Sukses

Rusun Ramah Disabilitas di Solo Selesai Dibangun, Ada 62 Unit untuk 124 Orang

Liputan6.com, Solo Penyandang disabilitas di Kota Solo, Jawa menyambut rampungnya rumah susun (rusun) yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Bangunan ini disebut Rusun Kemensos Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof Dr Soeharso.

Menurut Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa III, Syamsiar Nurhayadi, Rusun Kemensos BBRSPDF Prof Dr Soeharso mulai dibangun pada 2022-2023. Dengan spesifikasi tipe khusus 62 unit dan dapat menampung 124 orang. Rusun ini dilengkapi dengan meubel di setiap unitnya serta prasarana, sarana dan utilitas (PSU) di area Rusun.

"Kriteria calon penghuni rusun tersebut adalah pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS)," kata Syamsiar dalam keterangan tertulis, Sabtu 3 Februari 2024 mengutip Bisnis Liputan6.com.

Rusun dengan desain ramah disabilitas ini telah diserahkan kepada Kementerian Sosial (Kemensos) dengan melakukan serah terima bangunan vertikal beserta meubel dan sarana prasarana pendukung.

"Kami telah melaksanakan serah terima kunci rusun kepada Kemensos agar para penyandang disabilitas serta Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) bisa segera menghuni hunian vertikal ini," ujar Direktur Rumah Susun Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Aswin Grandiarto Sukahar dalam keterangan yang sama.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Tempat Tinggal yang Layak

Aswin menambahkan, pembangunan rusun ini adalah wujud sinergitas Kementerian PUPR dengan Kementerian Sosial dalam upaya dukungan penyediaan hunian bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

Selain desain bangunan yang khusus, Kementerian PUPR juga telah melengkapi hunian dengan meubel. Dengan maksud agar para penghuni bisa tinggal dengan nyaman.

"Kementerian PUPR berharap, rusun tersebut dapat segera dikelola dan dirawat dengan baik agar pemanfaatannya bisa optimal," ungkap dia.

Sementara, Kepala Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso Surakarta, Kahono Agung Suhartoyo berharap, bangunan ini dapat digunakan sebagai tempat tinggal yang layak bagi para pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial.

"Kami akan segera meminta pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial yang sudah didata untuk tinggal di rusun ini," ujar dia.

3 dari 4 halaman

Rusun Ramah Disabilitas di Jakarta dan Bekasi

Sebelumnya, Kemensos mengumumkan bahwa di Jakarta dan Bekasi juga ada rusun yang memiliki fasilitas akses disabilitas dengan harga sewa Rp10.000 per bulan.

“Bukan hoaks, kenyataannya memang begitu,” mengutip keterangan resmi Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), Rabu 24 Januari 2024.

Harga sewanya hanya Rp10.000 per bulan, tapi fasilitasnya terbilang lengkap. Mulai dari tempat tidur tingkat, meja makan, dapur beserta kompor gas dan perlengkapannya hingga kamar mandi dengan toilet duduk.

Rumah susun Kemensos ini berada di Sentra Mulya Jaya Bambu Apus, Kecamatan Cipayung Jakarta Timur dan di Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Bekasi.

Masing-masing kamar ukurannya sekitar 7 x 6 meter, yang artinya cukup memadai untuk keluarga kecil.

4 dari 4 halaman

Fasilitas Rusun

Kedua rumah susun sewa ini dibangun atas kerja sama Kemensos dan Kementerian PUPR) yang diresmikan pada 2023. Rusun ini dibangun khusus bagi masyarakat pra sejahtera atau kelompok miskin dan rentan.

"Betul dikenakan biaya sewa Rp10 ribu per bulan, yang sebenarnya akan kembali ke mereka. Semacam dana sosial," kata Kepala Sentra Mulya Jaya, Adrianus Alla di Jakarta, Sabtu 20 Januari 2024.

Adrianus menerangkan, bukan cuma kamar, di rumah susun Kemensos tersebut juga tersedia berbagai fasilitas umum seperti:

  • Musholla
  • Lahan parkir
  • Pojok baca anak
  • Ruang serbaguna
  • Loker
  • Sistem keamanan CCTV
  • Akses pembuangan sampah
  • Jaring pengaman
  • Toilet disabilitas
  • Toilet umum
  • Ruang tunggu di setiap lantai
  • Jalur evakuasi
  • Aksesibilitas disabilitas.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.