Sukses

Mengenal Gejala Disleksia pada Anak Prasekolah hingga Dewasa

Liputan6.com, Jakarta Tanda dan gejala disleksia sebagai gangguan belajar dapat sulit dikenali sebelum anak mulai menulis dan mengeja.

Seperti disampaikan dr. Nitish Basant Adnani BMedSc MSc dari Klikdokter. Menurutnya, walau sulit dikenali, tapi beberapa tanda awal dapat mulai muncul sebelum usia sekolah.

“Derajat keparahan dari kondisi ini dapat bervariasi, tapi akan lebih tampak saat anak mulai belajar membaca,” kata Nitish mengutip Klikdokter, Kamis (5/8/2021).

Sebelum usia sekolah, anak dapat memperlihatkan beberapa tanda dan gejala disleksia, seperti:

-Terlambat bicara.

-Lebih lambat mempelajari kosakata baru.

-Masalah untuk menyusun kata dengan tepat, seperti mengucapkan suatu kata secara terbalik atau bingung antara beberapa kata yang terdengar mirip.

-Kesulitan mengingat atau menyebutkan huruf, angka, dan warna.

-Kesulitan mempelajari lagu anak-anak atau mengucapkan kata yang berima.

2 dari 5 halaman

Gejala Saat Anak Mulai Sekolah

Seiring bertambahnya usia, anak-anak akhirnya didaftarkan ke sekolah. Saat anak mulai bersekolah, ada tanda dan gejala disleksia yang dapat tampak termasuk:

-Tahapan membaca berada pada level yang lebih rendah dibandingkan teman-teman seusianya.

-Kesulitan memproses dan memahami hal yang didengar.

-Kesulitan mencari kata yang tepat atau menyusun jawaban terhadap pertanyaan.

-Kesulitan mengingat urutan.

-Kesulitan melihat (dan terkadang mendengar) persamaan dan perbedaan pada huruf dan kata.

-Ketidakmampuan untuk melafalkan huruf yang belum familiar.

-Kesulitan untuk mengeja.

-Membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan tugas yang melibatkan membaca atau menulis.

-Menghindari aktivitas yang melibatkan membaca.

3 dari 5 halaman

Gejala Disleksia pada Remaja dan Dewasa

Pada remaja dan dewasa, tanda dan gejala dari disleksia dapat serupa dengan apa yang terjadi pada anak. Beberapa tanda dan gejalanya mencakup:

-Kesulitan membaca, termasuk membaca dengan lantang.

-Membaca dan menulis dengan lambat.

-Kesulitan mengeja.

-Menghindari aktivitas yang melibatkan membaca.

-Kesulitan mengucapkan nama atau kata-kata.

-Kesulitan memahami gurauan atau makna kiasan.

-Membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan tugas yang melibatkan membaca atau menulis.

-Kesulitan merangkum cerita.

-Kesulitan mempelajari bahasa asing yang baru.

-Kesulitan menghafal.

-Kesulitan mengerjakan soal matematika.

 

4 dari 5 halaman

Infografis Tunjangan Khusus Penyandang Disabilitas di Jakarta

5 dari 5 halaman

Simak Video Berikut Ini: