Sukses

Miliki Adik Down Syndrome, Novi Aureliano Terinspirasi Jadi Terapis Wicara

Liputan6.com, Jakarta Memiliki saudara kandung dengan down syndrome memberikan pengalaman berharga bagi Novi Media Aureliano. Adiknya, Alarent (6),penyandang down syndrome menginspirasinya untuk menjadi terapis wicara.

“Kelahiran Alarent itu sesuatu yang unik, sesuatu yang begitu spesial untukku. Ketika dia lahir aku penasaran apa itu down syndrome dan mencari tahu, gak ada kesulitan untuk mengerti apa itu down syndrome karena saat dia lahir saya sudah SMP akhir atau SMA awal,” ujar Novi dalam webinar Persatuan Orang Tua Anak Dengan Down Syndrome (POTADS) ditulis Sabtu (17/10/2020).

Ia mengaku tidak ada rasa sedih atau kecewa ketika tahu adiknya down syndrome. “Sangat-sangat menerima, tidak ada penolakan sama sekali, karena akau pikir kalau yang biasa ya akan biasa saja tapi kalau yang spesial saya akan dapat spesialnya.”

Sebaliknya, ia semakin ingin tahu bagaimana cara mendukung tumbuh kembang adiknya. Salah satu dukungan yang diberikan adalah dengan menjadi terapis wicara.

“Latar belakang jadi terapis itu waktu Alarent lahir, kami berada di luar Pulau Jawa yang fasilitas terapinya minim, jumlah terapis wicara di Samarinda itu bisa dihitung jari bahkan satu tangan gak habis. Kami mulai memiliki masalah ketika dia mulai butuh terapi dan perkembangan lebih dari dukungan keluarga.”

Novi sudah mencari ke berbagai tempat terapi di Samarinda namun tetap sulit ditemukan. Kalau pun ada, antrean terapinya terlalu panjang, perlu menunggu berbulan-bulan untuk bisa mendapat kesempatan terapi.

“Sedangkan setelah dia melalui fase terapi belum tentu dia bisa berkembang dengan orang yang sama karena down syndrome bermain dengan hati. Jadi kalau dibilang menjadi terapis karena Alarent, iya, karena tidak menemukan sesuatu yang dia butuhkan dan pada akhirnya kakaknya mau tak mau berkorban.”  

2 dari 4 halaman

Hambatan selama menjadi terapis

Selama menjadi kakak dari Alarent, Novi mengaku tidak ada hambatan yang berarti. Hambatan-hambatan sederhana biasanya seperti melihat murid terapis lain yang ia ajar sudah memiliki kemampuan lebih namun Alarent belum.

“Jadi lebih ke hambatan psikologis sih, kejar-kejaran kemampuan.”   

Walau demikian, ia mengaku senang dapat menekuni dunia down syndrome dan menjadi terapis bagi adiknya sendiri maupun bagi penyandang down syndrome lainnya.

 

3 dari 4 halaman

Infografis Disabilitas

4 dari 4 halaman

Simak Video Berikut Ini: