat qobliyah subuh.
  3. Mengucapkan takbiratul ihram (Allahu Akbar) sambil mengangkat kedua tangan sejajar telinga.
  4. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada.
  5. Membaca doa iftitah (tidak wajib, boleh langsung membaca Al-Fatihah).
  6. Membaca surat Al-Fatihah.
  7. Membaca surat atau ayat Al-Quran (dianjurkan membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama).
  8. Melakukan rukuk dengan tuma'ninah (tenang).
  9. I'tidal (berdiri tegak setelah rukuk).
  10. Sujud pertama dengan tuma'ninah.
  11. Duduk di antara dua sujud dengan tuma'ninah.
  12. Sujud kedua dengan tuma'ninah.
  13. Berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua.
  14. Pada rakaat kedua, ulangi langkah 6-12, namun pada langkah 7 dianjurkan membaca surat Al-Ikhlas.
  15. Duduk tasyahud akhir.
  16. Membaca shalawat Nabi.
  17. Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.

Penting untuk diingat bahwa Rasulullah SAW menganjurkan agar sholat qobliyah subuh dilaksanakan dengan ringan dan tidak terlalu lama. Hal ini bertujuan agar kita tidak terlambat mengikuti sholat subuh berjamaah di masjid.

Bacaan Surat dalam Sholat Qobliyah Subuh

Meskipun pada dasarnya kita bebas memilih surat atau ayat Al-Quran yang akan dibaca setelah Al-Fatihah, terdapat beberapa surat yang dianjurkan untuk dibaca dalam sholat qobliyah subuh berdasarkan hadits-hadits Nabi SAW. Berikut adalah beberapa pilihan surat yang dapat dibaca:

  • Surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Al-Ikhlas pada rakaat kedua.

Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu:

"Sesungguhnya Nabi SAW membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas pada dua rakaat fajar (sholat qobliyah subuh)." (HR. Muslim)

  • Surat Al-Baqarah ayat 136 pada rakaat pertama dan Ali Imran ayat 64 pada rakaat kedua.

Berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma:

"Sesungguhnya Rasulullah SAW pada sholat sunnah sebelum subuh di rakaat pertama membaca 'Qulu amanna billahi wa ma unzila ilaina...' (Surat Al-Baqarah: 136) dan di rakaat keduanya membaca '...amanna billah, wasy-had bi anna muslimun' (Surat Ali Imran: 64)." (HR. Muslim)

  • Surat Al-Insyirah pada rakaat pertama dan Al-Fil pada rakaat kedua.

Pilihan ini disebutkan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin.

Dari berbagai pilihan tersebut, yang terpenting adalah konsistensi dalam melaksanakan sholat qobliyah subuh. Kita dapat memilih bacaan yang paling mudah dan sesuai dengan kemampuan kita.

Keutamaan Sholat Qobliyah Subuh

Sholat qobliyah subuh memiliki banyak keutamaan yang luar biasa. Beberapa di antaranya adalah:

  • Lebih baik dari dunia dan seisinya

Sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

"Dua rakaat fajar (sholat qobliyah subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya."

  • Menutup kekurangan sholat wajib

Sholat sunnah, termasuk qobliyah subuh, dapat menutupi kekurangan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan sholat wajib.

  • Mendapatkan syafaat di hari kiamat

Orang yang konsisten melaksanakan sholat qobliyah subuh dan sholat subuh tepat waktu akan mendapatkan syafaat Rasulullah SAW di hari kiamat.

  • Selalu dalam lindungan Allah SWT

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang menunaikan sholat subuh, maka ia akan berada dalam jaminan Allah." (HR. Muslim, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

  • Mendapatkan pahala seperti haji dan umrah

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa orang yang melaksanakan sholat subuh berjamaah kemudian duduk berdzikir hingga matahari terbit, lalu sholat dua rakaat (qobliyah subuh), maka pahalanya seperti pahala haji dan umrah yang sempurna.

  • Menjadi tanda ketakwaan

Rasulullah SAW bersabda: "Hanya orang-orang yang banyak bertaubat yang senantiasa memelihara dua rakaat sholat fajar (qobliyah subuh)." (HR. Al-Baihaqi)

Tips agar Istiqomah Melaksanakan Sholat Qobliyah Subuh

Meski memiliki banyak keutamaan, tidak sedikit orang yang kesulitan untuk istiqomah dalam melaksanakan sholat qobliyah subuh. Berikut beberapa tips yang dapat membantu kita agar konsisten menjalankan amalan ini:

  1. Niatkan dengan ikhlas Mulailah dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT. Ingatlah bahwa amalan ini memiliki keutamaan yang luar biasa.
  2. Atur waktu tidur Usahakan untuk tidur lebih awal agar dapat bangun sebelum subuh dengan mudah.
  3. Gunakan alarm Manfaatkan teknologi dengan mengatur beberapa alarm untuk memastikan kita bangun tepat waktu.
  4. Tidur dalam keadaan suci Berwudhu sebelum tidur dapat memudahkan kita untuk bangun dan langsung melaksanakan sholat.
  5. Saling mengingatkan Jika tinggal bersama keluarga atau teman, saling mengingatkan untuk bangun dan melaksanakan sholat qobliyah subuh.
  6. Mulai dengan target kecil Jika belum terbiasa, mulailah dengan target kecil, misalnya 2-3 kali seminggu, kemudian tingkatkan secara bertahap.
  7. Jaga konsistensi Berusahalah untuk tetap konsisten meski terkadang merasa malas atau lelah.
  8. Renungkan keutamaannya Selalu ingat dan renungkan keutamaan sholat qobliyah subuh untuk memotivasi diri.